Konser “Tribute to Ahmad Dhani” Batal, Fahri Hamzah: Ada Apa dengan Rezim Ini?


 emaspk3.info


BERITA AKURAT

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah turut angkat bicara terkait dibatalkannya konser musik ‘Tribute to Ahmad Dhani: Hadapi Dengan Senyuman’.

Fahri mengaku sangat kecewa. Dia mempertanyakan sikap aparat yang seolah menghalau penyelenggaraan acara tersebut.

“Saya sangat menyayangkan ini semua terjadi. Pertunjukan musik itu politis pun tetaplah musik. Zaman pak Harto presiden, Iwan Fals dkk serta kelompok SWAMI, bisa menyanyikan lagu BENTO dan BONGKAR tanpa halangan. Sungguh saya tidak mengerti. Ada apa dengan rezim ini?” tulis Fahri di akun Twitter-nya, @FahriHamzah, Senin (11/3/2019).

Dalam video yang diunggah akun Twitter @Anggarini_4yu, tampak Fahri juga memberikan komentarnya terkait pembatalan konser solidaritas untuk Ahmad Dhani tersebut.

Dalam video, Fahri mengaku dirinya adalah Baladewa (penggemar Dewa 19) yang ingin menonton konser idolanya. Namun, ia kecewa karena konser tersebut tak mendapatkan izin dari kepolisian.
BERITA AKURAT
“Kita adalah Baladewa yang ingin bernostalgia dengan lagu-lagu Dewa. Kebetulan tadi saya ada kunjungan sebentar dan ingin betul-betul ngecek ke Rutan Madaeng dan sempat bertemu Ahmad Dhani. Tapi, malam ini saya pengen nonton dengar musik,” kata Fahri.

“Yang kedua, tentu saya kaget karena ternyata belum diberikan izin. Memang izin ini kan tugas kepolisian. Saya dengar tadi dari panitia memang sudah lama minta izin yang seharusnya diberikan izin cepat,” imbuhnya.

Selain itu Fahri menyebut calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, berencana hadir di konser tersebut. Kedatangan Sandiaga, menurut Fahri, sebagai bentuk dukungan pada Ahmad Dhani yang kini tengah ditahan karena kasus ujaran kebencian.

“Setahu saya saudara Sandiaga Uno juga datang memberikan support pada teman-teman Dewa. Ini kan ikhtiar untuk membantu tokoh utamanya yang saat ini terkena masalah hukum,” tutur Fahri.

“Oleh sebab itu, kita cukup prihatin dengan kejadian malam ini. Saya tidak menyangka juga kepolisian ternyata bertindak sejauh ini, saya dengar lampunya dimatikan, AC, liftnya dimatikan saya tidak menyangka.”

“Saya tadi lihat ada video (polisi) bawa anjing dan sebagainya. Saya kira tidaklah seharusnya demikian karena kita warga negara yang baik, bangsa kita sudah hidup di alam demokrasi kebebasan selama 20 tahun,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua Panitia konser Tribute to Ahmad Dhani ‘Hadapi Dengan Senyuman’, Didik Darmadi, mengakui kesalahannya tidak mengurus izin keramaian ke Polrestabes Surabaya. Dia pun meminta maaf kepada semua pihak.

“Mohon maaf yang sangat kepada panitia dan sahabat-sahabat Dhani yang telah support konser ini dengan semangat 45. Saya dengan sangat, mohon maaf hari ini konser kita tunda,” kata Didik.

Didik menceritakan bahwa awalnya konser tersebut rencananya tidak dihadiri oleh calon wakil presiden nomer urut 02 Sandiaga Uno. Namun tiba-tiba ada kabar dari Jakarta bahwa Sandiaga memiliki waktu untuk menghadiri konser tersebut.

“Awal kita sudah rencanakan dengan baik. Awalnya Bang Sandi nggak datang. Karena jadwal padat. Izin sudah jalan,” imbuh Didik.

Dengan hadirnya Sandi, pihaknya akhirnya memutuskan mengurus perizinan ke Polda Jatim. Sesuai prosedur yang mereka ketahui saat menghadirkan Capres atau Cawapres dalam sebuah acara.
BERITA AKURAT
“Biasanya kita izin itu yang biasanya kita lakukan kalau Bang Sandi atau Pak Prabowo datang. Langsung saja tidak melalui Polrestabes, tapi langsung ke Polda Jatim,” lanjutnya.

Dia menekankan, tiket konser yang sudah terjual sekira 400 lembar akan dikembalikan dengan uang secara penuh.

“Uang tiket full kembali,” ujarnya.


Adapun Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan mengatakan, larangan konser tersebut karena tidak mengantongi surat izin keramaian.

“Konser tidak bisa digelar hari ini. Pihak panitia tidak bisa menunjukkan izin keramaian. Ini murni, karena administrasi perizinan konser yang belum dilengkapi,” kata Rudi di lokasi konser.

Dijelaskan Rudi, panitia hanya menunjukkan izin kampanye dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Memang, calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, awalnya dijadwalkan akan hadir di konser tersebut.

“Kampanye sama konser beda. Kampanye itu ke Bawaslu, ini konser kan,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar