Chat with us, powered by LiveChat

About Me

header ads

Prabowo Belum Mau Tanggapi Capaian Pemerintah Kuasai Freeport

www.korankiu.com

KABER TERKINI  - Jakarta,  Calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto belum mau berkomentar banyak soal langkah pemerintah menguasai saham mayoritas PT Freeport Indonesia. Pemerintah lewat PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) resmi menggenggam 51,23 persen saham perusahaan tambang yang beroperasi di Papua itu.

Prabowo mengaku ingin mempelajari terlebih dahulu capaian yang diklaim salah satu capaian pemerintah Joko Widodo.

"Saya pelajari dulu, saya pelajari dulu," kata Ketua Umum Partai Gerindra itu usai bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di kediaman SBY, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12).

Prabowo langsung masuk ke dalam mobil Toyota Alphard berwarna hitam dengan nomor polisi B 2689 RFP. Setelah itu Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso menyusul naik ke mobil tersebut.

Sementara itu Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak menolak berkomentar soal penguasaan mayoritas saham Freeport itu.
"Kita enggak bicara itu tadi. Nanti saja," kata Dahnil kepada wartawan POKER88 di rumah SBY.

Presiden Joko Widodo hari ini menerima laporan sekitar 51,23 persen telah dikuasai pemerintah lewat PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Penguasaan tersebut dilakukan dengan membayarkan US$3,85 miliar atau sekitar Rp56 triliun (kurs Rp14.500 per Dolar AS).

"Saya baru saja menerima laporan dari seluruh menteri terkait, dirut PT Inalum dan CEO Freport Mc Moran, sampaikan bahwa saham PT Freeport Indonesia 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar hari ini," ujar Jokowi di Istana Negara.

Jokowi menyebut pengambilalihan saham ini merupakan momen bersejarah sejak PT Freeport Indonesia pertama kali beroperasi di Indonesia pada 1973. Selama bertahun-tahun, Indonesia hanya mengempit sekitar 9,36 persen saham Freeport Indonesia.

Ia menyebut kepemilikan mayoritas Freeport akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. "Nantinya pendapatan pajak dan nonpajak semua tentu akan lebih besar dan lebih baik," jelas dia.

Jokowi juga memastikan seluruh permasalahan lingkungan dan smelter yang sempat menjadi ganjalan telah disepakati. "Artinya semua sudah komplet dan tinggal bekerja saja," kata calon presiden nomor 01