Orang ini ungkap rahasia kenapa ahok bisa berani ajak perang BPK RI


Berita Akurat - ‎Ternyata apa yang pernah diucapkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2015 silam seakan terbukti.

Kala itu dalam melakukan audit pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merilis ‎ada kerugian negara sebesar Rp191 miliar.

Audit dari BPK itu lantas dijadikan lawan politik Ahok untuk melakukan serangan.

Mereka bertubi-tubi menuduh mantan Bupati Belitung Timur itu telah melakukan korupsi dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras itu.

Ahok pun melawan, dia menegaskan tidak melakukan korupsi. Kala itu Ahok menegaskan audit BPK itu bermuatan politis dan dia pun berani berhadapan langsung dengan lembaga audit negara itu.

"Lo kira gue takut sama BPK? Makanya saya berpikir di BPK isinya lebih banyak oknum. Kamu kira berlindung di balik institusi BPK buat saya takut dengan kalian," tegas Ahok beberapa waktu lalu.

Saat dikonfirmasi, Tim Pemenangan Ahok, Ace Hasan Syadzily menegaskan Ahok tidak akan berani melawan BPK apabila tidak memiliki bukti kuat.

Pasalnya dia mengenal Ahok, apabila tidak bersalah mantan politikus Partai Gerindra itu akan melakukan perlawanan.

"Pak Ahok tidak mungkin berani berhadap-hadapan dengan BPK kalau tidak memiliki bukti yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegas Ace kepada JawaPos.com, Senin (29/5).

Oleh sebab itu politikus Partai Golkar ini mengaku perlahan-lahan kebenaran sudah mulai terbongkar.

Karena ucapan Ahok seakan terbukti dengan KPK menangkap dua pejabat BPK saat menerima suap dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam kasus pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

"Apa yang dikatakan Pak Ahok bisa jadi salah satu kasus yang membuktikan BPK ketidakbenarannya," katanya.

Dengan kasus itu, masyarakat pun ungkap Ace menjadi kecewa karena lembaga audit negara yang seharusnya bersih dari praktik korupsi, malah terbukti  sebaliknya. Mereka tertangkap tangan oleh lembaga yang dikepalai Agus Rahardjo sedang menerima suap.

"Tentu saja BPK telah melukai hati rakyat," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam kasus suap pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka suap.

Mereka diantaranya adalaj Irjen Kemendes Sugito, Eselon III Kemendes JDT, Eselon I BPK RS dan Auditor BPK ALS.

Sugito dan JDT disanga telah memberikan uang kepada RS dan ALS supaya Kemendes memperoleh predikat opini WTP dalam laporan keuangannya. Uang senilai Rp 40 juta disita KPK yang merupakan sisa dari komitmen fee sebesar Rp 240 juta.

Sugito dan JDT disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan RS dan ALS disangka melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 19999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


POKER ONLINE TERPERCAYA!!!!!
koranqq merupakan Situs Poker Online Uang Asli Terbaik Dan Terpercaya di INDONESIA !!!
HADIR DENGAN JACKPOT RATUSAN JUTA RUPIAH SETIAP HARINYA DAN BONUS BONUS LAIN !!!
Segera Daftarkan Diri Anda Dan Bermain Bersama Kami dan Rasakan Sensasi Bermain Murni PLAYER VS PLAYER !!!
Kami menawarkan permainan poker online yg terbaik se-ASIA
Bingung Mencari Poker Mana Yang Terbaik & Terpercaya? langsung saja daftar bos!!!
=> Bonus cashback 0,3 % - 0.5 %
=> Bonus REFFERALL 10 % + ADD 10 %
=> Minimal Depo 25000
=> Minimal WD 50.000
=> 100% Member Asli
=> Pelayanan DP & WD 24 jam
=> Livechat Kami 24 Jam Online
=> Bisa Dimainkan Di Hp Android
=> livechat :www.koranqq.com
=> hp : +8558969616
=> pin bb : D8EAB48D
silahkan...
Lihat Selengkapnya www.koranqq.com

No comments:

Post a Comment