Islandia : Negara Kecil, Penduduknya Sedikit, Tapi Bisa Main di Piala Dunia. Indonesia?

 korankiu.com


AGEN POKER TERBAIK 

Di perhelatan Piala Dunia kali ini salah satu negara yang mencuri perhatian adalah Islandia alias Iceland. Sebetulnya sudah sejak beberapa tahun terakhir permainan cantik kesebelasan Islandia menarik perhatian para penggemar sepak bola dan prestasinya juga bisa dibilang keren.Poker88

Padahal Anda tahu nggak, wilayah Islandia itu relatif kecil dan penduduknya cuma sekitar 330 ribuan orang. Bahkan masih lebih banyak penduduk DKI Jkaarta daripada Islandia. Tapi mereka bisa punya Timnas yang solid dan berprestasi. Sementara Indonesia? Kita punya 200 juta lebih penduduk eh malah sekarang makin banyak pemain produk naturalisasi merumput dan bahkan masuk ke Timnas kita. Berprestasi? Nggggggggg.....Poker88

Federasi Sepak Bola Islandia membuat sistem pengembangan pemain. Siapapun yang berpotensial akan dikirim lebih dini ke klub-klub profesional Eropa. Sebab karena Islandia negaranya kecil maka mereka hanya punya klub semi-pro. Di sini ada pemain kita yang mau merumput ke luar negeri saja sudah dihantam duluan dengan isu tidak cinta tanah air lah, matre lah, dan sebagainya. Jadi paham kan kenapa 200 juta rakyat kita ternyata tidak menjamin ada 11 biji yang bisa jadi Timnas berkualitas dunia?

Nggak cuma pemain, pelatih pun dipersiapkan secara serius di Islandia. Islandia punya sekitar 560 pelatih berlisensi UEFA A dan 165 pelatih berlisensi UEFA B per akhir 2013. Cukup banyak untuk negara yang penduduknya cuma 33 ribu jiwa. Di sini pelatih kebanyakan adalah pemain yang sudah uzur dan gantung sepatu. Mereka melatih berdasarkan pengalaman padahal menjadi pelatih itu sebetulnya kompleks. Tak hanya sekedar teknik bermain, tapi juga bagaimana memanajemen pemain sesuai dengan skill dan kepribadiannya masing-masing.Poker88

Islandia juga membangun infrastruktur teknis berupa lapangan ukuran penuh, ukuran setengah utuh dan lapangan artifisial untuk latihan 5-a-side di setiap sekolah. Setiap sekolah di Islandia saat ini punya lapangan artifisial dalam ruangan (indoor) yang bisa digunakan selama 12 bulan sepanjang tahun. Ini untuk menyiasati panjangnya waktu gelap di Islandia kala musim dingin datang. Adapun lapangan latihan untuk anak-anak sedikitnya berjumlah 120. Sejak usia 4 tahun, para bocah ini dilatih pelatih yang punya sertifikasi UEFA. Di Indonesia kalau infrastruktur buat anak-anak belajar bola dikembangkan secara masif saya yakin bakal ada lambe-lambe yang berkomentar "buat apa? rakyat saja masih hidup susah kok malah sibuk bangun lapangan? apa generasi muda kita semua mau jadi pemain bola?". Poker88

Uniknya, pelatih Timnas Islandia yakni Heimir Hallgrimsson adalah dokter gigi yang berdinas di pulau kecil berpenduduk 5.000 orang bernama Heimaey. Sang kiper, Hannes Halldorsson, dikenal sebagai sutradara. Pemain lainnya pun ada juga yang bekerja di pabrik garam. Tapi mereka bisa membuat Islandia naik peringkat sepakbolanya secara drastis dari 133 ke urutan 22 dunia hanya dalam waktu 6 tahun. Di sini, selama orang sejenis Ferdinand Hutahaean yang senang meremehkan pekerjaan orang masih ada maka rasanya sulit kita akan maju seperti Islandia. Mengapa?Poker88

Ya sebab di sini ketika seseorang beranjak dewasa dia akan dituntut bekerja yang bisa menghasilkan uang, bukan apa yang sesuai minat bakat dan passionnya. Padahal bisa saja dia masih melakukan beberapa pekerjaan sekaligus asal bisa bagi waktu. Toh kalau profesi atlet dipandang tidak menjamin kesejahteraan sekarang ada yang namanya financial planner yang bisa diminta tolong mengatur keuangan atlet kita.Poker88

Saya setuju dengan pernyataan Moeldoko bahwa Piala Dunia ini harus jadi momentum bangkitnya sepakbola Indonesia. Moeldoko mengaku terenyuh dengan budaya dan sistem pengelolaan pada tubuh PSSI yang waktu itu sempat menunjukkan berbagai hal yang tidak baik, seperti praktik suap dan minimnya perhatian kepada pemain.Poker88

Nggak usahlah kita berkaca ke negara sebesar Italia, Jerman, atau Spanyol yang memang liganya juga sudah sangat populer dan klub utamanya jadi tempat merumput pemain dunia. Belajarlah kita dari Islandia ini dulu. Bibit pelatih dan pemain yang baik harus dipersiapkan sejak usia dini, liga-liga di tingkat sekolah harus digalakkan, daripada anak-anak itu sibuk main Tik Tok atau malah demo khilafah kan mending main sepak bola. Kompetisi nasional harus dijalankan secara profesional dan lepas dari urusan politis. PSSI nya juga harus direformasi besar-besaran. Nggak akan bisa sepakbola kita maju kalau induk organisasinya juga tidak fokus dan setengah hati.Poker88

Tidak ada komentar:

Posting Komentar