Sebarkan Viral Video Penyiksaan, Polisi Malaysia Bantah Itu TKI Adelina.Indonesia Harus Bertindak Tegas!!!!!!!


MIRIS ``Sebuah vidio penyiksaan seorang wanita terhadap seorang pembantu rumah tangga di malaysia viral di media sosial.Polisi setempat membantah jika itu merupakan vidio penyiksaan terhadap tenaga kerja indonesia (TKI) Adelina Lisao.

Vidio berdurasi lebih dari dua menit menunjukan seorang wanita berusia 50-an Tahun,berulang kali menginjak - injak korban sebelum menghajar dengan sebatang tongkat.

Belum diketahui kapan vidio tersebut direkam dan siapa yang merekam.

Korban dalam vidio tersebut terlihat menangis dan mohon belas kasihan dari wanita yang menyiksanya.banyak warga setempat menyimpulkan bahwa korban adalah TKI Adelina Lisao, 26, yang men9inggal 11 Februari 2018 lalu akibat penganiyayaan berulang kali oleh majikan.

Namun ,seberang prai tengah,Penang,bergegas membantah bahwa vidio itu merupakan adegan penyiksaan terhadap Adelina.

 Kepala Polisi Seberang Prai Tengah,Nik Ros Azhan Nik Ab Hamid,mengatakan bahwa vidio tersebut tidak ada kaitannya dengan Adelia.Dia mendesak masyarakat untuk tidak menyebar rumor.

Seperti diketahui,Adelina sempat diselamatkan dari rumah majikan di taman kota permai,Bukit Martajam pada tanggal 10 Februari setelah dilaporkan di siksa majikannya.selain di siksa,TKI asal Nusa Tenggara Timur itu juga di paksa tidur di teras bersama seekor anjing setiap malam selama sebulan lebih.

Saat di bawa kerumah sakit di Bukit Martajam oleh Polisi,kondisi Adelina mengalami luka parah di muka dan wajah.Selain itu,ada juga luka di kaki dan lengannya yang sudah infeksi.

Adelina meninggal keesokan harinya,yakni 11 Februari setelah benyak mengalami kegagalan organ.

Pada hari rabu lalu,majikannya , M.A.S. Ambika, 59, di hadirkan di pengadilan Bukit Martajam dengan tuduhan melalukan pembunuhan. Putri Ambika,R. Jayavartiny,32,juga dikenakan tuduhan mempekerjakan Adelina secara tidak sah atau ilegal,majikan Adelina bisa di hukum mati jika terbukti bersalah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar