Tidak Tulus Dukung Jokowi, Titiek Soeharto Pilih Mundur Dari Golkar

 korankiu.com


AGEN POKER TERBAIK 


Tidak tulus mendukung Jokowi adalah kalimat yang paling cocok untuk mewakili sepak terjang Titiek Soeharto selama ini. Dibuktikan dengan keluarnya Titiek Soeharto dari Golkar, partai yang selama ini menaunginya. Titiek memilih bergabung dengan Partai Berkarya besutan Tommy Soeharto, adik kandungnya sendiri.

Alasan utama Titek keluar dari Golkar dikarenakan partai tersebut berstatus sebagai pendukung pemerintah. Menurut Titiek, kondisi Indonesia kian hari kian memprihatinkan. Titiek ingin memprotes keadaan. Titiek merasa sudah tidak bisa berdiam diri lagi dan harus segera bertindak. Titiek merasa gerah dengan pemerintahan Presiden Jokowi karena dinilai gagal menyejahterakan masyarakat. Namun dikarenakan dulunya Titiek berstatus sebagai kader Golkar, maka Titiek tak bisa mengkritik pemerintah. Karena itulah Titiek memutuskan mundur dari Golkar.Poker88

"Saya memutuskan untuk keluar dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya. Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat. Tapi saya tidak dapat melakukan hal itu karena saya sebagai orang Golkar, partai pendukung Pemerintah. Seharusnya Golkar sebagai partai besar, sebagai pendukung dan sahabat yang baik harus bisa memberi masukan. Mana hal-hal yang baik dan yang buruk kepada pemerintah, tidak hanya sekedar mengekor dan asal bapak senang. Saya putuskan keluar dari Partai Golkar dan saya memilih memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya," kata Titiek saat deklarasi bergabung ke Partai Berkarya, Senin, 11 Juni 2018.Poker88

Lucu sendiri jadinya menanggapi ucapan Titiek yang seperti ini. Sementara tak lama sebelum ini, Titiek masih antusias mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Tercatat pada tanggal 22 Maret 2018 yang lalu. Itu artinya baru 2 bulan yang lalu, Titiek menyatakan mantap mendukung Jokowi pada 2019.Poker88

"Kalau partai dukung Jokowi, ya Pak Jokowi. Nggak ada masalah. Saya kan cuma petugas partai, partai ke mana, ya saya ikut," kata Titiek di Hotel Sultan, Jakarta.Poker88

Keputusan menjagokan Jokowi tercetus dalam rapimnas dengan alasan, Golkar menganggap pemerintahan Jokowi-JK sesuai dengan aspirasi rakyat. Uniknya, saat Pilkada DKI lalu, Titiek juga pernah tidak mengikuti keputusan Partai Golkar yang mendukung Ahok-Djarot dan memilih mendukung Anies-Sandi.Poker88

Dari sini saja sudah bisa disimpulkan bahwa Titiek Soeharto memang bukan politikus yang konsisten memegang ucapannya sendiri. Saat masih tergabung dalam Golkar, Titiek juga sudah berani berbuat seenaknya sendiri diluar keputuasan partai.Poker88

Perubahan drastis dalam waktu yang tak lama semacam ini jelas ada penyebabnya. Cinta tak mungkin berubah jadi benci tanpa alasan yang jelas. Semua pasti ada pemicunya. Bisa juga karena sejak awal Titiek memang tidak tulus mendukung (cinta) Jokowi. Titiek cuma pura-pura mendukung (cinta) Jokowi.Poker88

Akupun jadi teringat pada Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang diadakan di Slipi, Jakarta Barat, Minggu, 18 Maret 2018. Salah satu isi rapat itu menyetujui usulan pergantian Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Golkar. DPP Golkar menyetujui Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menjadi Wakil Ketua MPR menggantikan Mahyudin. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, pergantian tersebut merupakan aspirasi dari sejumlah kader Partai Golkar yang menginginkan adanya keterwakilan perempuan di pimpinan MPR.Poker88

"Kalau namanya tugas yang diberikan partai, ya terima kasih kita diberi tugas dan kepercayaan partai," kata Titiek di acara peresmian Rumah Aspirasi Partai Golkar di Kecamatan Panjatan, Kulon Progo, DIY.

Dari tanggapan yang semacam itu, tampak jelas Titiek memang menginginkan dan siap menerima jabatan tersebut. Wakil Ketua MPR booooo……. Jabatan yang sangat prestisius tentunya. Siapapun pasti ngiler menginginkannya.Poker88

Sayang sekali kenyataannya tak seindah yang dijanjikan. Dalam rapat paripurna MPR yang diadakan pada hari Senin, 26 Maret 2018, yang dipimpin langsung oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan, dilantiklah tiga wakil Ketua MPR yang baru yaitu Ahmad Muzani, Ahmad Basarah dan Muhaimin Iskandar. Tak ada nama Titiek Soeharto di situ.

Tak perlu ditanyakan lagi, Titiek Soeharto jelas kecewa dengan situasi yang semacam ini. Dan saya rasa sikap seperti itu sangat manusiawi. Perasaan kecewa, sedih bahkan marah sangat mungkin terjadi dalam kondisi seperti ini. Dan terbukti Titiek Soeharto akhirnya memang memilih hengkang dari Golkar dengan alasan seperti yang sudah saya ceritakan di atas. Titiek akan menjabat Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Berkarya.

Tiba-tiba akupun jadi teringat pada seorang politikus PDIP bernama Maruar Sirait. Perjalanan karier politik Bang Ara, nama panggilan Maruar Sirait juga terjal penuh jalan berliku. Tapi kecintaan Ara pada PDIP dalam hal ini pada Megawati sudah teruji. Tak ada dendam dan sakit hati. Ara tetap mendukung PDIP dengan sepenuh hati sekalipun harus menerima kenyataan demi kenyataan yang tak sesuai dengan harapannya. Itulah cinta sejati. Sangat jauh berbeda dengan seorang Titiek Soeharto yang seperti ini.Poker88

Terlepas dari semua adalah hak masing-masing pribadi, soal ketulusan memang tak dapat ditutupi oleh apapun juga. Siapa yang tulus mendukung dan mencintai, suatu saat memang akan terlihat dengan sendirinya. Biarkan waktu yang membuktikannya.Poker88

Tidak ada komentar:

Posting Komentar