Kapal Hantu Berbendera RI Kandas Di Perairan Myanmar

WWW.KORANKIU.COM
BERITA TERKINI ``Angkatan Laut Myanmar menyebut 'kapal hantu' berbendera Indonesia yang kandas tanpa satupun awak kapal di wilayahnya, sempat ditarik oleh sebuah kapal yang memiliki 13 awak asal Indonesia. Namun kapal kargo itu tertinggal setelah kabel yang menghubungkan kedua kapal terlepas.

Seperti dilansir media POKER88, Sabtu (1/9/2018), Angkatan Laut Myanmar yang telah memeriksa kapal kargo bernama Sam Ratulangi PB 1600 itu mengungkapkan temuan kabel yang diyakini sebelumnya menghubungkan kapal tersebut dengan sebuah kapal lain yang menariknya.

Kapal kargo tanpa awak dan tanpa muatan itu ditemukan terombang-ambing di perairan Teluk Martaban, yang berjarak 11 kilometer dari pantai Yangon, Myanmar. Pada Kamis (30/8) waktu setempat, kapal itu kandas di pantai Yangon.

Personel Angkatan Laut Myanmar mengawasi dan menaiki kapal yang dijuluki 'kapal hantu' itu untuk memeriksa situasi di dalamnya. Hasil pemeriksaan itu diungkapkan Angkatan Laut Myanmar lewat akun Facebook resmi mereka.

"Ada dugaan bahwa kapal itu saja ditarik oleh sebuah kapal lainnya setelah dua kabel... ditemukan di bagian haluan kapal," sebut Angkatan Laut Myanmar dalam pernyataannya.

Data radar Angkatan Laut Myanmar menunjukkan pergerakan dua kapal di perairan itu pada Minggu (26/8) dan Senin (27/8) waktu setempat, di area perairan Yangon dan Sungai Sittaung, yang mengarah ke Teluk Martaban. Berdasarkan temuan ini, Angkatan Laut Myanmar menyisir lautan untuk mencari kapal kedua yang sempat terdeteksi radar militer itu.

Ditemukanlah sebuah kapal bernama 'Independence' di perairan berjarak 80 kilometer dari pantai Yangon. Kapal itu dilaporkan membawa 13 anak buah kapal (ABK) yang semuanya berasal dari Indonesia.

Setelah menanyai para ABK kapal itu, Angkatan Laut Myanmar mengetahui bahwa kapal 'Independence' itu berlayar dari Jakarta pada 13 Agustus lalu, sambil menarik kapal kargo 'Sam Ratulangi PB 1600' itu. Kapal kargo rakitan tahun 2001 itu dibawa ke pabrik pembongkaran kapal di Bangladesh.

"Mereka menghadapi cuaca buruk ketika tiba di selatan Sungai Yangon," sebut Angkatan Laut Myanmar dalam pernyataannya. "Kabel yang terpasang pada kapal itu terputus dan kapal terombang-ambing mengikuti gelombang lautan dan sulit untuk melanjutkan perjalanan," imbuh pernyataan itu.

Diketahui bahwa kapal-kapal tua dan tidak layak untuk berlayar, seringkali dibawa ke Provinsi Chittagong, Bangladesh, yang menjadi lokasi industri pembongkaran kapal yang berkembang pesat tapi kontroversial. Penyelidikan terhadap temuan kapal kargo ini terus berlanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar