Searching...
Tuesday, April 18, 2017

Gerindra: Harusnya Pilgub DKI Jadi Model Pesta Demokrasi yang Beradab.

12:40:00 PM

Majalahqq.com ,JAKARTA -- Masa tenang putaran dua Pilkada DKI Jakarta diwarnai saling lapor oleh tim pendukung masing-masing calon baik pasangan Basuki-Djarot maupun Anis-Sandi. Hal ini karena adanya dugaan bagi-bagi sembako kepada warga selama masa tenang berlangsung.

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid pun menyayangkan masih adanya kegiatan-kegiatan tersebut dalam masa tenang Pilkada. "Disayangkan di masa tenang masih ada kecurangan-kecurangan seperti mobilisasi dan distribusi sembako yang masif dan terang-terangan," kata Sosok kepada wartawan pada Selasa (18/4).

Padahal ia menilai, seharusnya Pilkada DKI Jakarta bisa menjadi model dan teladan pesta demokrasi kepada daerah lain. Namun yang terjadi di masa tenang, justru mencederai sebuah proses demokrasi.

"Saya tadinya bermimpi Pilgub DKI adalah model dan teladan sebuah pesta demokrasi yang beradab dan bermartabat yang bisa dikunjungi dan disaksikan oleh saudara-saudara kita dari berbagai pelosok tanah air untuk dijadikan teladan," kata Sodik.

Karenanya, ia meminta kepada semua pihak yang peduli dan menginginkan pelaksanaan Pilkada DKI berjalan lancar, langsung, bebas dan rahasia (luber) untuk turut berpartisipasi, khususnya untuk mencegah kecurangan maupun serangan politik uang sebelum hingga hari pemungutan suara selesai.

"Termasuk serangan money politik di  malam nanti dan dinihari serta pagi hari besok," kata Sodik.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu juga meminta kepada tim pasangan calon agar menjaga dan mendisiplinkan seluruh pendukungnya masing-masing agar sesuai aturan. Begitu halnya dengan penyelenggara Pemilu dan aparat keamanan diminta bekerja profesional, tegas, adil dan tidak berpihak.

"Kepada masyarakat diminta untuk turut mencegah kecurangan di saat akhir dengan mencatat dan melaporkannya, dan tentunya dapat sebaik-baiknua menggunakan hak pilihnya besok," katanya.





0 komentar:

Post a Comment