Zumi Zola: Garang Ketika Demo Ahok, Mewek Ketika Dihukum Karena Korupsi

 emaspk3.info



BERITA AKURAT 

Wow…. Luar biasa. Dengan tegas dia menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menuntut haknya sebagai umat muslim dan melaksanakan kewajiban untuk membela agama. Betapa beruntungnya umat Islam mempunyai gubernur yang sangat islami seperti ini.

Kala itu umat Islam yang merasa terluka hatinya oleh pidato Ahok, berbondong-bondong memenuhi Monas. Mereka mendesak kepolisian memproses hukum Ahok. Mereka merasa pidato Ahok itu telah menistakan Islam dan kitabnya. Sungguh bahagianya Islam punya umat yang sangat peka hatinya akan sedikit saja senggolan perkataan seorang kafir.

Dan Zumi Zola berdiri di antara mereka. Dia adalah bagian dari umat Islam yang merasa diserang, merasa agamanya dinista, merasa kitab sucinya dinodai. Dia berdiri di sana untuk membela agamanya.

Akhirnya tuntutan mereka dikabulkan kepolisian. Ahok diproses hukum. Ahok diadili dan akhirnya dipenjara. Pada saat pengadilan itu tak henti-hentinya mereka yang merasa tersakiti berorasi berapi-api. Tak lelah mereka menuntut agar Ahok dipenjara.
BERITA AKURAT 
Tetapi Ahok, bukanlah seorang pengecut. Dia dengan berbesar hati meminta maaf kepada umat Islam walau pun dia sendiri yakin dia tidak melakukan kesalahan dan tidak ada niat sedikit pun menistakan agama lain dan menyakiti hati para penganutnya. Bukan sekali, melainkan berkali-kali dia minta maaf.

Sayangnya permintaan maaf Ahok tidak menghentikan aksi turun ke jalan, tidak sanggup mengobati hati yang terluka. Permintaan maafnya tidak mengurungkan niat pendemo termasuk Zumi Zola untuk memenjarakan Ahok. Obat sakit hati seorang Islam yang mereka tampilkan ternyata adalah si penista harus dipenjara.
Ahok pun menjalani proses hukum dengan kooperatif. Dia tidak pernah mengeluh. Dia tidak menangis ketika dihukum. Dia hanya menangis ketika dia dituduh menistakan agama kakak angkatnya sendiri, yang justru tidak merasa sakit hati atas kata-katanya. Dan dia menghormati keputusan hakim dengan membungkukkan kepada ketika sidang sudah selesai. Sekarang dia sudah tenang di penjara. Anehnya walaupun dipenjara, Ahok masih tetap menginspirasi banyak orang.

Justru sebaliknya, orang-orang yang dulu mendemonya kini satu-persatu terbukti pengecut, pencuri uang rakyat dan pesakitan. Katakanlah Rizieq yang lari ke Arab. Katakanlah Zumi Zola yang ternyata pencuri uang rakyat alias koruptor.
BERITA AKURAT 
Dulu dia dengan lantang mendemo Ahok. Dulu dengan lantang dia membela Allah. Dulu, ya dulu, dia adalah singa Allah. Tetapi sekarang dia hanya seorang pencuri. Dia ternyata adalah orang yang sebenar-benarnya penista agama, penentang Allah.

Dulu dia garang, tetapi ketika diputus penjara karena kesalahannya sendiri, dia malah menangis tersedu-sedu. Uhuk uhuk….. Dia meneteskan air mata meminta agar tabungan yang disita KPK dikembalikan ke keluarganya, agar keluarganya dapat makan karena istrinya hanya ibu rumah tangga.

Sudah mending hanya hartamu yang disita, bagaimana kalau tanganmu yang dipotong mengikuti hukum agama yang dulu kamu bela seolah dirimu paling benar, paling beriman dan paling menghargai agama orang lain. Kini kamu hanyalah pesakitan. Kini kamu hanya koruptor, pencuri uang rakyat.
BERITA AKURAT 
Dulu, kukira hatimu sudah paling suci, imanmu paling kuat, dan hidup beragamamu paling sempurna. Ternyata kamu hanya pecundang yang tidak mampu tegar menanggung konsekuensi dari dosa-dosamu sendiri. Kamu hanya pendosa yang bahkan berhadapan dengan uang saja kamu tidak sanggup mengendalikan nafsu.

Berdirilah siap, kawan, sama seperti ketika kamu berorasi di hadapan 7 juta umat. Tegakkanlah kepalamu, sebagaimana kamu dulu meneriakkan Allahuakbar ketika membela agama. Tunjukkan bahwa kamu memang orang beriman yang terkadang salah tetapi mampu berdiri tegak untuk suatu pertobatan.

Oh BTW…. Ahok yang dulu kamu demo itu sebentar lagi mau bebas loh, Zum. Jangan-jangan kamu pengen rasakan gimana rasanya dipenjara. Jangan-jangan kamu tidak ingin penjara kosong. Tapi… kog kamu nangis?

Makanya kawan, kalau kamu masih belum sesempurna yang Allah kehendaki, jangan merasa kamu paling berhak menentukan siapa yang menodai agamamu. Lah nafsumu saja belum bisa kamu kendalikan, kog sudah petentengan merasa paling suci.

Salam dari rakyat jelata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar