Memalukan, Amien Curiga Jokowi Akan Putarbalikan Sejarah di Film G30 S PKI, Dasar Sengkuni




 www.koranqq.com



Sebelum saya membahas tentang Amien Rais, saya ingin mengungkapkan perasaan saya terlebih dahulu. Jujur saya merasa beruntung bukan bagian dari Muhammadiyah atau simpatisan PAN. Jika saya salah satu anggota Muhammadiyah atau simpatisan PAN, betapa malu memiliki tokoh sepuh yang berada di tubuh Muhammadiyah dan PAN  seperti Amien Rais. Pendidikan yang tinggi ternyuata tidak mampu memjadikan pribadi dan karakter Amien Rais layak untuk disebut seorang pembesar Muhammadiyah dan PAN.

Saya akan menjelaskan bahwa perilaku dan karakter Amien Rais tidak lebih baik dari orang-orang yang tidak mengenyam pendidikan. Usia yang sudah semakin udzur ternyata tidak membuat hati Amien Rais sedikit bijaksana. Ironis, semakin udzur, perilaku dan karakter Amien justru seperti anak kecil.

Syahwat politik Amien Rais yang tidak tercapai membuatnya mengabaikan sisi rasionalitasnya. Logikanya tidak mampu membimbing dirinya untuk berpikir jernih. Syahwat politiknya lebih mendominasi jiwa Amien Rais.

Amien Rais hampir selalu menjadi sosok antagonis terhadap presiden Indonesia. Siapapun presidennya, selama itu bukan dari kader PAN, maka akan menjadi musuh Amien. Amien akan menjadi sengkuni, provokator, dan oposisi yang terus gencar membunuh karakter presiden Indonesia.

Jokowi yang sebetulnya beda angkatan dengan Amien tak luput dari serangan Amien. Amien rela menjatuhkan harga dirinya dengan menjadi lawan bagi orang yang beda angkatan dengan dirinya. Lawan Amien pantasnya adalah tokoh-tokoh politik yang seangkatan dengan dirinya, bukan orang baru yang hanya memiliki tingkat pendidikan strata satu dan bekas seorang tukang kayu. Namun ternyata meskipun pendidikan Jokowi hanya sampai srata satu dan bekas seorang tukang kayu, levelnya mampu mengungguli seorang profesor.

Bertahun-tahun, Amien terus menyerang Jokowi. Isu apapun yang sedang terjadi akan terus dikait-kaitkan dengan Jokowi. Seolah, Jokowi adalah penyebab dari isu tersebut. Kasus Ahok, presidential threshold, Perppu Ormas, Rohingnya, dan yang lain adalah sederet isu yang oleh Amien dianggap sebagai salah Jokowi.

Terbaru, isu PKI yang kembali memanas pun tidak lupuut dari provokasi Amien. Dirinya menggunakan isu ini untuk menyerang Jokowi. Jokowi menganjurkan ada pembaharuan film G30 S PKI agar lebih kekinian dan kualitas gambarnya bagus. Untuk anak-anak milenial yang sekarang, menurut Presiden, tentu saja mestinya dibuatkan lagi film yang memang bisa masuk ke mereka, biar mengerti mereka bahaya komunisme, biar mereka tahu juga mengenai PKI.
Sifatnya hanya menganjurkan, bukan memaksa. Namun siapa sangka, pernyataan Jokowi ini justru digoreng oleh Amien.

Amien Rais curiga dengan wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengusulkan agar film G30S PKI dibuat versi baru. Menurut Amien, sejarah tak bisa diputarbalikkan.

“Eggak boleh. Itu sudah berdasarkan research. Jadi Arifin Noer tidak main-main. Jadi saya curiga kalau dia (Jokowi) mau buat film yang baru, saya curiga sekali,” tegasnya di acara nonton bareng film G30S PKI di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Kamis (21/9) malam.
Melihat sikap yang ditunjukkan oleh Amien Rais, saya jadi teringat dengan apa yang diajarkan oleh agama saya soal karakter orang-orang yang hatinya busuk. Saya membaca sebuah sya’ir di sebuah kitab kecil yang dikenal dengan kitab Alala. Berikut sya’irnya:

    “Idza saa’a fi’lul mar’I, saa’a dzununuhu, wa shodaqo ma ya’taaduhu min tawahhumin”

    “Bila perbuatan seseorang jelek, maka jelek pula prasangkanya, dan akan dibenarkan kebiasaan-kebiasaan dari kecurigaannya”

Silahkan pembaca seword.com simpulkan sendiri bagaimana perilaku Amien Rais yang sebenarnya berdasarkan sya’ir tersebut. Orang-orang yang perilakunya buruk dan hatinya busuk, biasanya memiliki hobi berprasangka buruk. Bisa juga dibalik, orang-orang yang terbiasa berprasangka buruk, pasti perilakunya juga buruk. mereka akan menganggap prasangka buruknya sebagai sebuah kebenaran.

Silahkan bandingkan perilaku Jokowi dan Amien. Yang satu, hampir tidak pernah berprasangka buruk, yang satunya lagi hampir tiap saat mengedepankan prasangka buruk. Orang-orang yang hatinya bersih, pasti akan lebih mengedepankan positif thinking dibanding negatif thinking.

Kecurigaan yang sangat mengada-ada dan sulit dinalar. Untuk apa memutarbalikan sejarah PKI? Apa urgensinya untuk Jokowi? Amien memang sedang membuat opini liar bahwa pemerintah saat ini adalah PKI. Dengan mengatakan dirinya curiga Jokowi akan memutarbalikan sejarah di film G30 S PKI, seolah-olah Jokowi ingin mengaburkan identitas dirinya agar tidak terlihat sebagai PKI.

Meskipun hanya sebatas kecurigaan, namun apa yang dilakukan oleh Amien sangat tidak terpuji, apalahi dilakukan oleh seorang profesor, pembesar di Muhammadiyah dan PAN.


No comments:

Post a Comment