Edy Rahmayadi Mundur dari Ketua Umum PSSI, Mari Doakan Agar Persepakbolaan Indonesia Lebih Baik Lagi






 emaspk3.info


BERITA AKURAT 


Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi, memutuskan untuk mundur dari jabatannya dalam kongres tahunan di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu.

Edy, yang juga Gubernur Sumatera Utara, menganggap dirinya gagal menjalankan organisasi dan berharap seluruh elemen PSSI tetap akur.

Tentang pembahasan di Kongres, Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria menegaskan, Kongres Tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak akan membahas khusus masalah pengaturan skor.

"Soal itu akan dibahas dalam satu kesatuan program tahun 2019. Karena, jangankan tahun 2019, pada kongres tahun lalu juga sudah ada program kerja tentang area integritas," ujarnya dilansir dari Antaranews, Minggu (20/1).

Ratu melanjutkan, pembahasan kongres 2018 lah yang menjadi alasan mengapa PSSI terus bekerja sama dengan pihak Genius Sports, perusahaan yang memfokuskan perhatian pada kemungkinan terjadinya pengaturan skor di sepak bola di berbagai belahan dunia.Yang berbeda, untuk tahun 2019, PSSI akan memanfaatkan data-data dari Genius Sports untuk dipadukan dengan tugas Komite Khusus (Ad Hoc) Integritas PSSI yang rangkanya disusun sejak Desember 2018.

"Komite itu didirikan melalui rapat komite eksekutif PSSI. Pengaturan skor juga dibicarakan dengan Konfederasi Sepak Bola Asia dan kepolisian pada minggu lalu. Itu menjadi bagian besar dari seluruh program tahun 2019," tutur Ratu Tisha.

Dia memastikan, terkait isu pengaturan skor, PSSI melakukan apa yang memang seharusnya dilakukannya sebagai sebuah organisasi olahraga.

Beberapa hal khusus juga akan dibahas dalam kongres seperti terkait tim nasional, keorganisasian, pengaturan skor dan lain-lain. PSSI juga mengklaim semua materi kongres tahunan yang diikuti 85 pemilik suara (voter) ini akan dijalankan mirip dengan kongres FIFA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar