Fadli Zon Sebut Habib Bahar Berhak Tolak Minta Maaf ke Jokowi

www.korankiu.com

BERITA TERKINI ``Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut Habib Bahar Smith berhak tidak meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo. Hal itu menanggapi ceramah Habib Bahar yang menyebut Jokowi sebagai presiden banci.

"Itu kan hak pribadi. Jadi kalau yang bersangkutan (Bahar) merasa dirinya benar dan tidak mau minta maaf, ya kita mau bilang apa," ujar Fadli kepada wartawan POKER88 di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12).

Fadli menuturkan semua pihak harus meletakkan konteks pernyataan Habib Bahar terhadap Jokowi sebelum membuat kesimpulan.

Bahar, kata dia, berceramah pada saat suasana aksi menuntut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara karena ucapannya menista agama Islam.

"Jadi menurut saya dia punya hak untuk bersikap, apapun sikapnya. Tentu setiap sikap ada konsekuensi," ujarnya.

Lebih lanjut, Waketum Gerindra ini menilai Habib Bahar merupakan sosok yang cerdas. Habib Bahar, kata Fadli, juga orang yang jitu dan orator yang berani.

"Saya yakin kalau nanti dia dilakukan kriminalisasi dengan tidak adil ya yang akan rugi ya wajah hukum kita," ujar Fadli.

Di sisi lain, Fadli mengklaim tidak membela Bahar. Ia mengaku hanya membela kebebasan Bahar selaku warga negara dalam berdemokrasi.

Menurutnya, Demokrasi memberi ruang setiap warga negara berbeda pendapat. Perbedaan itu, lanjutnya, juga tidak bisa serta merta dianggap sebuah ujaran kebencian.

"Saya kira biasa-biasa saja gak usah terlalu bawa perasaan. Gak usah baper saya bilang," ujarnya.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith menolak meminta maaf pada Presiden Joko Widodo terkait ceramahnya yang menyebut 'Jokowi kayaknya banci' hingga 'Jokowi haid'. Ia sendiri telah dilaporkan ke polisi oleh Jokowi Mania atas ucapannya tersebut.

"Saya lebih memilih busuk di penjara daripada minta maaf. Saya dipenjara karena membela Islam, membela rakyat susah," ujar Bahar saat memberikan sambutan dalam Reuni Aksi 212 di Monas, Jakarta, Minggu (2/12).

Bahar menjelaskan alasannya menyebut Jokowi banci lantaran saat aksi bela Islam 411 tahun 2016, mantan wali kota Solo itu tak mau menemui sejumlah ulama. Saat itu beberapa ulama memang mengikuti aksi 411 untuk menyampaikan kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Saya katakan dia (Jokowi) banci karena saat aksi 411 jutaan umat dan ribuan ulama ingin menemuinya untuk menegakkan hukuman, justru para ulama, habaib itu disemprot gas air mata. Dan presidennya kabur dan lari," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar