Al-Khaththath: Pesan Habib Rizieq Copy-Paste DKI di Pilgub Lain


POLITIK  ``Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath menyatakan kekecewaannya terhadap sejumlah partai di Pilkada 2018. Ini dikarenakan rekomendasi dari Alumni 212 terkait pencalonan kepala daerah di Pilkada Serentak 2018 tak dikabulkan.

Hal tersebut disampaikan saat dia menghadiri jumpa pers La Nyalla terkait Pilgub Jatim di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/1/2018). Sebelumnya, Al-Khaththath membeberkan tiga parpol tidak mengabulkan rekomendasi lima calon kepala daerah yang diajukan Alumni 212.

Padahal, kata Al-Khaththath, imam besar FPI Habib Rizieq, yang saat ini berada di Arab Saudi, berpesan agar semangat 212 di DKI ditularkan ke daerah lain. Habib Rizieq menitipkan pesan kepada tiga ketum partai itu agar mengusung calon yang direkomendasikan oleh para ulama.

Pesan Habib Rizieq kepada ketiga ketum itu adalah partai-partai mereka menggunakan metode yang sama untuk mencapai kemenangan di Pilgub DKI. Rizieq ingin agar metode tersebut ditiru di pilkada-pilkada lainnya.

"Pesan Habib Rizieq ketika saya pergi ke Mekah, meminta kepada tiga pimpinan partai supaya meng-copas (copy-paste) yang ada di Jakarta supaya mendapatkan kemenangan di provinsi-provinsi lain. Nah, tentunya saya nggak tahu apakah ada mispersepsi seolah-olah kita mendukung dengan cek kosong. Mungkin pemahaman mereka seperti itu," tutur Al-Khaththath.

"Kita mendukung munculnya Gubernur Anies-Sandi dengan semangat 212, semangat Al-Maidah 51. Kita berharap hal itu terjadi di tempat-tempat lain," imbuhnya.

Al-Khaththath pun mengungkap isi pertemuan dengan tiga ketum partai yang terjadi di rumah dinas salah satu ketum partai. Para ketum itu mengatakan ada provinsi-provinsi tertentu yang tidak bisa menggunakan metode seperti pada Pilgub DKI, terutama provinsi yang masyarakat Islamnya tidak dominan.

"(Kata tiga ketum itu) 'Kita tidak mungkin lakukan itu misalnya di Sulut, di Papua, di NTT.' Kita (Alumni 212) maklumi tapi kalau itu terjadi di Jawa Timur, pusing. Banyak komplain dari bawah nyampai ke saya," ungkap Al-Khaththath.

"Ditunjukkan di berbagai provinsi, ditunjukkan gambar-gambar yang koalisi tidak sesuai dengan apa yang kita dukung. Termasuk keluhan-keluhannya," tambah dia.

Para simpatisan Alumni 212, disebut Al-Khaththath, meminta agar ulama menegur tiga partai tersebut. Sebelum masalah ramai, Alumni 212 lalu menawar kepada pimpinan partai-partai itu dengan meminta lima daerah saja yang hanya perlu dikabulkan.

"Jangankan yang lain-lain, yang lima saja kita minta tidak direspons dengan baik. Bahkan saya tungguin agar rekom itu keluar sampai jam 2 malam di Cilandak, Ragunan. Tidak keluar juga seadanya, jadi ada apa?" tutup Al-Khaththath.

VIDEO : permintaan uang oleh Prabowo bisa dilihat disini

No comments:

Post a Comment