Jelang Ramadan, Ini 4 Tradisi Unik yang Dilakukan Masyarakat Indonesia


AGEN POKER TERBAIK DOMINO99 - TAK terasa bulan suci Ramadan sudah di depan mata. Untuk menyambut bulan yang penuh rahmat ini, masyarakat Indonesia kerap melakukan tradisi yang telah dilakukan turun temurun dengan keunikan dan ciri khas mereka masing-masing. Misalnya tradisi Balimau atau mandi dengan limau (jeruk nipis) yang dilakukan oleh masyarakat Minang di Sumatera barat.POKER88

Untuk mengetahui lebih lanjut seperti apa saja tradisi-tradisi unik jelang Ramadan di Indonesia, berikut Okezone rangkumkan beberapa di antaranya, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (12/5/2018).POKER88

Nyadran, Jawa

Tradisi ini biasa juga disebut dengan istilah nyekar dan umumnya dilakukan oleh masyarakat di Pulau Jawa, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun seiring berkembangnya zaman, hampir seluruh daerah di Indonesia melakukan tradisi nyekar menjelang bulan puasa. Ditilik dari asal usulnya, nama nyadran diambil dari bahasa sansekerta yang berarti sraddha atau keyakinan. Tradisi tersebut dilakukan dengan cara mengunjungi, membersihkan, serta berdoa di makan keluarga terdekat atau orang tua.POKER88

Balimau, Sumatera Barat

Balimau atau mandi dengan air limau ini merupakan tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat minang di Suamtera Barat. Tradisi tersebut biasanya dilakukan sehari sebelum masuknya Ramadhan. Selain jeruk nipis, ada beberapa bahan lain yang sering digunakan dalam prosesinya, yaitu daun pandan, bunga kenanga, dan akar tanaman gambelu. Seluruh bahan kemudian dimasukkan ke dalam air hangat hingga akhirnya dikenal dengan istilah balimau. Meski di warnai pro dan kontra, tradisi ini masih sering dilakukan setiap tahunnya.POKER88

Megibung, Bali

Meski Bali dihuni oleh mayoritas penduduk non Muslim, namun masyarakat yang tinggal di daerah Karangasem memiliki tradisi tersendiri dalam menyambut bulan suci Ramadan. Mereka kerap melakukan sebuah tradisi turun temurun yang dikenal dengan sebutan megibung. Masyarakat biasanya akan berkumpul dan duduk bersila sambil membentuk lingkaran. Di tengah lingkaran itulah tersaji nasi beserta lauk-pauk yang akan disantap bersama-sama.POKER88

Dugderan, Semarang

Selain nyekar, masyarakat Semarang ternyata memiliki tradisi unik untuk menyambut bulan Ramadhan yaitu, tradisi dugderan. Kabarnya, tradisi ini telah dilakukan sejak abad 19 dan ditandai dengan karnaval, arak-arakan, hingga tabuhan bedug yang akan menghiasi sepanjang jalan di kota Semarang. Kegiatan tersebut juga akan dimeriahkan oleh maskot dugderan yang dinamakan warak ngendog atau kambing berkepala naga dengan sisik berwarn-warni, lalu disisipi telur rebus. Kenapa telur rebus? Menurut sejarah, telur rebus merupakan penanda penyelenggaraan dugderan untuk pertama kalinya ketika Semarang tengah menghadapi krisis pangan. Pada saat itu telur termasuk dalam kategori makanan mewah.POKER88


Tidak ada komentar:

Posting Komentar