Petaka Mahasiswa Dianiaya di Masjid sampai Tewas

www.korankiu.com

BERITA TERKINI ``Tragedi terjadi di tempat suci. Seorang mahasiswa bernama Muhammad Khaidir (23) tewas dikeroyok warga di sebuah masjid di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, karena disangka maling.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (10/12) pekan lalu di Lingkungan Jatia, Kelurahan Mata Allo, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Peristiwa bermula saat Khaidir ingin salat di masjid, tapi pintunya tertutup.

Khaidir lalu datang ke rumah seorang warga berinisial YDS yang tinggal di dekat masjid. Hanya, waktu itu Khaidir mengetuk pintu rumah YDS dengan keras.

"Korban datang ke rumah warga berinisial YDS, seorang penjahit yang dekat masjid. Korban mengetuk pintu rumahnya dengan keras, namun pintu tidak dibuka sehingga korban berjalan ke dalam masjid," kata AKBP Shinto saat dimintai konfirmasi via telepon soal tragedi itu, Senin (17/12/2018).

Gedoran pintu itu menimbulkan salah paham. YDS, yang ada di dalam rumah, merasa gedoran sebagai sebuah ancaman. YDS lalu lari ke masjid lewat pintu yang lain.

Kemudian YDS bertemu dengan RDN (47), marbut masjid. RDN lalu menggunakan pengeras suara berbicara seolah-olah ada maling di masjid. Massa yang mendengar dari pengeras suara terprovokasi.

Sementara itu, Khaidir, yang merasa tak terjadi apa-apa, menuju masjid. Khaidir pun dikeroyok massa.

"Teriakannya 'ada maling'. Tetapi tak ada benda yang dicuri. Itu yang memantik warga datang dan melakukan kekerasan," ucap Shinto kepada salah satu wartawan POKER88.

Polisi mengatakan Khaidir dikeroyok di dalam dan luar masjid. Khaidir menderita luka robek di kepala. Dia dipukul menggunakan kayu.

"Menggunakan balok kayu dan tangan kosong yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Shinto.

Khaidir menderita luka di sekujur tubuh akibat pengeroyokan itu. Ada luka memar dan robek di kepala bagian belakang, luka memar di telapak tangan, dan luka robek pada betis kanan.

Shinto menegaskan Polres Gowa tidak akan menoleransi aksi kekerasan oleh warga secara sewenang-wenang dengan main hakim sendiri. Dia juga meminta masyarakat tetap tenang.

Shinto mengaku saat ini belum mendapatkan informasi secara cover both side karena tak ada keterangan pembanding untuk pihak korban. Polisi berencana memeriksa keluarga korban untuk mengetahui karakter psikologinya.

Kepada polisi, para tersangka melakukan penganiayaan karena adanya perusakan di dalam masjid yang dilakukan korban. Namun Shinto mengatakan massa ramai datang ke masjid karena RDN, yang merupakan marbut, menggunakan pengeras suara mengatakan ada maling di masjid.

"Fakta-fakta yang kita lihat memang ada kaca yang pecah. Berdasarkan keterangan dari para pelaku, perusakan dilakukan korban. Tapi kita belum dapat fakta lain karena kita sedang mengumpulkan informasi. Yang paling pasti, latar belakang hadirnya korban direspons oleh warga dengan provokasi dengan melalui pengeras alat suara dan kemudian menimbulkan hadirnya massa. Serta melakukan atau melampiaskan dengan melakukan penganiayaan bersama-sama," ungkap Shinto.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka hasil penyidikan sejak 10 Desember. Awalnya, polisi menetapkan tersangka kepada tujuh orang, yakni RDN (47), ASW als Endi (26), HST (18), IDK (52), SDS (53), INA (24), dan YDS (49). Kemudian polisi kembali mengembangkan kasus hingga ada tiga orang tersangka lainnya, yakni HDL (54), LN (16), dan ICZ (17).

Sepuluh orang ini disangkakan Pasal 170 KUHP, yaitu melakukan kekerasan bersama-sama terhadap orang yang menyebabkan orang meninggal dunia. Ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara.

Terkait peristiwa ini, Majelis Ulama Indonesia prihatin atas peristiwa pengeroyokan tersebut karena terjadi di tempat suci.

"Pertama, kami sangat prihatin atas kejadian tersebut. Apa pun alasannya, perbuatan main hakim sendiri itu tidak dibenarkan dan hal itu bertentangan dengan ajaran agama dan hukum positif kita," kata Waketum MUI Zainut Tauhid Sa'adi lewat pesan singkat, Senin (17/12).

"Apalagi perbuatan penganiayaan tersebut dilakukan di lingkungan masjid, sebuah tempat yang sangat kita sucikan," imbuhnya.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar