Searching...
Thursday, February 9, 2017

Sidang Ke-9: Nelayan dan Ahli 'Kupas' Pidato Ahok dan Reaksinya

3:16:00 PM
http://www.koranqq.com/app/Default0.aspx?lang=id

Dua nelayan dan dua saksi ahli blak-blakan dalam sidang ke-9 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka bersaksi seputar momen pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang menuai kontroversi.

Ada 4 saksi dihadirkan dalam sidang Ahok, yang digelar di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Februari 2017. Dua saksi fakta yang dihadirkan merupakan nelayan dari Kepulauan Seribu. Mereka adalah Jaenudin dan Sahbudin. Selain itu, dua saksi ahli, yakni saksi ahli Prof Nuh dan saksi ahli dari MUI Hamdan Rasyid, ikut dihadirkan dalam persidangan yang dipimpin hakim Dwiarso Budi Santiarto ini.
Saksi Jaenudin mengaku tidak memperhatikan detail pidato Ahok saat bertemu dengan warga di Pulau Panggang pada 27 September 2016. Dia baru tahu Ahok menjalani proses hukum karena penyebutan Surat Al-Maidah ayat 51 setelah menonton televisi. Jaenudin merespons wajar, tapi tetap meminta Ahok meminta maaf.

Sedangkan saksi Sahbudin juga mengaku tidak memperhatikan isi pidato Ahok. Dia mengetahui penyebutan Al-Maidah saat menonton ceramah agama. Dahulu, kata Sahbudin, tidak ada reaksi warga saat Ahok berpidato. Namun belakangan, muncul pro-kontra karena diketahui Ahok menyebut Surat Al-Maidah. Dia juga biasa saja merespons pidato Ahok.
Selain saksi nelayan, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan dua saksi ahli. Ahli forensik AKBP M Nuh menerangkan hasil analisis terkait dengan barang bukti rekaman video pidato Ahok di Kepulauan Seribu dipastikan tidak ada proses penyuntingan (editing). Sementara itu, anggota Komisi Fatwa MUI Hamdan Rasyid menjelaskan mengenai makna kata 'awliya' dalam Surat Al-Maidah 51.



0 komentar:

Post a Comment