Nikita Sindir Fadli: Beraninya Cuma di Twitter, Giliran Dipanggil Polisi Takut


 emaspk3.info


AGEN POKER TERBAIK

 Aktris Nikita Mirzani menyindir Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Menurut Niki, Fadli hanya berani di Twitter saja. Selain itu, Niki juga mempertanyakan kerjaan Fadli selain main media sosial.

Sindiran tersebut ditulis Niki sebagai tanggapan atas cuitan Fadli.

Sebelumnya, Fadli mengunggah satu artikel dari berita online yang berjudul ‘Soal Pidato Jokowi Game of Thrones. Fadli Zon: Pemimpin Lemah, Mengemis Belas Kasihan Negara Besar‘.

Niki pun lantas mengomentari cuitan Wakil Ketua DPR RI tersebut. Aktris kelahiran Jakarta 32 tahun lalu itu mempertanyakan kerjaan Fadli Zon selain aktif di Twitter.

“Yang kuat itu kaya Anda yah. Jarinya gak kelar-kelar ngetwit mulu. Kerjaan anda apa sih selain aktif di Twitter!” tulis Niki di akun @NikitaMirzani.
Tak hanya itu, Nikita juga membandingan Fadli dengan dirinya saat dipanggil oleh polisi. Niki menilai Fadli beraninya cuma di Twitter namun takut dan suka membuat ancaman saat dipanggil polisi.

Niki mengatakaan, bagaimana jika Fadli menjadi dirinya yang sering dipanggil polisi.

AGEN POKER TERBAIK

“Fadli zonk berartinya ngetwit doang, giliran dipanggil polisi takut @fadlizon ngancem-ancem. Gimana jadi gue coba. Alemong,” tulisnya.
Tercatat, Nikita sudah kerap mengomentari unggahan Fadli di media sosial Twitter.

Seperti pada cuitan soal pertemuan IMF-World Bank di Bali. Di cuitan tersebut Fadli menyatakan, seandainya proklamator RI masih hidup, dia akan menangis melihat pemerintah mengeluarkan uang Rp 1 Triliun di tengah warga yang terkena musibah gempa dan Tsunami.

“Kalau Bung Karno masih hidup, saya yakin ia menangis melihat pemerintah menjamu neokolonialis Rp 1 trilyun, sementara banyak rakyat korban gempa tak terurus dan bantuan minim tak ada uangnya,” tulis Fadli Zon di akun Twitter-nya, @fadlizon, Minggu (14/10/2018).

Cuitan itu kemudian dikomentari Nikita. Menurutnya, Bung Karno akan lebih menangis melihat Fadli Zon yang selalu mendengki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar