Gobloknya Para Kuasa Hukum Rizieq Shihab. Minta Jaminan Kok Sama Jokowi??



 www.koranqq.com

Jangankan permintaan Rizieq yang bikin negara ini berisik, rakyat dan dunia minta sama Jokowi untuk membebaskan Ahok dari tahanan saja, Jokowi diam saja!

“Gue Presiden woy! bukan polisi atau sipir penjara!” Makanya Pakde meneng wae. Coba kalau Rizieq minta dikasih sepeda, Pakde Jokowi pasti semangat ngasih 5 pertanyaan yang gampang, “Sebutkan nama-nama Rosul Allah SAW?”

Permintaan Rizieq Shihab ini adalah oleh-oleh yang dibawa oleh Eggy Sudjana sepulangnya dia dari Mekkah. Eggi memastikan Rizieq tidak akan pulang ke Indonesia sebelum tuduhan yang dialamatkan terhadapnya, tentang skandal chat sex dengan Firza Husein, dihentikan.

Cara yang aneh untuk menyangkal tuduhan. Dasar Banci kaleng! Rizieq itu sedang dihukum Allah karena kesombongan dan kecongkakannya sebagai seorang ulama yang memimpin Umat. Dia tidak pernah berendah diri seperti KH Aqil Muchtar Siraj yang sama-sama memimpin Umat.

Dia dan para kuasa hukumnya pasti tahulah kalau pelarian ini adalah keputusan yang salah! Rizieq seolah memenjarakan dirinya di Arab sana. Rakyat Indonesia ya tertawa dan bersujud syukur, satu hama keluar dari Indonesia tanpa biaya negara!!

Menurutnya, Jokowi harus mengeluarkan pernyataan bahwa polisi tidak akan menangkap Rizieq dan menjamin keamanaan kondisi Rizieq setelah berada di Indonesia, terlebih dahulu. Sebab, ia memastikan tuduhan itu hoax dan sarat kepentingan dalam rangka menjatuhkan nama baik Habib Rizieq yang sebelumnya memimpin sejumlah aksi jutaan umat Islam.

Memastikan hoax kok cuma sama kata-kata. Ini Kuasa Hukum kok goblok yah! Semua kuasa hukum si Rizieq Shihab memang tidak ada yang Pintar. Sebagai kuasa hukum, mereka wajib membela kliennya agar terbebas dari tuduhan dan hukuman, walaupun tarohannya adalah nama baik dan nasib mereka diakherat nanti. Padahal menjadi pembela seorang kriminal yang jelas-jelas salah, menjadikan para kuasa hukum itu dikenal sama-sama jahat. Semakin mereka mengeluarkan pernyataan penangkalan tuduhan, semakin kita bisa membaca pesan diantara kata yang diucapkan dan paham apa yang sebenarnya para kuasa hukum itu bela.

Para kuasa hukum RS itu saya yakin mereka tahu persis ini adalah kasus nyata!! Buktinya, tidak satu media pun, baik media mainstream maupun media abal-abal, bahkan Saracen sekalipun, TIDAK ADA YANG MEMUAT BERITA PERSKON YANG DIADAKAN OLEH RIZIEQ SHIHAB DAN FIRZA HUSEIN DI TEMPAT YANG SAMA BERSAMA-SAMA.

Harusnya kan, begitu kasus ini dimunculkan ke permukaan, oleh pihak manapun yang melaporkan, dan RS memandang dengan jelas bahwa ini sebuah fitnah, cepat gelar sanggahan dan laporkan balik orang yang sudah mencemarkan namanya!!

Siapa yang rela namanya dicemarkan?? Apalagi untuk Firza Husein yang seorang wanita!! Nama baik adalah modal dia yang janda. FH itu masih sangat muda dan cantik. Kasus ini kalau beneran fitnah, FH pasti meradang! Kalau dia tidak meradang, seluruh laki-laki didunia akan mencap dia sebagai wanita penggoda. Tuduhan ini kalau benar hanya akal-akalan mencemarkan nama, dua nama yang dicemarkan dan keduanya harusnya melakukan sanggahan SEGERA!

Ini kan tidak! Baik RS maupun FH, keduanya tidak melakukan sanggahan nyata pada publik! FH malah lebih memilih memenuhi undangan polisi untuk dijadikan saksi ketibang dia mendatangi RS dan mengajaknya untuk bersama-sama mengbersihkan nama mereka. Dari sana saja, orang paling bodohpun akan tahu bahwa kasus ini adalah nyata. Makanya istilah “Kandang kambing” sekarang menjadi viral karena itu adalah sakti bisu perselingkuhan mereka!

Sekarang, Jokowi cuma bisa nyengir kuda melihat usaha RS yang ngemis-ngemis minta perlindungan dia. Atau kalau Jokowi mau, dia bisa saja menyarankan RS untuk melobi dipelapor untuk mencabut laporannya. 700 kuasa hukum masa tidak bisa mendatangi semua pihak yang melaporkan RS dan meminta mereka untuk mencabut semua tuntutannya? Atau paling tidak berdamailah. Pengguna jasa RS kan hampir semuanya orang kaya raya. Masa sih duit mereka tidak bisa membeli keyakinan para pelapor!?

“Dalam kondisi sekarang, saya terharu dengan apa yang beliau ucapkan. Beliau bilang ‘saya lebih baik dihina seperti ini, dikatakan melarikan diri, ketimbang saya sok gagah-gagahan balik ke Indonesia kemudian ditangkap dan terjadi kerusuhan’,” ucap Eggi menirukan kata-kata Rizieq. “Intinya beliau tidak ingin ada setetes darah pun yang tumpah jika seandainya beliau ditangkap,” tambah Eggi. Eggi menyampaikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi seandainya Rizieq pulang ke Indonesia dan ditangkap polisi.

Ucapan Eggy itu sudah bisa dikatagorikan sebagai bentuk sebuah ancaman.

Sayangnya, Saracen dan antek-anteknya satu-satu sudah mulai ditangkapin. Dulu, segala kerusuhan dan aksi unjuk rasa bisa sukses dilakukan karena ada pihak yang berperan untuk menyebarkan pengumuman yang ditambah-tambahkan. Mereka-mereka ini yang berhasil mengumpulkan massa lewat propaganda-propagandanya dimedia sosial. Sekarang, ancaman “Akan adanya kerusuhan ” belum tentu bisa dibuktikan.

Apalagi kasus ini sama sekali tidak ada untungnya bagi pihak yang dulu menyandang dana untuk mendatangkan 7 juta massa ke Jakarta.

Eggy lupa bahwa keadaan dan suasana di Indonesia sudah berubah total sejak kaburnya RS dan tertangkapnya Saracen. Rakyat yang selalu dia panggil umat tidak akan ada lagi yang rela membelanya. RS sekarang hidup dalam ilusi. Kenangan yang tertinggal adalah melihat kejadian dahsyat bagaimana 7 juta massa bisa berkumpul di Monas karena percaya bahwa Ahok adalah penista Agama. Bukan karena karisma sang ulama.

Gertakkan-gertakkan sambal soal umat banyak sudak tidak bisa difungsikan lagi. Disamping para polisi dan jajaran keamanan sekarang juga sudah belajar bahwa keramaian tanpa ijin bisa ditindak dan dibubarkan.

Jadi mending sekarang, RS melakukan naturalisasi saja jadi WN Arab Saudi. Siapa tahu dikabulkan…. tanpamu, Indonesia tenang!

No comments:

Post a Comment