Cegah Teror, Mendagri Minta Pemda Awasi dan Tindak Ormas Radikal.Kalau Masih Ada Harus Ditindak Tegas!!!!


AGEN POKER TERBAIK DOMINO99 ``Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta pemerintah daerah mengawasi dan menindak ormas-ormas di wilayahnya, khususnya ormas yang mengajarkan radikalisme dan terorisme. Sebab, tantangan bangsa Indonesia saat ini adalah radikalisme dan terorisme. POKER88

"Tantangan bangsa ini yang pertama adalah radikalisme terorisme ini ancaman bangsa kita di umur 72 tahun kita merdeka. Silakan, Negara kita ini negara ormas. Ada 380.908 ormas. Silakan membentuk ormas asal ajarannya sesuai, tidak mengganti sistem ideologi kita, sistem pemerintahan kita, sistem hukum kita," ujar Tjahjo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Hal tersebut disampaikan Tjahjo saat membuka Rapat Kerja Keuangan Daerah Tahun 2018 dan Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Beianja Daerah Tahun Anggaran 2019.POKER88

Penindakan dan pengawasan terhadap ormas-ormas, kata Tjahjo, juga merupakan bagian dari upaya deteksi dini penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Ia tidak ingin ormas-ormas yang ada di Indonesia menyebarkan bibit-bibit yang bertentangan dengan prinsip dan ideologi bangsa.

"Satu dibiarkan maka nanti akan ada beribu-ribu ormas (yang menyebarkan paham radikalisme dan terorisme). Jadi mohon disampaikan ke daerah," ujarnya.

Tjahjo mengatakan penindakan dan pengawasan terhadap ormas-ormas radikal bukan berarti pemerintah antiormas. Pembentukan ormas, kata Tjahjo, harus sesuai dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945. POKER88

"Harus mengakui kemajemukan bangsa, Bhinneka Tunggal Ika. Jangan punya pikiran atau keinginan untuk mengganti Pancasila, mengubah sistem pemerintahan. Nggak bisa dong. Negara memberi jaminan tiap warga negara bebas membuat ormas. Semua yang hadir di sini membuat 100 ormas juga bisa, ormas keagamaan, alumni, boleh ormas. Tapi ada ketentuannya, ada AD/ART-nya. Ada fungsi-fungsi," tutur Tjahjo.

Menurut Tjahjo, ormas yang ada haruslah mengedepankan tenggang rasa dalam prinsipnya. Yang mayoritas, kata Tjahjo, harus menghormati minoritas, minoritas harus menghargai mayoritas.

"Karena kunci kemerdekaan ini ada di kemajemukan bangsa," ujarnya. POKER88

Ia pun meminta pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan jajaran di bawahnya dan aparat keamanan untuk deteksi dini penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Tjahjo enggan kasus seperti di Surabaya terjadi lagi di wilayah lainnya.

"Satpol PP digerakkan, siskamling, warga yang ada di RT /RW digerakkan. Pak Sekda mengingatkan camat, bahwa camat tidak sendiri. Di kecamatan itu ada yang namanya Kapolsek, Danramil punya Babinsa, ada tokoh masyarakat tokoh agama, libatkan dalam setiap pengambilan kebijakan politik pembangunan yang ada di kecamatan," ujarnya.POKER88

Tjahjo mengingatkan pentingnya deteksi dini. Sebab, pelaku teror gereja di Surabaya tidak disangka karena sosoknya membaur dengan warga.

"Deteksi dini itu penting. Kan itu di Surabaya ada warga yang cukup mampu, membaur dengan masyarakat, solat di mushola, tiba-tiba sekeluarga membuat bom. Astaghfirullah. Pola pikir ini yang kita nggak tahu. Tahu-tahu bom," tuturnya. POKER88

Tidak ada komentar:

Posting Komentar