Keren! Asian Games Bisa Sesukses Ini dan Dipuji Dunia karena Menporanya Bukan Roy Suryo

 korankiu.com


AGEN POKER TERBAIK

Selesai sudah perhelatan akbar, pesta olahraga terbesar ke-dua di dunia, Asian Games.

Asian Games kali ini yang diselenggarakan di dua kota besar di Indonesia, yakni Jakarta dan Palembang telah berhasil menghipnotis siapa saja yang menyaksikannya. Tidak hanya masyarakat Indonesia tapi juga masyarakat dunia.

Salah seorang wartawan dari Hongkong, Nazvi Careem bahkan tidak sungkan-sungkan membuat artikel khusus berisi pujian terhadap kesuksesan penyelenggaraan Asian Games di Indonesia.

Salah satu kalimat menarik dari artikel Nazvi tersebut adalah "Tokyo dan Hangzhou dalam 4 tahun mendatang harus bekerja keras menghimpun imajinasi dan kreativitas kelas dunia jika ingin mengalahkan Jakarta 2018".

Hal ini tidak lepas dari kesaksian Nazvi sendiri bahwa upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 sangatlah megah dan berkelas dunia.

Nazvi menyebut, karena begitu megahnya upacara pembukaan Asian Games 2018, secara tidak langsung ikut mempengaruhi para atlet yang bertanding. Dengan disuguhi tontonan kelas dunia, para atlet merasa bawah dirinya sedang bertanding di sebuah panggung yang spesial dan bergengsi, sehingga memacu mereka untuk lebih berprestasi.

Pembukaan Asian Games 2018 yang menjadi sorotan diantaranya aksi presiden Jokowi mengendarai moge yang biasa dipakai Paspamres, tari Ratoe Jaroe, panggung terbesar hingga pesta kembang api yang mampu menyihir siapa saya yang menyaksikannya.AGEN POKER TERBAIK

Nazvi menilai upacara pembukaan Asian Games 2018 di Indonesia ini telah menjadikan standar baru, bagaimana seharusnya ucapara turnamen olahraga internasional digelar.

Penutupan Asian Games juga tidak kalah menariknya. Meski tidak semegah upacara pembukaan, akan tetapi upaca penutupan kali ini sangat pas. Tidak terlalu berlebihan dalam mengakhiri kesuksesan pertandingan olahraga antar negara-negara Asia selama 2 minggu.

Selain itu, yang menjadi sorotan adalah peran 30 ribu relawan yang ikut mensukseskan Asian Games 2018. Para relawan ini bekerja keras pagi, sore, siang dan malam melayani tamunya dan para atlet yang datang jauh-jauh dari negaranya untuk bertanding di Indonesia, menjawab berbagai pertanyaan, baik itu dari masyarakat Indonesia sendiri maupun dari masyarakat asing, memberi petunjuk jalan, hingga mengoordinasikan bus dengan rapi.

Nazvi menyebut relawan Indonesia adalah "the best of volunteer" dalam suatu penyelenggaraan event olahraga besar, sekelas Asian Games.

Bahkan, Nazvi mengatakan Indonesia sudah sangat layak menjadi kandidat penyelenggara pesta olahraga terbesar sejagat raya, Olimpiade.

Mudah-mudahan pernyataan Nazvi ini dikabulkan Tuhan, Amin.

Pujian lain datang dari para atlet papan atas dunia, seperti Sun Yang, Su Bingtian, Jordan Clarkson, Son Heung-Min dan masih banyak atlet lainnya. Mereka puas dengan acara yang ada.
Bersyukur Roy Suryo tidak lagi jadi Menpora

Pembaca Seword tahu gak kenapa, Asian Games 2018 bisa sesukses ini?

Karena Menporanya bukan Roy Suryo.

Roy Suryo bukan tipe petarung. Mungkin karena terlalu dimanjakan oleh orang tuanya semenjak kecil.

Seandainya Roy jadi Menpora saat ini, bisa saja kacau perhelatan Asian Games 2018, dan prestasi para atlet Indonesia tidak akan sesukses sekarang.AGEN POKER TERBAIK

Roy penganut paham pesimisme. Bagi Roy olahraga Indonesia itu ideal seperti saat dirinya jadi Menpora, minim prestasi dan atlet diminta bersabar karena dana Sea Games saat itu kurang.

Roy tidak yakin Indonesia akan melampaui target, karena mengingat prestasi masa lalunya saat jadi Menpora yang buruk. Di Asian Games 2014, saat Roy jadi Menpora Indonesia hanya mampu meraih 4 medali emas.

Sebenarnya siapa sih om Roy itu? Kura-kura begitu pertanyaannya.

Ia adalah pakar telematika, spesialis membedakan mana film bokep asli dan mana yang palsu.

Saat jadi Menpora dulu, Roy tidak mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2014 dengan matang.

Beda dengan sekarang. Presiden, Kemenpora, panitia penyelenggara dan sukarelawan mempersiapkan diri menghadapi Asian Games dengan matang dan serius, mulai dari infrastruktur hingga suprastruktur.

Buktinya pembangunan fasilitas berkelas dunia dan jumlah perolehan medali melonjak tajam (31 emas, 24 perak dan 43 perunggu), memecahkan rekor perolehan medali terbanyak sepanjang sejarah Indonesia.

Kemudian, perhatian lebih diberikan kepada para atlet, seperti layaknya perhatian seorang pria yang sedang dimabuk cinta kepada sang kekasih.

Atlet yang memperoleh medali emas diberi bonus 1,5 miliar, perak 500 juta dan perunggu 250 juta.

Belum lagi ditambah dengan bonus dari Pemerintah Daerah. Seperti Pemkot Bogor yang memberikan bonus 1 unit apartemen kepada atlet yang berasal dari daerahnya yang berprestasi.

Dan yang menarik para atlet diangkat jadi PNS.

Disaat orang bersusah payah mau jadi PNS, karena harus bersaing dengan ribuan peserta lainnya, para atlet diistimewakan, langsung diangkat jadi PNS.

Hal ini bertujuan agar kesejahteraan para atlet tetap terjamin dan atlet tetap bisa berkontribusi terhadap bangsa dan nagara.

Karena, seperti kata pepatah, "tidak selamanya bintang itu bersinar, ada saatnya redup". Jadi, disaat sedang di atas atau di bawah, kesejahteraan para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa ini tetap terjamin.

Dan tentunya, siapa saja yang berbakat jadi olahragawan, tidak perlu ragu lagi untuk menjadi atlet, karena atlet jaman now bisa juga jadi milarder loh.

Beda banget dengan atlet di jaman Roy Suryo jadi Menpora.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar