Ustadz Jadi-jadian Yang Mencoreng Citra Ustadz Sebenarnya


 emaspkr.com


AGEN POKER TERBAIK

Entah pertanda apa, pada momentum yang hampir bersamaan, Tuhan kembali menunjukkan kualitas keislaman dari orang-orang yang selama ini distempel ustadz dan dipromosikan sebagai bagian dari ulama oleh segerombolan orang pengikutnya.Poker88

Bachtiar Nasir (BN) dan Hannan Attaki (HA) adalah dua orang publik figur yang karena selalu berbicara tentang teks-teks agama di hadapan kamera media, maka orang-orang yang terpengaruh kemudian menyebut keduanya sebagai ustadz dan selanjutnya terus mengekor di belakangnya.Poker88

Saya menyebut kedua publik figur tersebut sebagai ustadz jadi-jadian karena bagi saya kriteria ustadz yang sebenarnya tidak tercermin dalam prilaku keduanya. Bahkan dengan adanya beberapa kasus tentang mereka yang sempat menjadi bahasan publik makin menunjukkan bahwa mereka sebenarnya hanyalah ustadz bagi segelintir orang di sekelilingnya, sementara bagi kebanyakan orang, kedua orang tersebut dianggap tak jauh beda dengan aktor atau aktris pemeran drama, sinetron, ataupun film yang dilandasi mencari keuntungan materi, bukan menyampaikan pesan-pesan dalam agama.Poker88

Pada awal tahun 2017, Bachtiar Nasir sempat menghebohkan media karena diduga menyelewengkan dana ummat ke kelompok teroris di Suriah melalui Yayasan Bantuan Kemanusiaan Indonesia (Indonesian Humanitarian Relief/IHR Foundation). Bermula dari beredarnya foto kardus bantuan bertuliskan IHR yang ada di gudang milik pemberontak Suriah yang dilanjutkan penyelidikan oleh pihak kepolisian dan menemukan aliran dana dari BN ke Turki yang juga disinyalir mengalir ke pemberontak di Suriah.

Dengan adanya kasus tersebut, setidaknya ada indikadi bahwa BN bukanlah seorang yang amanah. Sementara prilaku amanah adalah syarat mutlak bagi seorang ustadz.Poker88

Selain itu ada banyak kasus lain yang cukup menghebohkan publik dan meresahkan masyarakat. Yang terkini, Kapolri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa BN telah menyampaikan berita bohong karena menyatakan pendapatnya ke publik bahwa Tito mendukung penerapan konsep Khilafah di Indonesia. Suatu hal yang sangat sensitif dan bisa berakibat fatal jika hal ini terus berkembang menjadi opini publik. Karena itulah Tito juga berencana akan melaporkan BN ke aparat kepolisian.Poker88

Meski kasus ini belum diproses secara hukum dan belum membuktikan bahwa BN melakukan kebohongan, tapi yang jelas reputasinya semakin merosot, dan mau tidak mau BN telah mencoreng nama baik profesi ustadz dengan sembarangan mengungkapkan sesuatu yang belum jelas ke publik. Yang tak kalah penting dari kasus ini Tuhan telah menunjukkan kualitas keilmuan dan keislaman seorang BN dalam memahami pembicaraan seorang Tito Karnavian. Karena dalam Islam, anjuran membaca (iqra') atau memahami segala yang dilihat, didengar, dan dirasakan sangat diutamakan sebelum dikemukakan kepada orang lain.Poker88

Ustadz jadi-jadian berikutnya adalah Hannan Attaki. Sebagai publik figur yang di depan namanya ditempeli gelar ustadz oleh pengikutnya, HA telah melakukan tindakan konyol dengan mengemukakan pendapat tentang wanita solehah yang berciri berat badan di bawah 55 KG dan tanpa ada rujukan yang jelas. Kekonyolan itu dilakukan oleh HA dalam sebuah rekaman video yang dipublikasikan. Karena itulah kemudian ia mendapatkan banyak respon negatif dari Netizen yang secara tidak langsung juga telah menelanjangi kedangkalan pemahaman agamanya.Poker88

Netizen yang merespon negatif bisa saja berasal dari wanita-wanita muslim yang tersinggung karena rekaman video HA yang beredar di media sosial mengkriteriakan wanita sholehah dari ukuran berat badan di bawah 55 kilogram. Secara tidak langsung ia pun telah menyampaikan pesan bahwa wanita yang berat badannya di atas 55 kilogram adalah wanita yang tidak sholehah. Sementara di sisi lain HA tidak mengungkapkan rujukan dari sumber hukum yang semestinya digunakan. Karena itu wajar jika kemudian dirinya mendapat respon yang negatif.Poker88

Kasus-kasus yang menimpa kedua ustadz jadi-jadian seperti tertulis di atas memberikan pelajaran berharga bagi kita semua selaku pemerhati bahwasanya menjadi seorang ustadz tidak cukup hanya dengan menghafal teks-teks yang ada di dalam kitab suci dan sumber-sumber hukum lainnya. Yang lebih penting sebelum mengemukakan pendapat adalah memahami secara komprehensif teks berikut konteks yang ada baik di dalam sumber hukum agama maupun dari pendapat orang lain yang secara langsung kita dengar. Demikian pula sebelum berbicara kepada orang lain, lebih-lebih akan mengungkannya ke publik. Memahami materi yang akan kita sampaikan dan memahami orang lain atau publik yang akan menerima materi kita adalah syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Terlebih bagi mereka yang sudah terkategori sebagai ustadz.Poker88

Sebagai penutup tulisan, secara khusus saya menyampaikan pesan kepada BN dan HA bahwa dibalik peristiwa yang menimpa anda berdua dan beberapa publik figur serupa lainnya, saya mendapatkan pesan dari menulis artikel ini bahwa dengan mewabahnya ustadz-ustadzan di TV yang bertarif tinggi telah mempengaruhi kualitas dan menggeser visi misi ustadz yang sebenarnya, minimal di mata pemirsa dan netizen yang ikut menyaksikan. Karenanya harus ada evaluasi lagi kedepan agar bisa kembali pada fungsi yang sebenarnya, dan kami semua akan sama-sama menyaksikan kelanjutan ceritanya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar