The Power Of Love: Mama Telah Memaafkan Pelaku Bom, Selamat Jalan Evan dan Nathan Anakku


 www.koranqq.com


BERITA EMAS
Dengan hati yang hancur dan penuh duka dan luka sembari menahan sakit Ibu Wennya berbisik dan mengusap kedua anaknya yang dikasihinya : "Mama Telah Memaafkan Pelaku Bom, Selamat Jalan Evan dan Nathan Anakku." Inilah the power of love yang sesungguhnya dari Ibu Wenny.Poker88

Bayangkan dengan rasa hancur hati dan penuh duka dia harus menatap kedua putra terkasihnya : Nathanael Ethan Hudojo dan Vincentius Evan Hudojo yang kini terbujur kaku. Tapi tak ada dendam atau benci atas tragedi yang dialaminya. Ucapan itu keluar dari hati yang sebenarnya mengalami kehancuran hati, kepedihan dan duka yang teramat dalam.Poker88

Kasih seorang Ibu Wenny ini luar biasa. Dia menunjukkan kasihnya bukan hanya kepada kedua anaknya tetapi dia memberikan kasih dan pengampunan untuk para teroris biadab tersebut. Kasih dan pengampunan yang lahir dari hati yang hancur sesungguhnya telah mengalahkan kebencian dan permusuhan yang dilakukan para pelaku teror.Poker88

Inilah kasih sejati, kasih yang mencerminkan kasih agape, kasih sang Juruselamat yang diimaninya yaitu Kristus yang rela mati karena cintanya kepada manusia yang berdosa. Kristus bahkan memerintahkan umatnya untuk mengasihi musuh, ini perintah yang paling sulit dalam posisi Bu Wenny, dia dengan tabah mentaati dan melakukannya. Sungguh, inilah iman dan kasih yang luar biasa dari Ibu Wenny.

Ibu Wenny bersama ponakannya Evelin kondisinya masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Bedah Surabaya. Masih ada serpihan yang belum diangkat oleh dokter dari tubuhnya yaitu di bagian kaki dan pinggang. Nampak tangannya terlihat ada luka-luka saat dia melayat kedua putranya terkasih.Poker88

Sempat terbersit harapan ketika salah satu putra bungsunya sempat dirawat dan keadaannya juga sempat stabil. Keluarga berharap dan para netizen memanjaatkan doa agar pemulihan terjadi. Tapi Tuhan berkehendak lain.Poker88

Gagalnya fungsi hati dan organ vital lainnya di tubuh mungil Nathan membuat kondisinya yang tadinya kelihatan membaik seketika langsung memburuk. Nathan menghembuskan nafasnya tanpa didampingi Ibunya yang juga masih dalam perawatan intensif.Poker88

Pasti ada banyak perasaan yang berkecamuk dalam hatinya. Dan pengakuan jujur sempat terungkap ketika dia sempat mempertanyakan,”Mengapa Tuhan membiarkan anakku diambil?”. Ini adalah jeritan yang keluar dari hatinya yang jelas tidak siap menghadapi kenyataan kehilangan kedua anaknya sekaligus.

Bergulat dengan rasa pedih dan luka hati sementara dia menghadapi realita para pelaku pengeboman itu begitu sadis dan biadabnya melakukan aksi bom bunu diri sehingga membuat mereka yang mau beribadah di Gereja turut menjadi korban.

Lagi dengan cerianya kedua anaknya mau beribadah bersama Papa dan Mamanya, apalagi dalam momen itu sebenarnya sebagian komunitas Gereja di Indonesia sedang merayakan Mother’s Day atau Hari Ibu.Poker88

Sedangkan bagi Nathan dan Evan, ini menjadi momen sukacita mereka mau beribadah di Rumah Tuhan, mau menyanyi memuji Tuhan dan mendengarkan Sabda Tuhan. Tapi belum menginjak ruangan gereja mereka sudah kena terjangan bom yang dahsyat dari para teroris.Poker88

Pergulatan batin pastilah sangat berat. Ibu Wenny sempat sadar ketika habis ledakan dan ketika dalam perawatan dia sempat mengusap kepala anaknya. Ada harapan dan pergumulan batin yang dihadapinya terus berkecamuk saat ituPoker88

Dengan kondisi luka secara fisik dan batin, dengan memendam duka yang dalam Ibu Wenny berusaha tabah. Bayangkan penderitaan bertubi-tubi yang harus dihadapinya. Luka secara fisik mungkin masih bisa ditangani tapi luka hati yang dalam dari seorang Ibu adalah penderitaan yang sangat berat dan tak terungkapkan.

Dari foto yang beredar, Ibu Wenny terlihat tabah dan sangat tenang kendati batinnya bisa jadi bergejolak dan tidak siap menghadapi penderitaan yang memilukan ini. Tidak ada yang bisa memahami persamaan Ibu Wenny kecuali Tuhan yang diimani dan dipercayainya.

Kondisinya tidak mudah. Ibu Wenny masih dalam perawatan akibat luka terkena serpihan bom, dia bersikeras untuk mendatangi rumah tempat persemayaman jenazah dari kedua putranya. Melihat wajah kedua anaknya yang nampak tenang dan damai di pembaringannya. Akhirnya dokter mengijinkan dengan pendampingan khusus.Poker88

Dengan menahan rasa sakit dia yang berada dalam ranjang rumah sakit berusaha bangkit sembari mengusap kepala anaknya. Ada doa yang dipanjatkannya dengan penuh ketabahan dan keikhlasan kepada Bapa di Surga yang diimaninya telah menyediakan tempat yang terbaik di Rumah Bapa.Poker88

Kondisi Wenny yang masih lemah membuat dia hanya mendapat waktu empat jam dari rumah sakit untuk melihat jasad kedua anaknya di ruang pendingin jenazah Adijasa, Surabaya. Suasana haru dan duka pun terlihat dan menyentuh hati termasuk penulis pribadi.Poker88

Tak ada lagi kebersamaan dan gandengan tangan bersama Evan dan Nathan saat nantinya sembuh dan ke Gereja di hari Minggu. Tak ada lagi keceriaan dan kehadiran dari kedua putranya yang dikasihi oleh Ibu Wenny bersama suaminya. Kehilangan itu sangatlah dirasakan apalagi mereka masih kecil.Poker88

Teruntuk Bu Wenny, kedua putramu telah berada di pangkuan Bapa di Sorga. Mereka telah berjumpa dengan Kristus dan tenang bersama dengan Bapa di Sorga. Doa kami, kiranya Tuhan akan memulihkan dan membebat serta menyembuhkan luka terutama luka dan duka hati yang dialami Ibu bersama Bapak dan keluarga.Poker88

Tuhan akan menjadi Gembala yang baik di tengah lembah kekelaman yaiut lembah dukacita dan air mata. Tuhan sang Gembala Agung akan terus mendampingi Ibu Wenny bersama Bapak, tak akan dibiarkannya kalian berdua. Nanti sebagaimana keyakinan kita umat Kristiani bahwa kelak ada perjumpaan di Sorga yang kekal suatu saat nanti dan kita akan bersama dalam kekekalan.Poker88

Dalam surga kekal, tidak ada lagi derita, air mata, penderitaan dan air mata. Tak akan ada lagi teror dan bahaya di Surga bersama Bapa. Yang ada adalah kehidupan yang penuh sukacita dan bahagia selamanya, kehidupan yang abadi bebas dari semua penderitaan dan kita akan bereuni dengan keluarga yang kita kasihi di dalam Tuhan. Amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar