Gunakan Mikrofon Pesawat, Neno Warisman Bisa Diancam 1 Tahun Penjara


 emaspkr.com


AGEN POKER TERBAIK

Neno Warisman bisa terancam hukuman satu tahun penjara denda Rp 500 juta lantaran sempat menggunakan mikrofon yang biasa dipakai kru pesawat terbang di Pekanbaru, Riau, akhir pekan lalu.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai, apa yang dilakukan Neno di pesawat telah melanggar Undang-undang (UU) Penerbangan.
Atas dasar itu, IPW mendesak kepolisian, khususnya Polda Riau, segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Neno Warisman harus dipanggil untuk diperiksa secara hukum,” kata Neta, Selasa (28/8), seperti dikutip JPNN.

Neta menambahkan, kasus tersebut tidak boleh dibiarkan karena bisa menjadi contoh buruk bagi pihak lain untuk menguasai pesawat terbang, yang ujung-ujungnya bisa mengancam keselamatan penerbangan.

Menurut Neta, aksi yang dilakukan salah satu pentolan gerakan #2019GantiPresiden itu telah melanggar Pasal 344 ayat A UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Dalam pasat itu disebutkan, Setiap orang dilarang melakukan tindakan melawan hukum (acts of unlawful interference) yang membahayakan keselamatan penerbangan dan angkutan udara, berupa menguasai secara tidak sah pesawat udara yang sedang terbang atau yang sedang di darat.
Dan di Pasal 425 disebutkan ancaman hukumannya, yakni satu tahun penjara atau denda Rp 500 juta. Sedangkan Pasal 321 menegaskan, personel penerbangan yang mengetahui terjadinya penyimpangan atau ketidaksesuaian prosedur penerbangan bisa dikenakan sanksi, antara lain pencabutan lisensi terbang.

“Untuk itu Polda Riau perlu segera mengusut kasus ini dengan tuntas, apakah Neno Warisman menguasai mikrofon pesawat itu seizin kru pesawat atau tidak,” ujar Neta.

Jika tidak, kata Neta, Neno harus diproses hukum hingga ke pengadilan.

Namun jika ternyata sudah mendapat izin, maka kru pesawat yang memberi izin itu yang harus segera dicabut lisensi terbangnya.
“Pihak-pihak yang terlibat kasus ini harus segera dipanggil dan diperiksa polisi. Jika mereka tidak menghadiri panggilan penyidik, Polda Riau bisa melakukan jemput paksa,” ucap Neta.

IPW berharap Polda Riau bersikap tegas dalam menyikapi kasus penguasaan pesawat terbang ini dan penyidik kepolisian jangan takut pada siapa pun.
Sikap tegas Polri diperlukan agar anggota masyarakat patuh hukum dan tidak bersikap seenaknya dalam mengganggu kepentingan umum, terutama keselamatan penerbangan.

“IPW juga berharap tokoh-tokoh masyarakat tidak bersikap arogan dan merasa sok penting untuk menguasai penerbangan, yang bisa mengganggu keselamatan penerbangan,” pungkasnya. (boy/jpnn)
Sebelumnya, saat hendak menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau, Neno sempat mendapat aksi pengadangan sejumlah orang di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Karena aksi tersebut, pihak kepolisian akhirnya memutuskan untuk memulangkan Neno dari Pekanbaru.

Di pesawat, Neno ternyata sempat menggunakan mikrofon awak kabin untuk minta maaf dan menjelaskan pengadangannya itu.
Momen itu direkam oleh sejumlah penumpang, salah satunya ditampilkan oleh TVOne. Dalam video tampak Neno menggunakan mikrofon yang biasanya digunakan awak kabin atau pramugari untuk memberi pengumuman.

Neno berdiri di depan para penumpang lain. Menggunakan mikrofon, dia meminta maaf pada penumpang pesawat karena penerbangan jadi terhambat.

“Pada bapak ibu dan semuanya yang jadi terhambat perjalanannya tadi, izinkan saya untuk minta maaf yang pertama walaupun bukan kesalahan saya,” ucap Neno.

Dia kemudian meminta izin untuk menjelaskan pengadangan yang terjadi. Neno menceritakan bahwa begitu dia mendarat, dia kemudian masuk ke mobil yang sudah disiapkan.

“Aparat meminta saya untuk masuk ke ruangan yang mereka inginkan. Saya karena sudah ditunggu mobil, jadi saya masuk ke mobil yang menjemput saya,” ucapnya.

“Lalu berlangsunglah drama demi drama,” imbuh Neno.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar