Ahmad Dhani: Yenny Wahid Anak Biologis Gus Dur, Kalau Saya Anak Ideologis





 emaspk3.info


AGEN POKER TERBAIK

 Ahmad Dhani angkat bicara terkait keputusan putri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannubah Ariffah Chafsoh Rahman atau Yenny Wahid, yang menyatakan dukungannya untuk pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Dhani mengaku tak masalah karena dia mengklaim sebagai pecinta Gus Dur.

Musisi yang sekarang berkiprah di Partai Gerindra itu membandingkan dirinya dengan Yenny.
Yenny anak biologis saja, kalau saya anak ideologis,” kata Dhani di Rumah Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jalan Raya Gayungsari Timur Surabaya, Jawa Timur, Minggu (30/9/2018) malam.

Mantan suami dari penyanyi Maia Estianty itu juga mengaku sebagai Gusdurian sejati. Dia menyebut Gus Dur sebelum menjabat Presiden dinilai sebagai figur yang tak pernah mesra dengan penguasa.

“Gus Dur itu tidak pernah mesra dengan penguasa, sementara Mbak Yenny mesra dengan penguasa,” ujar Dhani.
Tak hanya itu, Dhani juga mengaku dekat dengan Nahdlatul Ulama (NU). Dia menyinggung kepengurusannya di Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi), salah satu lembaga di bawah struktur NU.

“Saya pengurus NU di Lesbumi, yang melantik Ketua Umum (Said Aqil Siroj), sampai sekarang belum dicabut (SK-nya),” ujar suami Mulan Jameela itu.

Diketahui, Yenny Wahid telah memutuskan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 nanti. Deklarasi dukungan dibacakan Yenny di Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Jalan Kalibata Timur I No 12, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018) lalu.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirohim, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor 01. Bismilah Presiden Jokowi akan kembali memimpin Indonesia,” kata Yenny.

Deklarasi ini sempat menjadi sorotan lantaran Yenny mengklaim dukungannya ini mengatasnamakan keluarga Gus Dur, meskipun Yenny juga menegaskan bahwa ibunya, Sinta Nuriyah Wahid, tetap bersikap netral.

“Keluarga Gus Dur saya wakili sikap politiknya. Sikap politik sudah diamanatkan kepada saya,” tutur putri kedua mendiang Gus Dur itu.
Tak lama setelah deklarasi itu, kakak dan adik Yenny, menyatakan sikap bahwa keluarga Gus Dur dan para pengikut setia Gus Dur, atau yang disebut Gusdurian, tetap netral.

Melalui akun Twitter, Putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid, menegaskan bahwa Gusdurian tetap tidak berpolitik praktis.
Ini yang benar ya, twips: Barisan Kader Gus Dur sebagi gerakan politik memilih bersama pak Jokowi dan kyai Ma’ruf Amin. Kalau jaringan Gusdurian tetap tidak berpolitik praktis. Kami fokus pada memastikan kehidupan berbangsa memihak pada rakyat,” tulis Alissa melalui akun Twitter-nya, @AlissaWahid, Rabu, 26 September 2018.
Begitu juga dengan Inayah Wulandari Wahid. Putri bungsu mendiang Gus Dur itu menyatakan bahwa dukungan Yenny dan Barisan Kader Gus Dur (Barikade Gus Dur) tidak serta merta membuat Gusdurian ikut mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Teman-teman, yang tadi memberikan deklarasi adalah Mbak Yenny Wahid dan Barisan Kader Gus Dur (Barikade Gus Dur) ya, bukan Gusdurian. Gusdurian sendiri sebagai gerakan kultural tetap netral dan tidak memihak,” tulis Inayah Wahid di akun Twitter-nya, @inayawahid, Kamis, 27 September 2018.
Adapun Barikade Gus Dur adalah satu dari sembilan organisasi yang tergabung dalam Konsorsium Kader Gus Dur yang bersama Yenny Wahid menyatakan dukungannya ke Jokowi-Ma’ruf Amin. Selain Barikade Gus Dur, Konsorsium Kader Gus Dur terdiri atas Gerakan Kebangkitan Nusantara (Gatara), Jaringan Perempuan Nusantara, Forum Silaturahim Santri Nusantara, Forum Kiai Kampung Nusantara, dan Forum Alumni Timur Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar