Bola Panas Dari Ustad Abdul Somad

 korankiu.com

AGEN POKER TERBAIK
Setelah sekian lama tidak terdengar kejutan dari Ustad Abdul Somad (UAS), tiba-tiba kita dikejutkan dengan postingan di Instragramnya tentang adanya ancaman, pembatalan, intimidasi dan lain-lain terhadap dakwahnya. Akibatnya, dia membatalkan janji di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

“Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti Grobokan, Kudus, Jepara dan Semarang. Beban panitia yang semakin berat. Kondisi psikologis Jemaah dan saya sendiri. Maka, saya membatalkan beberapa janji di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta:”

”1. September di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, Kediri”

”2. Oktober di Yogyakarta”

”3. Desember janji dengan Ustaz Zulfikar di daerah Jawa Timur”

Adanya ancaman dan intimidasi serta pembatalan terhadap acara keagamaan UAS kali ini memang cukup mengherankan dan menimbulkan banyak pertanyaan serta memunculkan beragam argumentasi dan asumsi liar siapa saja yang mengetahuinya.

Siapa yang mengancam, mengintimidasi dan membatalkan? Kita tidak tahu, karena UAS sendiri tidak memberikan informasi. Menurut pengalaman, penolakan terhadap UAS pernah terjadi di Bali oleh warga setempat.

Maka sudah waktunya UAS didesak agar menjelaskan pihak yang melakukan pengancaman, pengintimidasian, serta pembatalan. Agar tidak terjadi asal tuduh. Yang benci pemerintah langsung menuduh pemerintah yang melarang dan menyalahkan sekaligus. Yang benci Banser, langsung menuduh Banserlah pengancam. Yang benci PDIP, karena katanya daerah-daerah tersebut adalah kantong-kantong suara PDIP, langsung menuduh pengancaman dan intimidasi dilakukan pihak PDIP.

Tuduhan, asumsi dan penafsiran orang tidak bisa dibatasi karena tergantung dia memihak siapa. Tanggapan seseorang akan bergantung pada informasi yang diterimanya, yaitu dari UAS. Maka UAS adalah orang paling bertanggung jawab terhadap asumsi liar dan tuduhan-tuduhan serampangan pengikutnya atau Siapa saja yang mendengar informasi itu.

Kenapa UAS diancam, diintimidasi dan dibatalkan? Kita juga tidak tahu. UAS sendiri tidak memberi informasi soal itu. Lagi-lagi harus memancing penafsiran dan asumsi liar publik. Yang jelas orang tahu bahwa UAS seorang pendakwah. Masak iya dakwah ditolak di negara mayoritas Islam? Itu tidak mungkin.

Yang mungkin adalah penolakan terhadap isi dakwah, seperti yang sudah terjadi di Bali sebelumnya UAS ditolak karena track record dakwahnya yang mencederai perasaan orang lain yang belum tentu melakukan kesalahan seperti yang dimaksudkan UAS. Misalnya, mengejek rupa Rina Nose, membandingkan kafir dengan anjing, serta menganggap orang lain sesat. Jadi bukan dakwahnya, melainkan isinya.

Penolakan terhadap UAS juga mungkin dapat saja dihubungkan dengan beberapa tausiahnya yang mendukung khilafah dan teroris. Di suatu pidato dia pernah menyatakan bahwa penyelesaian suatu masalah bangsa hanya dengan khilafah – seperti pada video setelah paragraph ini, sistem pemerintahan Islam, yang sangat erat hubungannya dengan HTI, yang sudah dibubarkan di Indonesia beberapa waktu lalu. Maka kalau mengacu pada anggapan bahwa UAS ditolak karena dukungannya terhadap HTI, bisa saja penolak dakwahnya adalah nasionalis religius. Bisa saja.AGEN POKER TERBAIK

Hal sama juga termasuk terhadap isi dakwahnya yang menghalalkan bom bunuh diri seperti apa yang dilakukan para teroris di Suriah dan Afganistan. Seolah mau mengatakan bahwa bom bunuh diri adalah bagian dari jihad, jalan suci menuju surga. Sehingga mungkin saja bahwa penolaknya adalah nasionalis religius. Karena hanya nasionalis religius saja yang paham betul maksud isi dakwah UAS soal bom bunuh diri.

Hanya saja, adalah sesuatu yang baru bila ada ancaman, intimidasi dan pembatalan sepihak. Sebab sudah lama kita tidak mendengar adanya penolakan terhadap UAS. Bahkan beberapa hari yang lalu, MPR juga mengundang dia. Di berbagai tempat, di mana ada penolakan, UAS juga tetap melaksanakan tausiah dengan pengawalan dari kepolisian. UAS juga pernah berpidato di hadapan Menteri Susi. Jadi adalah sangat mengherankan dan mengejutkan tak angin tak ada badai tiba-tiba ada ancaman dan intimidasi.

Selama dakwah tidak mengancam keamanan negara dan tidak mencederai hati orang lain, saya kira tidak pantas untuk ditolak. Karena dakwah itu hal positif. Saya kira kegiatan seperti itu adalah sesuatu yang baik bagi perkembangan iman. Maka untuk itu UAS perlu menjelaskan kepada publik soal ini. Kepolisian juga sebaiknya mengikuti langkah Kemenag untuk mendalami ancaman, intimidasi dan pembatalan dakwah UAS. Kalau benar ada ancaman dan intimidasi maka pengancam itu harus diproses hukum. Kalau tidak benar ada ancaman dan intimidasi, UAS juga harus diproses hukum.

Kalau bisa masukan kepada UAS. Kalau ada ancaman, intimidasi, dan pembatalan oleh pihak-pihak tertentu, maka sebaiknya dilaporkan kepada pihak berwajib agar segera di tangani, bukan malah curhat di medsos. Apalagi sebagai seorang pemuka agama UAS seharusnya tahu bahwa informasi tidak lengkap dapat menimbulkan fitnah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar