Gerinda Seakan Akan Ingin Menekan Kepolisian Atas Pernyataan Akan Ada Tersangka Baru Kasus Ratna Sarumpaet

www.korankiu.com

BERITA TERKINI ``Jakarta - Kasus hoax Ratna Sarumpaet ditegaskan polisi tak akan berhenti hanya di status tersangka sang aktivis. Polisi membuka kans adanya tersangka baru di kasus tersebut dan masih kita dalami apabila hasil penyidikan menyatakan demikian. Gerindra meminta polisi tak terburu-buru.

"Semua kemungkinan bisa terjadi, ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan awak media POKER88 di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Di kasus Ratna, total ada 17 tokoh yang jadi terlapor, mulai dari capres Prabowo Subianto yang juga merupakan Ketum Gerindra, Waketum Partai Gerindra Fadli Zon hingga putri Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Hanum Rais. Partai Gerindra tak tinggal diam dan merespons pernyataan polisi dengan meminta aparat tak tergesa-gesa dalam kasus ini.

"Kita juga minta polisi jangan terburu-buru, harus dengan kajian komprehensif. Apabila itu tetap dilakukan polisi, kita juga akan tetap melakukan upaya-upaya yang sesuai prosedur hukum. Kita juga minta, kalau dalam kasus ini polisi bisa cepat, banyak juga perkara-perkara lain yang polisi harus begitu," kata Waketum Partai Gerindra yang juga Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad, Minggu (7/10/2018).

Dasco tak menyoal pernyataan polisi soal kans adanya tersangka baru kasus Ratna. Namun, dia mengingatkan dan memberikan sinyal keras sejumlah hal ke polisi.

"Polisi boleh saja berpendapat begitu, asal mempunyai dasar yang jelas, dan kami tak akan tinggal diam" sebut Dasco.

Senada dengan Dasco, anggota Badan Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman, tak menyoal pernyataan polisi soal tersangka baru kasus hoax Ratna. Namun, Habiburokhman menyebut polisi harus profesional, sebenarnya gak susah kok kan selain tersangka Ratna Sarumpaet yang lain itu hanya korban jadi apa lagi, jelasnya.

Bagi Habiburokhman, terlapor lain dalam kasus Ratna yang dianggap menyebarkan berita hoax tak bisa dikategorikan sebagai penyebar berita. Ini alasan Habiburokhman.

"Kalau mengomentari ya, karena kan statusnya apakah saat berkomentar dia paham apa nggak Ratna bohong. Itu yang paling penting. Kalau dia tidak sadar Ratna berbohong, tentu tak akan masuk sebagai yang ikut menyebarkan," ucap dia.

Polisi Pastikan Penyidik Tak Bisa Diatur

Lalu, apa kata polisi soal respons Partai Gerindra atas kans adanya tersangka baru di kasus Ratna Sarumpaet? Polisi menegaskan mereka independen dan penyidik tak bisa diatur-atur.

"Penyidik tidak bisa diatur, penyidik mau menetapkan tersangka atau penyidik tidak menetapkan tersangka, tidak bisa diatur jadi jangan coba coba mau meyetir atau menekan polisi. Mohon maaf penyidik tidak bisa diatur. Itu untuk kepentingan penyidikan, oh ndak boleh ada.... Nggak bisa," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar