Ledakan pertama di Pasuruan akibat bom dikira mainan oleh anak pelaku


 emaspkr.com


AGEN POKER TERBAIK 

Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin mengungkap asal muasal ledakan pertama yang terjadi di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/6) kemarin. Rupanya, bom ikan itu dikira mainan oleh anak Anwardi, penghuni sekaligus pelaku yang kini diburu polisi.Poker88
"Hasil pengamatan polisi, ledakan pertama itu terjadi dengan sendiri. Sepertinya bom itu sempat dibuat mainan (dikira mainan), dan akhirnya meledak," ujar Machfud dalam keterangan resminya seperti dikutip merdeka.com dari Liputan6.com, Jumat (6/7).

Beruntung, bom tersebut mempunyai daya ledak rendah, meski suara yang dihasilkan cukup membuat warga sekitar kocar-kacir.Poker88
"Ledakan rendah meskipun suaranya kencang. Piring dan gelas di dekatnya tidak pecah. Hanya kaca jendela dan sebagian plafon runtuh. Itulah kenapa kami sebut bom ini berdaya ledak rendah," kata Machfud soal bom Bangil Pasuruan.

Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun menjadi satu-satunya korban dalam insiden ledakan di Pasuruan, Jawa Timur. Bocah malang tersebut merupakan anak dari Anwardi, pelaku ledakan.

Kini, ia harus menanggung akibat perbuatan si ayah yang nekat merakit bom di dalam rumah kontrakannya. Bocah yang belum diketahui namanya itu tengah berjuang melawan rasa sakit akibat luka bakar yang dialaminya.Poker88
Ia masih dirawat secara intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.
Sakit kian menjadi manakala sang bocah terjaga.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin menuturkan korban menderita luka bakar pada bagian wajahnya. Kakinya juga robek.Poker88
"Tadi saya njenguk, dia sudah bangun. Dia nangis karena kesakitan. Lukanya ada di wajahnya dan kakinya, akibat ledakan yang sudah berhasil kita identifikasi. Bahwa ledakan itu yang tidak terlalu besar atau termasuk low explosive," kata Machfud, usai menjenguk korban.
Bersama Soekarwo Gubernur Jatim dan Mayjen TNI Arif Rahman Pangdam V/Brawijaya, Machfud mengunjungi korban ledakan bom Bangil Pasuruan yang dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara karena tiga rumah sakit tidak mampu menanganinya, Kamis (5/7/2018) malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar