Searching...
Wednesday, February 8, 2017

Ini Saran Ahok untuk Kurangi Potensi Kecurangan Pilgub DKI

6:47:00 PM
http://www.koranqq.com/app/Default0.aspx?lang=id 

Cagub DKI Basuki T Purnama (Ahok) mengungkapkan pengalamannya yang sudah mengikuti beberapa kali Pilkada. Menurut Ahok, kecurangan yang paling sering ditemukan adalah hilangnya hak suara warga yang tidak terdaftar di TPS.
Namun, Ahok mengatakan bahwa kecurangan itu terjadi di masa lalu. Karena saat ini dengan adanya e-KTP, semua warga memiliki hak yang sama dalam Pilkada walaupun tidak terdaftar sebagai pemilih di TPS.
"Kalau dulu, oknum RT bisa nggak mau kasih surat pilih. Nah, setelah saya masuk Komisi II (DPR), kita sudah ngebahas masalah e-KTP. Jadi sekarang siapapun yang nggak dapat kartu undangan, tapi punya e-KTP dia boleh datang milih. Kalau dulu kamu bawa KK pun, bawa KTP pun ke TPS, kalau nama kamu nggak ada di undangan, kamu ditolak," kata Ahok usai blusukan di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (8/2/2017).
"Kalau sekarang nggak boleh ditolak. Nah ini yang kita satu hal lebih baik," lanjutnya.

Saat masih di Komisi II DPR RI, lanjut Ahok, dirinya bahkan pernah mengusulkan saran yang menurutnya lebih baik. Saat itu Ahok mengusulkan, warga yang tidak memiliki undangan, e-KTP maupun yang tidak terdaftar di TPS bila ikut memilih. Namun, suara mereka nantinya dihitung langsung di KPU bukan di TPS. Bila nantinya warga tersebut berbohong, ancaman penjara selama dua tahun sudah menanti.
"Kalau yang saya usul dulu di Komisi II lebih progress lagi. Kamu datang nggak bawa apapun boleh pilih. Tapi surat suaranya dihitung di KPU, nggak boleh di TPS. Terus nanti kalau kamu ketahuan bohong pidana dua tahun," tutur Ahok.
"Itu dilakukan di Melbourne, Australia. Jadi kamu ngaku orang Jakarta, terus boleh pilih tapi nggak dihitung hasil pilihannya, itu dikirim ke KPU. Nanti, KPU baru dicek, bener nggak ini orangnya sidik jarinya. Kalau nggak bener, langsung diburu jadi penjahat, dua tahun penjara," lanjutnya.

Maka dari itu Ahok mengingatkan kepada warga, bila melihat orang yang tidak dikenal ikut memilih di kelurahan, mereka jangan takut untuk menanyakan e-KTP yang bersangkutan. Hal tersebut untuk mengurangi kemungkinan adanya kecurangan pada Pilgub DKI 2017.
"Kalau ada orang yang mukanya ragu kamu tanya mana e-KTP nya, langsung foto. Begitu dia bohong, langsung tangkap pidana, orang akan takut," tutupnya.


 

0 komentar:

Post a Comment