Novel Bamukmin Mengancam BTP ???


 korankiu.net


BERITA AKURAT

Basuki Tjahaja Purnama, Mantan Gubernur DKI Jakarta, besok akan mulai menghirup udara kebebasan setelah menjalani masa hukuman selama 21 bulan tanpa tercela. Setelah lepas dari masa tahanannya, Basuki Tjahaja Purnama, tak ingin lagi dipanggil Ahok. Dia berkeinginan untuk dipanggil BTP. Katanya, BTP itu tidak hanya singkatan dari namanya, tetapi juga berarti Bebas Tanpa Persyaratan. Kereeeen !!!

Di sisi lain, Novel Bamukmin yang mengaku sebagai pelapor pertama soal pidato mantan Gubernur DKI Jakarta ke pihak kepolisian itu, menyadari akan hal bebasnya BTP dan berharap BTP tak mengulangi perbuatannya.

Jujur, saya merasa malu melihat seorang muslim seperti Novel Bamukmin. Di sisi lain, Novel Bamukmin adalah contoh dari aktor yang berhasil dan sukses gemilang dalam menjalankan perannya dan menyelesaikan skenario yang dirancang saat itu untuk mengalahkan calon petahana pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Kesuksesan peran yang dibawakan Novel Bamukmin menjadikan dia bak seorang selebriti Indonesia.

Tidak seperti aktris gagal total, Ratna Sarumpaet yang skenario jahatnya keburu kebongkar duluan dalam waktu semalam. Atau Bagus Bawana Putra dengan cerita 7 kontener surat suara yang juga terbongkar begitu cepat. Dan sekarang keduanya sudah menjadi pesakitan.

Anyway…..

Mengomentari rumor tentang akan kembalinya BTP untuk berkecimpung di dunia politik dan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Novel lebih mengharapkan BTP lebih baik mengurungkan niatnya tersebut dan fokus saja di dunia bisnis.

“Kita harap Ahok bisa BERHIJRAH, tidak mengulang, Hijrah 180 derajat dari apapun, dari ucapan, sikap, KEPENTINGAN POLITIK, kita harap akan hijrah. Adapun saya dengar Ahok masuk ke parpol itu hak Ahok mau berpolitik atau tidak. Menurut saya lebih baik tidak masuk ke politik. Lebih baik menerjuni dunis bisnis.”

Rasanya saya ingin mengatakan, “Gigi lu bau jigong. Ompong ! Mentang-mentang Allah SWT tak memberi tulang pada lidah, ngomong asal jeplak!”

Tapi ngga usahlah saya bicara seperti itu, tidak baik. Hanya saya, saya jadi heran, ada apa dengan Novel Bamukmin hingga dia mengharapkan BTP untuk mengurungkan niatnya untuk aktif lagi berpolitik??? Bukankah HAK SETIAP WARGA NEGARA ITU SAMA DI MANA HUKUM DAN NEGARA?? Apa hak Novel Bamukmin untuk berharap-harap atas kehidupan orang lain???

Pengharapan Novel Bamukmin, bagi saya, lebih cenderung terdengar seperti sebuah ancaman. Karena sebenarnya, kalimat yang diucapkan oleh Novel Bamukmin adalah kalimat terbuka. Artinya masih ada kalimat lain yang tidak dia ucapkan. Dan jika kalimat pengharapkan itu bukan sebuah kalimat ancaman, artinya, apapun keputuan BTP akan atau tidak akan aktif lagi untuk berpolitik di Indonesia, keduanya tidak akan menimbulkan masalah atau kerugian bagi pihak lain.

Tapi kita sudah sangat paham dan mengenal gaya-gaya para pentolan Front Pembela Islam. Biasanya, kalau mereka sudah mengeluarkan ancaman, maka apa yang terjadi kemudian, pasti timbul kegaduhan yang kemudian menyalahkan orang lain sebagai penyebab kegaduhan itu.

Kira-kita apa kalimat berikutnya yang saat ini Novel tahan dan tidak dikatakan? Coba kita tinjau kembali pernyataan Novel Bamukmin ini.

“Adapun saya dengar Ahok masuk ke parpol itu hak Ahok mau berpolitik atau tidak. Menurut saya lebih baik tidak masuk ke politik. Lebih baik menerjuni dunis bisnis….”. Saya sih menduga kalimat berikutnya berbunyi, kalau ngotot terjun ke dunia politik, niscaya, akan kami demo berjilid-jilid, karena umat 212 tak mau BTP ada di panggung politik Indonesia.

Lucunya, Novel akan me-welcome BTP dengan tangan terbuka untuk kembali berpolitik di Indonesia jika BTP bergabung dengan Partai Keumatan seperti Partai Amanat Nasional atau Partai Kesejahteraan Sosial TANPA Syarat !!

Ah, ternyata si Novel ini juga mengakui kejeniusan BTP hingga mau menerima seorang Non-Muslim masuk bergabung dengan partai keumatan. Dan ini adalah pemahaman hijrah-nya Novel Bamukmin.

“Kalau syarat agama, saya rasa partai nasionalis, Partai Gerindra terbuka. Begitu juga Partai Berkarya. Dan PAN juga. Atau mungkin PKS dan PKB yang jadi pengecualian. Mereka akan menerima kalau Ahok mau HIJRAH 180 derajat kalau mau berpolitik.”

Bener-bener yah…. Belum apa-apa sepertinya kubu mereka sudah panic duluan. Pakai acara nyuruh manusia macam Novel Bamukmin untuk menghantarkan sebuah kalimat ancaman.

Atau Novel akan menjadi actor utama lagi untuk menendang BTP dari kancah perpolitikan Indonesia???? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar