Polri Tangkap Penghina Jokowi dan Iriana Sebagai PKI


Kabar Berita - Kepolisian menangkap pelaku peanghina terhadap Presiden Joko widodo (Jokowi) dan ibu negara,Iriana jokowi.

Kepala subdirektorattindak pidana siber Bareskrim Komisaris Besar Irwan Anwar,maenyebutkan pelaku bernama, MKN (57).

pelaku menyebarkan ujaran kebencian dan melakukan penghinaan terhadap kepala negaradan Ibu negara dengan kata - kata yang tidak senonoh.

"yang bersangkutan mengatakan bahwa Jokowi adalah keturunan PKI,"terang Irwan saat jumpa pers di gedung siber Bareskrim,Cideng,Jakarta Pusat jum'at (23/2).

MKN diringkus petugas dikediaman nya di Jl.Yusuf Kahar No. 3/b RT 2 / RW2.Tanjung Pinang,Kepulauan riau, Kamis Malam (22/2).

Pelaku,kata irwan,melakukan kejahatannya tersebut lewat berbagai akun media sosial miliknya,seperti akun twitter @KamalNuruklah,serta melalui Google+.

Dalam kicauannya,kata irwan,pelaku menyebarkan ujaran kebencian terkait SARA.bahwa,etnis tionghoa merupakan keturunan fauna tertentu dan di jadikan jokowi sebagai anggota PKI.

Selain terjerat dalam kasus ujaran kebencian,MKN juga disebut melanggar UU tentang Pornografi karna mengunggah ilustrasi gambar porno yang disandingkan dengan foto Iriana.

"yang bersangkutan juga kami dapat jerat dengan pasal-pasal pornografi karna memposting gambar-gambar porno di samping Ibu Negara terang irwan.

kapolres tanjung pinang AKBP ardianto tedjo basko menggungkapkan pelaku sudah sering melontarkan ujaran kebencian di media sosial terhadap etnis dan agama tertentu dan sejumblah pejabat Negara.

ia juga disebut melakukan ujaran kebencian kepada salah satu pasangan paslon Wali Kota Tanjungpinamg 2018.

"karena memang yang bersangkutan tinggal sendiri,tidak ada keluarga.jadi besar kemungkinan dia membuatnya sendiri.sasaran etnis dan agama tertentu dan calon Wali Kota yang akan mengikuti Pilkada,"papar dia,kepada Antara.

Ardiyanto menyebut,kasus itu didasarkan pada laporan dari relawan PDI-Perjuanganbernama Billy.

dari tangan mustafa,penyidik menyita satu unit tablet,dua buah kartu telepon,satu buah kartu tanda penduduk,dan akun media sosialnya.

Selain itu,Bareskri juga menangkap Sandi Ferdinan,di lampung.ia sebut mencatut salah satu media tentang larangan adzan yang disetujui oleh ketua umum PDI-P Megawati Soekarno Putri.

tersangka dijerat dengan UU No.19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU No.40 Tahun 2008 tentang penghapusan Diskriminasi ras dan etnis dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar