Searching...
Monday, June 5, 2017

WNI Diduga Jadi Teroris Marawi, Bank Sentral Filipina Santai

7:31:00 AM


Berita Akurat - Gubernur Bangko Sentral Ng Pilipinas, Armando Tetangco memastikan bisnis perbankan di negaranya sama sekali tidak terpengaruh aksi teror di kawasan Marawi.

Bahkan, dia memastikan meskipun saat ini tersiar kabar adanya sekelompok orang Indonesia terduga teroris yang berdiam di kawasan Marawi, kerjasama dengan perusahaan jasa keuangan di Indonesia akan tetap berlangsung.

''Kita sangat peduli, Presiden kita juga sangat peduli. Kita juga memberikan banyak resolusi dan pertahanan terkait hal ini,'' kata Armando di Jakarta, Minggu (4/6).

Pemerintah Filipina, kata Armando, sangat menjamin keselamatan dan keamanan di negaranya, sehingga tidak perlu ada kecemasan dalam bentuk apapun terkait bisnis yang akan ditanamkan di negaranya itu.

Lebih lanjut, Armando mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik terkait keinginan bank dari Indonesia yang berniat mengekspansi bisnis di negaranya.

Sebab, menurut dia Indonesia dan Filipina sama-sama memiliki kemiripan kondisi sosio-ekonomi dengan tren pertumbuhan ekonomi tercepat di antara negara ASEAN lainnya.

Lebih dari itu, Armando juga menyebut perbankan Indonesia dan Filipina dinilai memiliki kemiripan dari segi indikator keuangan. Misalnya, rasio kredit domestik terhadap Produk Domestik Bruto yang berada di kisaran 33,8 persen dan 43,6 persen di 2016 dengan didukung oleh permodalan yang kuat.

Armando meyakini, Indonesia merupakan pilihan tepat untuk mengembangkan bisnis jasa keuangan di negaranya. Bahkan, kedua negara ini telah sepakat melakukan negosiasi dalam perjanjian bilateral Indonesia-Filipina dalam implementasi Asean Banking Integration Framework (ABIF).

"Ini hal yang menjanjikan untuk bank yang terkualifikasi dari Indonesia dan kita berharap di masa depan, bank-bank Indonesia akan masuk ke Filipina,” ujar Armando.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Sentral Filipina atau Banco Sentral Ng Pilipinas (BSP) sepakat untuk melalukan kerjasama. Keduanya menjajaki kerja sama dengan menandatangani Letter of Intent(LoI) yang juga merupakan penanda awal perjanjian bilateral dalam implementasi ASEAN Banking Integration Framework (ABIF).

Letter of Intent tersebut berisi kesepakatan OJK dan Banco Sentral ng Pilipinas untuk memulai proses penyusunan perjanjian bilateral dalam kerangka ABIF. Sehingga diharapkan mampu membuka peluang bagi sektor perbankan Indonesia untuk melakukan ekspansi ke negara Filipina.


0 komentar:

Post a Comment