Ke Pedagang Janji Turunkan Harga, Ke Petani Janji Naikkan Harga, Bagaimana Caranya?


 emaspk3.info


BERITA AKURAT


Menjawab sindiran Jokowi tentang ada orang super kaya yang masuk ke pasar tradisional dan tidak membeli apa pun dan

ketika keluar pasar mengatakan harga barang di pasar tradisional mahal-mahal. Sandiaga uno menanggapi dengan mengatakan bahwa selama ini dirinya rajin blusukan ke pasar tradisional dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.

Hampir seluruh Indonesia akhirnya tahu hasil Sandi menyerap aspirasi dari pedagang di pasar tradisional adalah keluarnya berbagai istilah-istilah yang sangat menghibur macam acara stand up comedy contohnya duit Rp. 100 ribu cuma dapat bawang dan cabe, rambut pete, tempe setipis atm.

Sah-sah saja sebenarnya pada musim kampanye demi mengejar impian menjadi pemimpin negeri semua calon berlomba-lomba menyerap aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat agar menemukan solusi dan jalan keluar bagi setiap permasalah yang terjadi di masyarakat. Janji- janji diumbar setinggi langit, syukur-syukur nanti kalau sudah menjabat ingat akan janjinya.

Dari peredaran Sandi berkeliling hampir ke seluruh pasar tradisional yang ada di Indonesia serapan suara aspirasi pedagang hampir sama yaitu harga-harga mahal sehingga daya beli menurun, harga melonjak tinggi. Sehingga Sandi selalu memberi solusi akan berusaha menstabilkan harga (agar stabil kalau naik harus diturunkan dong),menstabilkan harga sembako, menekan impor.

Seperti halnya sewaktu di Pasar Anyar Kota Bogor, Sandi mengatakan persoalan pasar seharusnya tak hanya menyoal fasilitas dan infrastruktur yang diperbaiki, tetapi juga ada stabilitas dan penyamarataan harga bahan pokok di setiap pasar tradisional di seluruh Indonesia.

"Sebagian besar harga di pasar mahal, kayak tadi di Pasar Anyar, padahal kalau saya lari dari Pasar Anyar ke Istana Bogor tempat Pak Presiden Jokowi itu kurang dari 10 menit lari. Itu menyatakan bahwa harganya mahal. Mereka (pedagang) yang ngomong," kata Sandi ditemui di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/11).

"Ini yang harus diperhatikan soal stabilitas harga dan juga bagaimana agar harga bisa sama rata di setiap pasar," kata Sandi.

Ini PR kita Prabowo Sandi komit memberikan solusi, memberikan jalan keluar. Ibu-ibu di sini.Alternatif kita pastikan harga-harga terjangkau semuanya. Jangan langsung melonjak seperti sekarang.Apalagi sekarang BBM naik, biaya listrik naik. *Kita harus pastikan daya beli masyarakat tetap terjaga itu solusi yang pertama,"sebut Sandiaga.

Satu hal sedikit membingungkan bagi saya sebagai rakyat jelata bila mendengar saran Sandi ke pedagang pasar bahwa Sandi akan menstabilkan harga, menahan lonjakan harga yang katanya mahal agar daya beli masyarakat naik kembali, menstabilkan harga sembako, termasuk akan menekan soal impor dan berjanji akan menekan jumlah angka pengangguran. Tetapi di sisi lain berjanji pula memberi solusi bagi petani untuk menaikkan harga hasil panennya. Kumaha ieu teh? Piye tho iki? Membingungkan bagi saya, barangkali ini ilmu ekonomi model baru.

Sepert halnya saat menanggapi keluhan petani tomat yang harganya anjlok Sandi berjanji akan mencari solusi.

"Ini sungguh ironi. Sangat-sangat merugikan. Dengan harga tomat anjlok seperti ini, bisa membinasakan. Pemerintah harus hadir. Setiap produksi dibeli dengan harga yang layak,"kata Sandiaga Uno.
Kemudian saat Sandi berkeliling di Jawa Timur. Dari pertemuan dengan para petani, dia mengungkapkan semua petani mengeluh rendahnya harga jual, pupuk mahal, serta ketidakhadiran pemerintah dalam masa-masa sulit mereka.

"Di Batu saya bertemu Pak Agus Sayur soal anjlok harga tomat, di Jambuwer Pak Kresna yang juga mengeluhkan turun harga kopi, dan kini para petani tebu di Lumajang. Insyaallah kami akan memperbaiki semuanya, termasuk kontrak politik kepada para petani tebu. Insyaallah kami wujudkan kembali swasembada pangan," kata Sandi.
Bolak balik berpikir kira-kira solusi atau program apa yang cocok diterapkan bila semua aspirasi ini diterima. Ini adalah janji Sandi ke semua masyarakat yang didatanginya. Baik pedagang pasar ataupun petani, kepada pedagang Sandi berjanji akan menurunkan harga dagangannya, kepada petani Sandi berjanji akan menaikkan harga hasil panennya.

Sandi berjanji kepada para petani, jika terpilih nanti bersama Prabowo akan membuat food stasion. Para petani akan menjual hasil produksinya ke tempat tersebut. Di food station itu juga akan disediakan food storage, sehingga hasil produksi pertanian bisa lebih tahan lama.

Apakah nantinya food stasion yang dijanjikan Sandi kepada para petani jika dia terpilih nanti sanggup membeli hasil produksi petani diatas harga produksi?

Permasalahannya hasil panen itu juga kan harus dijual kembali bukan cuma ditimbun. Bagaimana caranya agar harga itu murah sampai ke pedagang dan sudah pasti akan murah juga sampai ke konsumen seperti saya ini. Logika kalau panen berlimpah sudah pasti harga turun, panen sedikit harga mahal. Apakah hasil panen ini yang akan coba diatur, bila berlimpah akan disimpan di gudang, bila kurang akan dikeluarkan, dengan tujuan agar tetap stabil di pasaran. Bila sayur mayur berapa lama kuat di simpan di gudang? Bagaimana bila ada selisih harga dibebankan kepada siapa? Sepertinya saya bertambah bingung.

Tetapi bukankah hal ini harus sungguh dipikirkan sesuai janjinya akan memberi solusi kepada seluruh permasalahan di rakyat jelata?. Jangan hanya sanggup berjanji kepada semua pihak hanya agar terpilih saja. Sungguh saya sendiri ingin sekali bertanya bagaimana Sandi menjawab permasalahan itu. Saya awam soal ilmu ekonomi. Syukur-syukur siapa tahu ada sahabat Seword yang sangat paham masalah ekonomi model begitu. Memberi pencerahan kepada saya mewakili Sandiaga Uno, hehehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar