Akan Kecam Jokowi, SBY Waras?


 emaspkr.com


AGEN POKER TERBAIK 

Strategi. Saya sangat yakin Susilo Bambang Yudhoyono tahu apa itu strategi. Dalam militer strategi adalah penentu kemenangan dalam peperangan. Dan SBY adalah mantan militer dengan pangkat Jenderal. Sang pembuat strategi kalau ada peperangan. Strategi yang jitu dan brilian akan menentukan kemenangan. Strategilah yang dipakai SBY untuk mengalahkan Mega pada pilpres 2004.Poker88

Licik. Saya lebih memilih kata itu untuk mengambarkan strategi SBY pada pilpres 2004. Strategi yang licik. Oleh sebab itu jika kini SBY akan mengecam Jokowi jika beliau mengumumkan cawapresnya pada detik-detik akhir pendaftaran, maka SBY menjilat ludahnya sendiri.Poker88

Saya hanya tidak terima Jokowi akan dikecam karena strateginya. Dan menurut saya strategi pak Jokowi itu tidak melanggar etika politik. Karena masing-masing tentu sudah punya strategi untuk menang. Nanti saya jelaskan kenapa saya tidak terima. Sekarang saya mau tunjukan betapa liciknya secara etika politik SBY pada pilpres 2004.Poker88

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan atau Menko PolKam. Itu adalah jabatan SBY pada pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri. Jabatan menko PolKam itu adalah saksi bisu perjuangan dan persiapan SBY untuk mengarungi pilpres 2004. Ya, SBY berniat maju menantang Mega dalam pemilihan presiden 2004.Poker88

Benar. Ketika masih jadi menko Polkam SBY sudah menyusun persiapan kampanye pilpres. Kelicikan SBY ini kemudian memutus hubungan antara Mega dan SBY hingga kini. Mega tak pernah sudi bertemu SBY.

Kala masih menjadi Menko Polkam, SBY berulangkali meminta kejujuran SBY apakah akan ikut mencalonkan diri maju dalam kontestasi pilpres 2004. Tetapi sebanyak itu pula SBY menjawa tidak.Poker88

Desas-desus soal SBY akan maju pada pilpres 2004 sebenarnya sudah didengar Mega. Itulah sebabnya beberapa bulan hubungan keduanya memanas. Situasi itu dimanfaatkan SBY untuk mengelabui rakyat bahwa Mega menzolimi SBY. Kini kita melihat bahwa strategi dizolimi adalah ciri khas SBY.Poker88

Akhirnya terbukti. SBY mengirimkan surat pengunduran dirinya sebagai menko Polkam pada detik-detik terakhir. 2 hari setelah itu SBY langsung berkampanye di Banyuwangi dan disambut meriah. SBY diam-diam telah mempersiapkan semuanya. Begitu mundur dari jabatan menteri SBY langsung tancap gas berkampanye di mana-mana. Apakah ada etika politik dalam sikap dan strategi SBY ini? Suatu etika politik yang dia minta dari Jokowi saat ini.
Poker88
Untuk mengambarkan betapa liciknya SBY yang menikam Mega dari belakang, baik saya kutipkan saja apa yang ditulis Prof. Dr. Tjipta Lesmana soal SBY. Selain dari agar tulisan ini tidak disebut hoax dan menguatkan fakta yang sudah menjadi rahasia umum, juga saya agak mual membayangkan orang yang menjilat kembali ludahnya sendiri, juga persis seperti Anies. Mending kalau ludahnya itu jatuh di keramik bersih. Ini jatuh di kloset kotor. Dalam hal tulisan ini, Busuk kau SBY.Poker88

“Menurut Prof Dr Tjipta Lesmana, SBY adalah politisi yang lihai. Bahkan dia menilai, 'konflik' SBY dengan Mega semata-mata konflik yang direkayasa sendiri oleh SBY.

Dalam bukunya yang bertajuk Dari Soekarno Sampai SBY Intrik & Lobi Politik Para Penguasa, di halaman 307 pengamat politik ini menilai bahwa konflik SBY-Mega yang dimulai pada 2004, sengaja dipelihara, kemudian di-blow up pada timing yang tepat dengan memanfaatkan media massa. Tujuannya untuk menarik simpati publik.

Kubu Megawati, tanpa sadar, digiring masuk perangkap, karena tidak jeli melihat permainan politik SBY yang cantik ini. Hal ini terutama tercermin dari ucapan-ucapan yang keluar dari kubu Megawati.
Poker88
Dalam konflik Mega-SBY, SBY berhasil menciptakan opini publik bahwa ia telah dizalimi oleh Mega; Mega dipojokkan sebagai pemimpin yang telah bertindak sewenang-wenang terhadap pembantunya, SBY. "Dan SBY pun berhasil gemilang "mengibuli" media massa, sedemikian rupa akhirnya mayoritas media massa berpihak kepada SBY," tulis Prof Tjipta.

Akibat dari strategi ini, begitu SBY terjun berkampanye, sambutan massa pun gegap gempita. "Rakyat seolah-olah menyambut seorang pahlawan yang baru saja dizalimi oleh penguasa otoriter bernama Megawati Soekarnoputri!"tulis Prof Tjipta.

Menurut Prof Tjipta, bukti bahwa SBY memelihara konfliknya dengan Megawati hingga saat-saat terakhir tampak dari pernyataan-pernyataan dan dua pucuk surat yang dikirimkan SBY kepada Presiden Megawati. Surat pengunduran dirinya sengaja dikirim pada saat yang kritis. Dan hanya 2 hari setelah mundur, SBY kampanye di Banyuwangi untuk Partai Demokrat, lalu keliling Nusantara untuk kampanye.

"Apakah kampanye di Banyuwangi pada 13 Maret (2004) hanya suatu koinsidensi? Mustahil! Jadwal kampanye itu pasti sudah dibuat jauh hari sebelumnya, ketika SBY masih "disibukkan" oleh perseteruannya dengan Megawati, ketika SBY masih beretorika "untuk mengkonsultasikan dan menemukan solusi sebetulnya pelaksanaan tugas saya sebagai Menko Polkam" (surat SBY pada Mega, 9 Maret-red)..." tulis Prof Tjipta di halaman 308.Poker88

Selanjutnya Prof Tjipta menulis: "In restrospect, wajar kalau Megawati benci, bahkan benci setengah mati pada SBY. In restrospect pula, Megawati kemudian pasti sadar sesadar-sadarnya bahwa ia telah dijebak oleh SBY. Itulah sebabnya kenapa SBY tidak pernah mau terbuka ketika ditanya kesiapannya mencalonkan diri dalam Pemilu 2004. Ia memilih timing yang tepat untuk mendeklarasikan pencalonan dirinya, yaitu ketika opini publik sudah memvonis Megawati sebagai presiden yang telah memperlakukan salah satu menterinya, Menko Polkam, secara tidak adil dan sewenang-wenang yaitu me-nonjob-kan SBY selama berbulan-bulan."*
Pahamkan betapa liciknya SBY kalau itu. Lalu sekarang SBY teriak akan mengecam Jokowi jika beliau mengumumkan Cawapresnya last minutes. Sehat otakmu pak Bro? Sekarang saya jelaskan kenapa saya tidak terima jika SBY akan mengecam Jokowi soal ini.

Jangankan akan mengecam. Berfikiran untuk mengecam saja seharusnya SBY tidak boleh melakukannya. Apapun alasannya.

“kalau cawapresnya ditentukan jelang las minutes pendaftaraan maka koalisi akan terkunci, mereka tak bisa menolak walaupun mereka berdalih tidak tahu”. Line up tim sepak bola aja ditentukan menit-menit terakhir sebelum bertanding. Tetapi pelatih sudah siap dan menyiapkan tim dengan baik. Itu adalah strategi. Dan tak pernah sekalipun saya mendengar tim lawan protes akan hal ini. Karena masing-masing tim tentu sudah menyiapkan diri. Jadi itu adalah protes yang tidak masuk akal. Seharusnya Plan b Plan c Plan d sudah disiapkan untuk mengantisipasi hal itu. bukannya malah protes. Dodol!!Poker88

“pak SBY mengatakan dalam koalisi seharusnya ditumbuhkan chemestry saling percaya, bukan mengunci seperti itu,” ungkap Imelda dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2018) Seharusnya chemestry ditumbuhkan jauh hari. Bukan detik-detik terakhir. Orang nikah aja, pake acara pasaran bro. Tujuannya ya itu, untuk menumbuhkan chemestry. Bukan baru kenal langsung nikah. Itu memang berisiko. Tapi itukan urusan loe. Ngapain gak numbuhin bulu ketek, eh, chemestry jauh-jauh hari. Salah siapa kalau ada anak sekolah gak lulus ujian karena gak belajar jauh-jauh hari. Yang dilakukannya malah keluyuran aja. Belajarnya pas besok mau ujian. Sama kayak oposisi. Sibuknya nyinyir terus. Gak mau menumbuhkan chemestry. Giliran yang disalahkan Jokowi. Kan Asudahlah...Poker88

Imelda menerangkan bawah SBY menekankan bahwa Jokowi seharusnya memperhatikan etika dalam berkoalisi dimana tidak boleh menipiskan peluang partai memajukan kadernya menjadi capres atau cawapres. Etika? Mabok lu tong? Mana etika loe saat pilpres 2004? Malah main belakang loe ya. Sekarang malah minta Jokowi beretika politik. Emang sakit ni orang.Poker88

Karena menurut SBY, partai akan bisa segera berpindah koalisi untuk memastikan kadernya menjadi cawapres.“Biarkan para Ketum berdiskusi, bermusyawarah, kalau sekiranya peluang kader mereka jadi cawapres tipis maka mereka bisa berpindah sisi, politik itu begitu cair,” ungkap Imelda menirukan ucapan SBY.” Dimana-mana jika mau perang, berkompetisi, judi, atau apalah namanya selalu ada strategi. Dan strategi itu adalah hak dasar dalam satu kompetisi yang tidak boleh diganggu gugat. Apalagi diprotes. Seharusnya SBY sudah punya strategi jika Jokowi melakukan hal itu. Bukan malah mengecam.

Kalau memaksa sampai mengancam akan mengecam strategi lawan mah itu namanya bukan berkompetisi. Itu maling teriak maling. Boleh kamu minta strategi dari lawanmu? Eh, antar sore strategi kamu lawan tim kami apaan? Formasinya 4-4-1, 4-3-3, atau gimana? Messi main gak? bla..bla..blaa..Terus kalau gak dikasih kamu ngambek? Etika macam apa itu? Gak siap kalah jangan ikut bertarung. Meminjam istilah Gus Dur, “itu aja kok repot”.

Playing victim, merasa terzolimi adalah ciri khas SBY. Itu dia lakukan untuk meraih simpati. Lihatlah manuver-manuver murahan yang dilakukan SBY. Mulai dari statement soal ketidaknetralan oknum BIN, Polri, dan TNI. Padahal itu bisa diindikaskan bahwa itulah yang SBY lakukan pada 2 periodenya. Makanya SBY tahu. Dan kini soal akan mengecam Jokowi jika mengumumkan cawapresnya pada last minutes pendaftaran. Rakyat Indonesia sudah cerdas. Yang belum cerdas itu rakyat cikeas. #SBY sakit. #2019tetapJokowi

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/07/03/sby-akan-kecam-jokowi-jika-tentukan-cawapres-pada-last-minutes

Tidak ada komentar:

Posting Komentar