Pesona Prabowo Meredup, PKS Lirik Jenderal Gatot Sebagai Capres 2019




 www.koranqq.com


Di dunia perpolitikan Indonesia ada dua partai yang hubungannya sangat mesra layaknya pengantin baru yaitu PKS dan Gerindra. Walaupun memiliki ideologi yang berbeda, yang satu berasaskan agama dan yang satu lagi berasaskan nasionalis tidak membuat ikatan cinta keduanya jadi longgar. Bahkan Prabowo pernah mengatakan agamis dan nasionalis adalah relasi yang saling  melengkapi.

PKS dan Gerindra mulai menjalin cinta semenjak sama-sama mengusung Prabowo-Hatta sebagai Capres/Cawapres pada Pilpres 2014. Saat itu PKS dan Gerindra berjuang mati-matian untuk memenangkan Prabowo-Hatta. Bahkan Fahri Hamzah kader PKS yang reaktif, tanpa pikir panjang sampai-sampai mengatakan Jokowi sinting.KORANQQ

Padahal saat itu Jokowi mewacanakan tanggal 1 Muharam sebagai hari santri. Sontak kicauan ini menjadi liar dan tak terkendali oleh kubu Prabowo-Hatta, sehingga banyak kalangan santri berbalik mendukung Jokowi-JK.KORANQQ

Di Muktamar PKB 2014, Jokowi buka-bukaan mengenai kicauan sinting Fahri ini. Jokowi mengatakan blunder Fahri justru menguntungkannya. Karena sebelumnya elektabilitas Jokowi terpaut 1% dengan Prabowo. Berkat kicauan Fahri, pada survey berikutnya Jokowi-JK mendapat tambahan 3 juta suara.KORANQQ

Kemudian isu SARA tidak lupa pula dimainkan oleh kubu Prabowo-Hatta. Diantara mereka ada yang mengatakan Jokowi keturunan Tionghoa. Hal ini sangat mudah dibantah oleh tim penenangan Jokowi dengan menunjukkan foto keluarga Jokowi yang memang asli Jawa. Tuduhan ini kemudian diulang-ulang sedemikian rupa. Pihak Jokowi menanggapinya dengan santun dan tidak membalas. Hal ini membuat masyarakat semakin simpati kepada Jokowi.KORANQQ

Isu lain yang dihembuskan yaitu mengatakan Jokowi non muslim. Bahkan, raja dangdut Rhoma Irama raja, jauh sebelum Jokowi mencalonkan diri sebagai presiden sudah memainkan isu sensitif ini dengan mengatakan orang tua Jokowi non muslim. Hal ini yang kemudian membuatnya dipanggil Panwaslu dan menangis di depan sorotan kamera.KORANQQ

Namun Jokowi tidak pernah membalas serangan yang diarahkan kepadanya. Padahal di kubu Prabowo ada dua orang yang yang non muslim yaitu Hasyim Djojohadikusomo adik kandung Prabowo dan Hary Tanoe. Entah apa yang dirasakan Hary Tanoe saat Jokowi dituduh Cina dan non muslim.KORANQQ

Begitulah cara pendukung Prabowo-Hatta menunjukkan jiwa korsa dan militansinya. Namun sayangnya, walaupun sudah berjuang siang dan malam, berdarah-darah dan menggunakan cara tercelah, Prabowo harus menelan pil pahit untuk kesekian kalinya. Sejarah berkehendak lain. Masyarakat Indonesia yang cinta damai lebih suka dengan pemimpin ndeso dari pada Macan Asia.

Seiring berjalannya waktu, hajatan Pilpres akan diselenggarakan dua tahun lagi. Prabowo terlihat sesekali muncul ke permukaan dari pertapaannya. Terakhir dia ikut aksi bela Rohingya dan berorasi. Namun sayangnya orasi Prabowo kala itu kurang menarik.

Prabowo yang masyarakat belum tahu kontribusinya terhadap etnis Rohingya tiba-tiba berceletuk uluran tangan pemerintah terhadap etnis Rohingya adalah pencitraaan. Tidak sedikit masyarakat menyayangkan hal ini dan mencibir Prabowo. Bukannya mendukung, malah nyinyir, sangat jauh dari sikap negarawan.

Walaupun hajatan Pilpres masih lama, namun auranya sudah terasa hingga saat ini. Aksi saling menyerang sudah mulai dilakukan. Tentu yang paling banyak mendapat serangan adalah presiden Jokowi, karena tingkat elektabilitasnya sangat tinggi. Menurut CSIS tingkat elektabilitas Jokowi naik terus setiap tahun. Kepuasan masyarakat pada pemerintahan tahun 2017 mencapai angka 68,3%. Sedangkan tingkat elektabilitas Prabowo hanya mengalami sedikit perubahan.

Tingkat elektabilitas Jokowi yang tinggi ini membuat PKS mikir ulang untuk mengusung Prabowo. Hal ini terlihat dari PKS yang mengamati Capres lain yang berpotensi menang dibandingkan Prabowo. Jumat (29/9/2019) Presiden PKS Sohibul Iman menyampaikan pernyataan yang mengejutkan pendukung Prabowo dan Prabowo sendiri.KORANQQ

Menurut Sohibul, Gatot Nurmantyo salah satu Capres potensial. Bahkan kader PKS di daerah (Nusa Tenggara Barat)  sudah meminta agar PKS mengusung Panglima TNI tersebut. Bahkan Sohibul sempat “Geer” ketika Gatot mengatakan PKS adalah partai yang konsisten menjaga NKRI.

Namun, PKS belum akan mengusung Gatot dalam waktu dekat. Karena pembahasan mengenai siapa Capres yang akan diusung dilaksanakan tahun depan.
KORANQQ
Saat ini nama Gatot memang sedang naik daun. Hal ini tidak lepas dari sikap dan tindakannya yang sering kontroversi dan tampil beda dengan pemerintah. Beberapa kali Gatot terlihat dekat dengan kubu oposisi. Pernyataan-pernyataannya juga terkesan membela pendemo pemerintah, sehingga dia menjadi pujaan kaum yang memang hobi demo.KORANQQ

Presiden PKS menyampaikan pernyataannya terkait Jenderal Gatot pasti ada alasannya. Kalau PKS setia mendukung Prabowo sebagai Capres 2019 tentu pernyataan tersebut tidak akan akan terlontar dari mulut Shohibul Iman.KORANQQ

Hari-hari ini memang pesona Prabowo semakin tidak menarik lagi. Macan Asia sudah tidak segarang yang dulu, sehingga pasangan akan lebih mudah berpaling ke lain hati. Akankah Prabowo ditinggal sendirian oleh PKS, setelah ditinggalkan oleh PAN, PPP, Perindo dan Partai Golkar? Kita akan tahu jawabannya tahun 2018 mendatang.

No comments:

Post a Comment