Merasa Hebat dan Berkarya Fadli Zon Ciptakan Lagu Sontoloyo dan Genderuwo

www.korankiu.com

BERITA TERKINI ``Wakil Ketua DPR Fadli Zon kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dengan melarik sepenggal puisi bernada sindiran. Namun kali ini ada yang tidak biasa dilakukan Fadli yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu: bernyanyi (tetap dengan nada sindiran).

Fadli menyanyikan puisinya berjudul 'Sontoloyo' yang telah digubah oleh Alang. Fadli dan Alang menyanyikan lagu itu bersama Ahmad Dhani.

Fadli Zon mengunggah rekaman lagu tersebut lewat akun Twitter-nya. "Video klip lagu Sontoloyo," tulis Fadli sebagai keterangan video tersebut.

Liriknya memang sama, tapi bedanya dari puisi Fadli Zon adalah tiap bait pada lagu itu dinyanyikan dua kali. Berikut ini kutipan lirik lagu dari puisi Fadli itu:

SONTOLOYO!

kau bilang ekonomi meroket
padahal nyungsep meleset
sontoloyo!

kau bilang produksi beras berlimpah
tapi impor tidak kau cegah
sontoloyo!

kau bilang pengangguran turun
orang cari kerja makin berjibun
sontoloyo!

utang numpuk bertambah
rupiah anjlok melemah
harga-harga naik merambah
hidup rakyat makin susah
kau jamu tuan asing bermewah-mewah

rezim sontoloyo!

Setelah bernyanyi, Fadli kembali berpuisi. Kali ini, puisi yang dibuatnya berjudul 'Ada Genderuwo di Istana'.

Seperti biasa, puisi ini dipublikasikan Fadli lewat Twitter. Berikut puisi yang ditulis Fadli Zon:

ADA GENDERUWO DI ISTANA

ada genderuwo di istana
tak semua orang bisa melihatnya
kecuali yang punya indra istimewa

makhluk halus rendah strata
menakuti penghuni rumah penguasa
berubah wujud kapan saja
menjelma manusia
ahli manipulasi
tipu sana tipu sini

ada genderuwo di istana
seram berewokan mukanya
kini sudah pandai berpolitik
lincah manuver strategi dan taktik

ada genderuwo di istana
menyebar horor ke pelosok negeri
meneror ibu pertiwi

Baik 'Sontoloyo' mau pun 'Genderuwo' sebelumnya dilontarkan Jokowi. Soal 'Sontoloyo' disebut Jokowi ketika bicara soal perpolitikan di Indonesia. Jokowi meminta publik berhati-hati karena masih ada kepentingan yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

"Hati-hati, banyak politik yang baik-baik, tapi juga banyak sekali politik yang sontoloyo. Ini saya ngomong apa adanya saja sehingga mari kita saring, kita filter, mana yang betul dan mana yang tidak betul. Karena masyarakat saat ini semakin matang dalam berpolitik," kata Jokowi.

Sedangkan 'Genderuwo' sebelumnya disebut Jokowi saat pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Jokowi mengatakan saat ini banyak politikus yang pandai memengaruhi. Banyak yang tidak menggunakan etika dan sopan santun politik yang baik. Politikus yang menakut-nakuti itulah yang dia sebut sebagai 'politikus genderuwo'.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar