Jakarta ada Gabener, Sumut ada Galakbener !mereka ber 2 gubernur yang salah pilih

 korankiu.org


AGEN POKER TERBAIK 
Ada sebuah komentar yang penulis dapatkan dari postingan artikel penulis yang berjudul Edy dan Anies adalah Gubernur Salah Pilih. Penulis tertawa terbahak-bahak sampai kumis penulis bergoyang-goyang dan bergetar tidak karuan.
Seorang netizen menulis bahwa di Jakarta ada gak bener, di Sumatera Utara ada galak bener. Gabener dan galakbener adalah intonasi penulisan puitis yang supra logika.

Benar-benar membuat penulis ternganga dan tercengang. Gabener adalah natur dari Anies Baswedan. Kenapa gabener? Karena tindakannya memang begitu. Kenapa galakbener? Karena ya memang kelakuannya bikin orang ketakutan.

Anies yang Gak Bener

Anies Baswedan adalah gubernur yang paling buruk dan paling membuat warga DKI Jakarta nelangsa, sengsara dan kena banjir.

Banyak sekali ketidakbenaran yang dilakukan oleh Anies dari hari pertama ia menjabat di DKI Jakarta, sampai sekarang. Bukan hanya hari pertama ia menjabat, bahkan sebelum-sebelumnya ia menjabat.

Anies ini melakukan tindakan-tindakan lucu nan konyol. Tapi ketika ia disalahkan, ia malah ngeles dan mengkambinghitamkan warga Jakarta dengan mudahnya. Bayangkan saja kritikan mengenai polemik tiang bambu saja bisa disebut sebagai ulah residu Pilkada.

Residu itu kan sampah ya? Jadi maksudnya ulah sampah pilkada? Siapa sampah pilkada? Warga Jakarta yang masuk ke tim Jkt-42? Anies berani menghina JKT-42?

Ketidakbenaran Anies itu tergambar selama berbulan-bulan ia ada di Jakarta. Apa yang ia kerjakan hanyalah blunder, blunder dan blunder. Ia tidak bisa menjadikan Jakarta sebagai rumah untuk semua. Jakarta bukan lagi rumah untuk semua.

Sebenarnya penulis tidak tahu seberapa tidak benarnya Anies ada di Jakarta. Penulis tidak terlalu banyak berada di Jakarta. Jadi ada dua kemungkinan.

Pertama, Jakarta tidak separah dari apa yang penulis pikirkan. Kedua, Jakarta lebih parah dari apa yang penulis bayangkan di dalam benak.

Mau tahu apa saja blunder Anies di Jakarta? Mari kita simak beberapa saja. Banjir makin parah, tapi masih mau mengandalkan vertical drainage.

Luar biasa sekali kan? Banjir di Jakarta itu bukan karena hujan. Tapi banjir di Jakarta itu karena letak ketinggian Jakarta itu ada di bawah permukaan laut. Jadi kalau tidak ada pompa, ya rusak lah.

Kemudian penulis juga membaca berita, Anies membiarkan sampah berserakan di Jakarta dan Teluk Jakarta, bahkan di Kepulauan Seribu juga menumpuk dan menjadi sarang penyakit.

Ini adalah ketidakbenaran Anies dalam memimpin. Anies juga mencium obor, yang dikira piala. Ya.

Dengan ini saja, Anies layak mendapatkan gelar gakbener.

Edy yang Galak Bener

Edy Rahmayadi ini adalah sosok gubernur yang galak bener. Dia sebelum menjadi gubernur, adalah seorang Pangdam yang benar-benar tidak jelas. Dia pernah mendatangi dan menggertak pengungsi Ramunia mengenai tanah yang mereka tinggalkan.

Bahkan di dalam arogansi yang dikerjakan Edy yang galakbener itu, ia memukul lengan pengungsi Ramunia sampai dia terdiam. Mata Edy melotot, mengintimidasi, meneror warga yang melakukan demonstrasi di depan gedung DPRD Medan.

Makian pun dilontarkan oleh Edy Rahmayadi. Ia memaki pengungsi, yang adalah warga negara Indonesia dengan makian ”SETAN!!!!. Ini adalah makian yang paling menghina. Bukan binatang lagi, tapi SETAN. Kurang ajar sekali. Sebagai tentara pada saat itu.

Kita mengira bahwa ia sudah bertobat dan melepaskan kegalakan yang ia galakkan dengan menjadi gubernur, pelayan rakyat. Akan tetapi ternyata tidak. Ia sudah dua kali kedapatan mengintimidasi warganya.

Kejadian pertama, Edy kedapatan mengintimidasi remaja pendukung PSMS Medan yang ketahuan menggunakan flare. Ia menempeleng.

Katanya sih sentuh saja. Tapi sentuhan itu benar-benar cepat, keras dan mengagetkan. Masih mengatakan itu adalah sentuhan? Kalau begitu, sini tak sentuh juga.

Kejadian kedua, Edy juga kedapatan mengusir seorang ibu-ibu yang sedang mendemo di depan balai kota Medan. Ibu-ibu itu tidak memerhatikan Edy yang sedang bicara. Edy menyuruh ibu berdiri dan keluar dari kerumunan.

Lantas ibu itu tidak bisa berbuat apa-apa. Orang kecil kasihan dihina seperti itu. Kenapa Edy bisa searogan itu? Penulis punya satu tebakan.

Karena mentalitas Edy ada yang salah. Ada yang salah dengan orang ini. Kasus PSSI pun ditanggapinya dengan sangat tidak benar.

Wartawan: Kenapa ayam kakinya dua?

Edy: “Apa urusan Anda menanyakan itu pada saya? Apa hak Anda untuk menanyakan itu pada saya?”

Anies: “Ini urusan keberpihakan. Ayam itu kakinya dua karena dia pendukung Prabowo. Kalau kakinya satu dia pendukung Jokowi, yang memecat saya waktu jadi menteri pendidikan. Kalau kakinya tiga, maka nanti jadinya dia pendukung Anies Sandi yang gak bener itu”

SBY: “Tentu saya bisa jelaskan…”

Prabowo: “Yang nanya itu Jakarta Post atau Kompas? Kenapa wartawan Kompas bisa ada di sini?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar