Searching...
Saturday, February 11, 2017

Misi 3 Cagub DKI Wujudkan Kota Ramah Perempuan, Anak dan Difabel

10:25:00 AM


Debat pamungkas Pilgub DKI telah selesai digelar. Masing-masing cagub-cawagub DKI Jakarta memaparkan visi dan misinya tentang 'Kependudukan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan, Antinarkoba, dan Kebijakan terhadap Penyandang Disabilitas'.
Debat itu digelar di Hotel Bidakara, Jl Jenderal Gatot Subroto, Pancoran, Jaksel, Jumat (10/2/2017). Tiap cagub memanfaatkan waktu 2 menit yang diberikan dengan baik.
 
Cagub nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan data yang jadi potret buruk mengenai kekerasan dan penyalahgunaan narkotika di Jakarta. Agus menjanjikan solusi terhadap persoalan tersebut bila terpilih.
Dalam waktu 2 menit kurang lebih Agus mengucapkan 211 kata. Frasa yang sering diucapkan 'Jakarta hari ini', 'perempuan dan anak' serta 'kita juga akan' masing-masing sebanyak dua kali. Sementara frasa terpisah yang kerap diucapkan Agus adalah 'kita' dan 'Jakarta' sebanyak 6 kali, serta 'saya' sebanyak 5 kali.
"Warga Jakarta yang saya cintai berbicara soal kualitas kehidupan saya harus tunjukan potret buram Jakarta hari ini, pertama gizi buruk anak di peringkat 5 terburuk se-Indonesia bahkan di bawah Papua Barat yang APBDnya hanya sepersepuluh Jakarta. Kedua angka kekerasan terhadap perempuan dan anak tertinggi di Indonesia," kata Agus.

Cagub nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama menawarkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sebagai solusi untuk permasalahan perempuan dan anak. Pada debat sebelumnya RPTRA itu juga pernah disinggung terkait upaya Pemprov DKI untuk menata kota.
Pada debat pamungkas ini Basuki alias Ahok menyebut 246 kata selama 2 menit. Frasa yang diucapkan adalah 'kami telah', 'di RPTRA' dan 'ruang publik' diucapkan sebanyak 2 kali. Frasa yang diucapkan terpisah adalah 'kami' sebanyak 7 kali, 'anak' sebanyak 5 kali dan 'keluarga' sebanyak 4 kali.
"Berbicara tentang perempuan, anak, penyandang disabilitas dan penyalahgunaan narkoba kita tentu bicara tentang keluarga kita berbicara tentang komunitas, karena itu kami telah berhasil bangun 188 RTPRA sampai tahun lalu ruang publik terbuka ramah anak," kata Ahok.

Sementara itu cagub nomor urut 3 Anies Rasyid Baswedan mengtakan Jakarta tidak ramah anak, perempuan, difabel dan malah ramah terhadap narkoba. Anies menyebut kondisi Jakarta saat ini bukanlah salah gubernur DKI sekarang melainkan sudah menjadi potret buram DKI.
Dalam waktu 2 menit Anies mengucapkan 262 kata. Frasa yang kerap diucapkan Anies adalah 'kami akan' sebanyak 4 kali, 'warga Jakarta' dan 'Jakarta kita' sebanyak 2 kali. Frasa yang diucapkan Anies secara terpisah adalah 'kami' sebanyak 13 kali, 'kita' sebanyak 11 kali dan 'ramah' sebanyak 8 kali.
"Bapak-ibu sekalian warga Jakarta yang kami cintai izinkan kami menegaskan bahwa Jakarta hari ini adalah kota yang tidak ramah anak, tidak ramah perempuan, tidak ramah terhadap warga difabel, dan amat ramah terhadap narkoba. Kami akan membalikan itu semua menjadi kota yang ramah anak, ramah kaum difabel, ramah terhadap perempuan dan tidak ramah sama sekali dengan pada narkoba," kata Anies. 



0 komentar:

Post a Comment