Simak, Ini Alasan Anies Bilang Warga DKI Tak Perlu Lagi Temui Dirinya Di Balaikota


 www.koranqq.com

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menerima aduan warga Jakarta di Balai Kota.

Dalam pertemuannya dengan warga Jakarta yang datang, Anies menerima sejumlah aduan, mulai permintaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) hingga persoalan banjir.

"Kami akan lihat, sudah diterima berkasnya. Sekaligus ini bagian dari mengecek aliran laporan," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2017.
Anies mengatakan akan mempelajari sejumlah laporan yang masuk ke Balai Kota, dari akarnya, proses respons, sampai pemberian solusinya.Domino99

Apalagi, sejak kepemimpinan Djarot Saiful Hidayat, di pendopo Balai Kota disediakan meja pengaduan masyarakat.Domino99

Setiap laporan yang masuk, kata Anies, akan dianalisis dan dipelajari prosesnya sehingga masalah tidak harus berulang.Domino99

Nantinya, Anies mengatakan, warga Jakarta yang memiliki keluh kesah tidak perlu lagi datang ke Balai Kota.Domino99

Pasalnya, tak jarang mereka yang datang tinggal di lokasi yang jauh.

"Oh, tidak pernah ada larangan. Cuma kami seharusnya bisa membuat persoalan ini selesai tanpa merepotkan warga. Kasihan warga harus sampai datang ke Balai Kota," ujar Anies.

Anies berjanji mencarikan solusi agar masalah yang dihadapi masyarakat bisa diselesaikan tanpa harus datang ke pendopo Balai Kota Jakarta.Domino99

Selain itu, kata Anies, harus ada cara yang lebih mudah untuk menyelesaikan permasalahan warga.

"Ini rumah mereka di rusunawa, jauh-jauh nih, khusus datang ke sini. Nanti kami lihat caranya seperti apa sehingga bisa lebih mudah bagi warga," ujar Anies.Domino99

Penerimaan aduan masyarakat di Balai Kota Jakarta, yang hendak ditiadakan oleh Anies Baswedan, dimulai pada era kepemimpinan Joko Widodo.Domino99

Tradisi itu diteruskan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Setelah itu, saat dipimpin Djarot Saiful Hidayat, ia memodifikasi proses aduan dengan menyediakan meja di pendopo sehingga warga dilayani satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

No comments:

Post a Comment