Ini Pesan Jokowi hingga Sumarsono Jelang Masa Tenang Pilkada

http://www.koranqq.com/app/Default0.aspx?lang=id

Para calon di Pilkada Serentak 2017 tinggal memiliki 3 hari untuk berkampanye, kemudian masuk masa tenang. Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh mengajak masyarakat untuk menahan diri dan menjaga situasi kondusif menjelang pencoblosan.

Masa tenang Pilkada Serentak 2017, termasuk di DKI Jakarta, akan berlangsung pada 12-14 Februari 2017. KPU DKI mengingatkan semua pihak bahwa tidak boleh ada kegiatan kampanye di kurun waktu tersebut. Pada masa tenang, kampanye melalui media sosial juga tidak diperbolehkan.
Demi menjaga masa tenang, Presiden Joko Widodo berharap seluruh masyarakat tenang dan tidak ada percikan atau keributan selama masa tenang. "Yang namanya hari tenang, semua harus tenang, jangan sampai ada percikan berikut-berikut, sekecil apa pun. Namanya juga hari tenang, ya semua harus tenang. Jangan ada ribut sekecil apa pun di hari tenang," kata Jokowi.

Pesan senada disampaikan Wapres Jusuf Kalla, yang mengajak masyarakat untuk menahan diri. Ketua MPR Zulkifli Hasan menyarankan agar pengerahan massa harus diakhiri agar tercipta kesejukan dan ketenteraman. Sementara itu, Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono meminta lurah dan camat standby menjaga keamanan Jakarta selama masa tenang.
Demi menjaga masa tenang, Bawaslu DKI mengimbau para pasangan cagub-cawagub menonaktifkan akun media sosial kampanye mereka. Penonaktifan medsos ini agar tidak ada aktivitas kampanye pada masa tenang. Polri juga akan memantau media sosial pada masa tenang Pilkada Serentak 2017.



 

No comments:

Post a Comment