Ternyata Di RS National Hospital Selain Pasien, Calon Perawatpun Pernah Dilecehkan


Kelanjutan - Akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan dengan adanya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum perawat, Zunaidi Abdillah (30), di Rumah Sakit National Hospital Surabaya. Pelaku sendiri saat ini sudah ditangkap Polrestabes Surabaya.

Ternyata, kasus pelecehan seksual tidak hanya terjadi kali ini. Namun sebelumnya pernah terjadi kasus serupa yang menimpa calon perawat perempuan ketika hendak masuk RS National Hospital. Sedangkan terduga pelakunya seorang dokter berinisial R.

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polda Jatim beberapa bulan lalu. Tapi hingga kini, penyidik Polda Jatim masih belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, ada dua kasus dugaan pelecehan seksual yang ditangani di rumah sakit NH (National Hospital). Kasus pasien dilecehkan oknum perawat sedang ditangani Polrestabes Surabaya.

"Sedangkan kasus calon perawat perempuan yang diduga dilecehkan oknum dokter ditangani Polda Jatim," terang Barung pada wartawan saat dikonfirmasi, Jumat (26/1/2018).

Menurut Barung, kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dokter itu dilaporkan korban berinisial O ke polda Jatim pada Agustus 2017. Di mana korban mengaku dilacehkan oknum dokter saat menjalani tes kesehatan ketika akan masuk sebagai perawat.

"Dokter yang dilaporkan sudah dimintai keterangan. Kasus ini sudah di tingkat penyidikan, tapi masih belum ada tersangka," tandas Barung.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Polrestabes Surabaya, Jatim terus memeriksa Zunaidi Abdillah. Pria asal Sidoarjo ini telah mengakui perbuatannya pada penyidik. Modus yang dilancarkan yakni setelah dilakukan tindakan operasi terhadap korban di kamar operasi National Hospital, pelaku membawa korban yang masih dalam keadaan tidak berdaya ke ruang pulih sadar berjarak sekitar 7 meter dari kamar operasi.

Kemudian pelaku memasukkan tangan di balik baju pasien operasi. Lalu pelaku meremas-remas payudara serta memegang puting payudara korban selama kurang lebih 2 menit hingga korban merasa kesakitan.

Selanjutnya korban yang masih tidak berdaya berusaha memberontak dengan menggerakkan tubuhnya. Pelaku pun melepaskan dan mengeluarkan tangannya dari dalam baju korban. Tetapi, pelaku mengulangi perbuatannya yang sama kepada korban untuk kedua kali selama kurang lebih 1 menit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar