Kelompok Yang Lkukan Persekusi Dianggap Sebagai Benalu Demokrasi dan herus Dibubarkan.


MerdekaQQ - Wakil Ketua Umum SETARA Institute Bonar Tigor Naipaspon maraknya persekusi yang dilakukan sejumblah pihak menunjukan negara masih memberikan ruang bagi mereka untuk melakukan tindak kekerasanatas nama identitas mayoritas dan demokrasi.

"kekerasan itu yang harus di kurangi,celakanya muncul kelompok kemudian melakukan kaekerasan. Dan sampai sekarang di biarkan,dan itukan benalu demokrasi.Mereka bisa hidup karena demokrasi memberi ruang untuk kelompok seperti itu,"ujar bonar dalam sebuah diskusi di Kantor YLBHI,Jakarta,Kamis (22/3/2018).

Tak jarang kelompok yang melakukan persekusi memanfaatkan ruang demokrasi,lalu merusak nilai-nilai demokrasi tersebut dari dalam.

Menurutnya,persekusi terhadap individuatau kelompok penganut agama atau kenyakinan minoritas disebabkan oleh lemahnya penegakan hukum yang berimbang.Pemerintah juga dinilai cinderung melakukan simplifikasi persoalan.

"Bagi negara yang penting gangguan keamanan bisa direduksi,asal tidak muncul keributan,pihak yang lemah dikorbankan saja.Itu selalu logika yang dibangun negara,"kata dia.

Bonar menegaskan,persoalan yang melibatkan unsur keagamaan takbisa dilihat dari satu perspektif agama tertentu.Sebab prinsip setiap keagaamaan berbeda dan tidak bisa dipaksakan ke umat beragama lainnya.

"Setiap agama kan memiliki code,script text dan credo atau sumpah,tidak bisa memaksakan.Kita harus menyadari ketika diruangpublik,ketika berinteraksi dengan yang lain,kita harus mampu menerima kehadiran yang berbeda keyakinan,"kata Bonar.

"Kebanyakan dalam dalam persoalan agama,orang lebih banyak menggunakan preferensi keagamaan.Preferensi harusnya konstitusi dan HAM,"ujarnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar