Puisi Fadli Zon "Sontoloyo" di Balas Sarumpaetisme

www.korankiu.com

BERITA TERKINI ``Wakil Ketua DPR yang juga Waketum Gerindra Fadli Zon kembali membuat puisi. Kali ini dia membuat puisi dengan judul 'Sontoloyo'.

Kata 'sontoloyo' tengah ramai jadi perbincangan setelah Presiden Jokowi mengucapkan kata tersebut. Seakan membalas pernyataan Jokowi yang juga merupakan capres nomor urut 01 itu, Fadli membuat puisi.

Berikut kutipan puisi karya Fadli:

SONTOLOYO!

kau bilang ekonomi meroket
padahal nyungsep meleset
sontoloyo!

kau bilang produksi beras berlimpah
tapi impor tidak kau cegah
sontoloyo!

kau bilang pengangguran turun
orang cari kerja makin berjibun
sontoloyo!

utang numpuk bertambah
rupiah anjlok melemah
harga-harga naik merambah
hidup rakyat makin susah
kau jamu tuan asing bermewah-mewah

rezim sontoloyo!

Puisi Fadli langsung ditanggapi oleh Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira. Dia lantas mengungkit kasus Ratna Sarumpaet.

"Saya nggak percaya sama Fadli Zon, jujur saja. Kemarin seperti kasusnya Ratna Sarumpaet dia membuat pernyataan tak sesuai dengan realita. Saya nggak percaya sama Fadli Zon. Sebagai pejabat publik, kredibilitas Fadli Zon saya ragukan, karna kita semua tau lah mulut busak nya yang tongkosong nyaring bunyinya" kata Andreas kepada awak media POKER88 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Tak hanya Andreas, anggota Dewan Pakar NasDem Taufiqulhadi kemudian menyebut Fadli terjangkit 'Sarumpaetisme'. Namun Taufiq tak menyebut nama Ratna Sarumpaet dalam pernyataannya.

"Pak Fadli Zon terjangkiti sebuah gejala baru yang dikenal dengan nama 'Sarumpaetisme'. Sarumpatisme ini sebuah sikap yang merasa benar sendiri, enggan menerima pandangan orang lain dan untuk memaksa kehadiran pikirannya dalam masyarakat, mau melakukan apa saja. Termasuk berbohong. Inilah yang disebut Sarumpaetisme," ujar Taufiq.

Akhirnya Fadli mendapat balasan berupa puisi yang dibuat oleh Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir. Tanpa memasukkan nama Fadli di karyanya, Inas membuat puisi yang berjudul 'Semprul'.

Berikut kutipan puisi Inas:

SEMPRUL

Kau ini politikus semprul
Seringkali kau sok tahu
Padahal kau kura-kura dalam perahu
Kau berteriak agar nampak garang
Padahal kau mager keluar kandang

Kau ini politikus semprul
Kau bilang asing kuasai Indonesia
Padahal itu kerjaan mantan mertua
Kini direbut jadi milik bangsa
Tapi kau nyinyir bak kakek tua renta

Kau ini politikus semprul
Sontoloyo itu nasihat untukmu
Tapi kau suruh anak buahmu
Ngoceh beras, rupiah dan utang
Padahal dia berpikir pun agak kurang

Puisi balasan untuk Fadli bukan cuma buatan Inas. Ada lagi juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago.

Irma yang juga Ketua DPP NasDem tersebut membuat puisi bertajuk 'Nyinyir Kali Kau Ini'. Berikut kutipan puisi tersebut:

Nyinyir kali kau ini
Tiap hari bikin puisi basi
Macam orang tak sikat gigi
Busuk kali
Dasar sontoloyo kau ini!

Nyinyir kali kau ini
Tiap hari bisanya caci maki
Macam laki-laki nggak punya bini
Selalu cari sensasi
Dasar sontoloyo!

Nyinyir kali kau ini
Tiap hari kritik sana kritik sini
Macam paling pintar sendiri
Tapi tak punya program sendiri
Dasar sontoloyo!

Nyinyir kali kau ini
Tiap hari bikin puisi jual mimpi
Macam orang tak punya prestasi
Selalu bicara ilusi basi
Dasar sontoloyo!

Jahat kali kau ini
Nenek tua kau sutradarai
Seolah habis digebuki
Ternyata cuma fiksi
Dasar sontoloyo kau ini!

Jahat kali kau ini
Nenek tua masuk bui kau tak peduli
Padahal dia sudah bekerja dari kepala sampai kaki
Dasar sontoloyo kau ini!

Macam mana kau ini
Merasa pintar kok gampang dikibuli
Jangan mimpi merebut posisi
Kalau cuma modal puisi dan mimpi

Tak hanya itu, Wasekjen PKB Daniel Johan turut membalas puisi Fadli. Puisi buatan Daniel mengingatkan soal data valid. Begini kutipannya:

Mereka ngaku politisi elite
Tapi tak tahu kondisi data yang valid

Mereka tidak bisa membedakan mana mengkritisi
Dan mana provokasi

Biar rakyat yang membaca
Mana yang asal bicara dan mana yang bekerja

Dan pada akhirnya
Rakyat bahagia karena pembangunan infrastruktur merajalela

Rakyat tenang
Karena bahan pangan tidak goyang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar