Arab akan Kembali Moderat, Ormas Radikal di Indonesia akan Berkiblat Kemana?



 www.koranqq.com



Paham Islam radikal yang dibawa oleh Wahabi serta ormas-ormas tertentu seperti HTI sepertinya tidak akan mendapatkan tempat. Keberadaan paham Islam radikal ini terbukti hanya menjadi pemecah belah bangsa serta memunculkan konflik horizontal. Negara-negara dengan konflik bertahun-tahun seperti Afganistan, Syuriah, Iraq, dan negara-negara timur tengah yang lain menjadi bukti betapa Islam radikal itu lebih banyak mendatangkan marabahaya dibanding manfaat.donimo99

Beruntung meskipun mayoritas penduduknya beragam Islam, Indonesia tidak terjatuh ke dalam kubangan konflik seperti negeri mayoritas muslim di Timur Tengah. Keberadaan NU yang menampilkan wajah moderat turut membantu meredam munculnya konflik. Paham Islam radikal sulit berkembang di Indonesia karena NU begitu gigih membendung masuk dan menyebarnya paham radikal di Indonesia yang dibawa oleh HTI.donimo99

Ormas Islam radikal gemar menjadikan Arab Saudi sebagai kiblat. Gerakan yang dilakukan oleh wahabi di Arab menjadi inspirasi mereka untuk melakukan hal yang sama di Indonesia. Bagi mereka, corak kehidupan umat Islam di Arab Saudi adalah corak paling ideal dalam kehidupan umat Islam. Mereka ingin memfotokopi serba-serbi umat Islam Arab ke Indonesia. Mereka tidak bisa membedakan mana yang termasuk wilayah syari’at Islam, mana yang termasuk budaya Arab. Mereka tidak memahami hal itu. Bagi mereka, apa-apa yang dari Arab adalah kebenaran. Paham Islam radikal memang datang dari luar.donimo99

Ormas yang sudah terkena virus paham radikal biasanya tidak akan mengakui dan menghargai budaya Indonesia. Mereka lebih cinta terhadap Arab dari pada negeri sendiri. Bagi mereka, mencintai Arab lebih mempermudah peluang masuk surga dibanding mencintai Indonesia. Misi mereka adalah memberantas budaya-budaya Indonesia dan menggantinya dengan budaya Arab.donimo99

Sayangnya, ormas Islam radikal sepertinya kurang melek terhadap media. Mereka kurang tahu bagaimana kondisi di Arab saat ini. Mereka juga tidak punya malu merongrong pancasila dan NKRI, padahal ormas yang membawa paham Islam radikal adalah dari luar negeri dan tidak punya kontribusi terhadap perjuangan kemerdekaan di Indonesia.donimo99

Fakta bahwa HTI ditolak di beberapa negara menjadi bukti bahwa paham Islam radikal tidak memiliki tempat. Siapa juga negara yang mau diporak-porandakan oleh ormas berpaham radikal seperti Hizbut Tahrir?

Arab Saudi yang dikenal sebagai gudang Wahabi yang berpaham radikal perlahan mulai berbenah. Raja dan pangeran Arab perlahan menyadari bahwa paham radikal tidak cocok dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta menghambat kemajuan negara.donimo99

Pangeran mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), telah berjanji untuk mengembalikan negara tersebut ke Islam moderat. Ia meminta dukungan global untuk mengubah pemahaman konservatif yang ada di Arab Saudi menjadi masyarakat terbuka yang memberdayakan warga negara dan menarik investor.donimo99

Dalam sebuah wawancara dengan the Guardian, Selasa (24/10), pewaris tahta Saudi ini mengatakan negara Arab Saudi sangat konservatif selama 30 tahun terakhir. Apa yang terjadi dalam 30 tahun terakhir ini, kata Salman, bukanlah Arab Saudi. Apa yang terjadi di wilayah ini dalam 30 tahun terakhir bukanlah Timur Tengah. Setelah revolusi Iran pada 1979, orang ingin menyalin model ini ke berbagai negara, salah satunya adalah Arab Saudi.

Salman ingin kembali pada prinsip yang selama ini kami ikuti -yaitu Islam moderat terbuka terhadap dunia dan semua agama. Sebanyak 70 persen orang Saudi berusia di bawah 30 tahun. Jujur saja, kita tidak akan menyia-nyiakan 30 tahun yang ada hanya untuk melawan pemikiran ekstremis. Pemikiran ekstremis harus dihancurkan segera, sekarang juga.

Pangeran Arab akhirnya menyadari bahwa 30 tahun sebelumnya Arab Saudi sangat konservatif dan ektrimis. Artinya pengeran Arab mengakui selama ini Arab Saudi berada di jalan yang “keliru” dan harus segera membenahi diri untuk mewujudkan Islam moderat.

Jika pengaeran merasa 30 tahun terakhir Arab Saudi berada di jalan yang “keliru” maka artinya ormas-ormas Islam radikal yang berkiblat ke Arab Saudi juga termasuk “keliru”. Dari pernyataan ini dapat disimpulkan bahwa paham radikal mereka yang terus merongrong pancasila dan ingin merubah Indonesia menjadi negara khilafah juga keliru dan memang harus kita lawan. Landasan mereka tidak kuat karena Arab Saudi sendiri akan segera berbenah mewujudkan Islam moderat.

Maka disahkannya Perppu Ormas menjadi UU adalah upaya yang sangat tepat untuk membendung paham Islam Radikal. Apa yang dilakukan oleh Indonesia sepertinya juga akan diikuti oleh Arab untuk membendung paham konservatif dan ekstrimis.

Benar kata KH. Said Aqil Shiradj bahwa ormas yang tidak setuju dengan Perppu Ormas yang biasanya berkiblat ke Arab untuk pergi dari Indonesia dan tinggal di Afganistan karena Arab sendiri mulai menolak paham Islam Radikal.

No comments:

Post a Comment