SEBELUM DUGAAN KORUPSI KEMAH, DAHNIL ANZAR PERNAH SEBUT KORUPTOR ADALAH PENISTA AGAMA SESUNGGUHNYA


 emaspk3.info

BERITA AKURAT 

Kabar paling terbaru Dahnil Anzar mengembalikan uang Rp 2 milliar ke Kemenpora usai kasus dugaan korupsi kemah statusnya naik ke penyidikan. 

Kasubdit Tipikor Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan mengatakan Dahnil baru saja mengembalikan uang sebesar Rp 2 miliar ke Kemenpora berkaitan acara tersebut.

Dahnil mengembalikan Rp 2 miliar ke Kemenpora. Hari ini mengembalikan," tutur Bhakti di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/11).

Namun demikian, polisi tak membeberkan alasan Dahnil mengembalikan uang tersebut setelah kasus itu naik ke tahap penyidikan. Padahal, kegiatan itu berlangsung pada tahun lalu.

Bhakti menyebut total anggaran Kemenpora untuk kegiatan kemah tersebut berjumlah Rp 5 miliar. Uang itu terdiri dari dana untuk GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah.

Terdapat dua proposal yang diajukan ke Kemenpora guna mencairkan dana sebesar Rp 5 miliar.

Rp 5 miliar, untuk kegiatan itu nilai anggaran Rp 5 miliar. Dibagi jadi 2 proposal. Satu proposal itu ada yang 2 miliar ada yang Rp 3 miliar. GP Ansor kemarin sudah terklarifikasi, kita cek di Kemenpora segala macem. Tapi kami klarifikasi di lapangan ternyata kita temukan ada perbuatan malhukum, makanya kita lagi sidik dan itu kan udah gelar sama BPK juga," ujarnya.

Dahnil diperiksa karena tandatangannya tertera di Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan yang proposalnya terpisah.

"Yang tandatangan ketua panitia (Ahmad Fanani), mengetahui Dahnil Anzar. LPJ-nya satu-satu karena masing-masing pihak mengajukan LPJ masing-masing. Makanya dari GP Anshor kemarin sudah terkonfirmasi dan sejauh ini memang klarifikasi itu kita masih agak benar," katanya.


Bhakti pun menilai ada kejanggalan saat Dahnil diketahui baru saja mengembalikan uang sebesar Rp 2 miliar ke Kemenpora berkaitan acara tersebut.

Ia mengaku tak mengetahui secara pasti alasan Dahnil mengembalikan uang itu.

"Yang aneh baru hari ini. Dia (Dahnil) bilang ada pengembalian Rp 2 miliar," ucap Bhakt



Tidak ada komentar:

Posting Komentar