Chat with us, powered by LiveChat

About Me

header ads

Soal Kemungkinan Mundur, Prabowo Terancam Penjara 5 Tahun dan Denda 50 Miliar


 emaspk3.info


BERITA AKURAT


Komisi Pemilihan Umum (KPU) angkat suara soal ancaman calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mundur sebagai kandidat pilpres 2019. Mantan Danjen Kopassus itu bisa terancam penjara lima tahun dan denda Rp50 miliar.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan menyebut, hal itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. "Kami belum berkomentar tapi yang pasti segala sesuatu sudah diatur dalam UU Nomor 7 tahun 2017," ujar Wahyu di kantor KPU, Jakarta, Senin (14/1/2019).
Merujuk dari UU No 7 tahun 2017 Pasal 229 Ayat (1) butir f, sambung Wahyu, setiap pasangan calon wajib menyerahkan surat pernyataan tidak akan mengundurkan diri sebagai pasangan calon. Kemudian pada Pasal 236 ayat (2), paslon atau salah seorang dari paslon dilarang mengundurkan diri jika sudah ditetapkan sebagai peserta pilpres 2019 oleh KPU. Sejauh ini, KPU telah menetapkan Jokowi-Ma'ruf sebagai paslon nomor urut 01 dan Prabowo-Sandi sebagai paslon nomor urut 02.


Lalu pada Pasal 552 Ayat (1), lanjutnya, setiap capres dan cawapres yang dengan sengaja mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai peserta pilpres sampai dengan pemungutan suara putaran pertama akan dikenakan hukuman.

"Dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp50 miliar," kata Wahyu yang mengutip bunyi Pasal 552 Ayat (1) UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Dia menambahkan, pada Pasal 553 Ayat (1) setiap capres dan cawapres yang dengan sengaja mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai peserta pilpres sampai dengan pemungutan suara putaran kedua juga akan dikenakan hukuman.
"Dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah). Jadi hak dan kewajiban paslon setelah ditetapkan sebagai peserta pemilu itu ada hak dan kewajiban," tutup Wahyu.

Kabar Prabowo berwacana mundur datang dari Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso. Dia mengatakan, pada pidato kebangsaan malam nanti, jagoan mereka akan menyatakan mundur jika potensi kecurangan tak bisa dihindari.

"Memang supaya tidak terkejut, barangkali, kalau tetap nanti disampaikan Prabowo Subianto, pernyataan terakhir Prabowo Subianto adalah kalau memang potensi kecurangan itu tidak bisa dihindarkan, Prabowo Subianto akan mengundurkan diri," kata Djoko saat bertemu Gerakan Milenial Indonesia, Minggu, 13 Januari 2019.