Searching...
Saturday, February 4, 2017

Cerita di Balik Tangan-tangan Lincah Melipat Kertas Suara

9:25:00 AM
Puluhan tenaga kerja lepas meriung di ruang rapat Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara di Lhokseumawe, Jumat (3/2/2017).
Hari itu mereka melipat kertas suara untuk calon gubernur dan wakil gubernur, sehari sebelumnya mereka rampung melipat kertas suara calon bupati dan wakil bupati Aceh Utara.



Tangan-tangan mereka terlatih melipat kertas suara. Dalam sehari, rata-rata mereka bisa melipat 2.500-3.000 kertas suara.
“Lumayan, buat tambah-tambah uang jajan anak sekolah,” kata Army, salah seorang pekerja pelipat kertas suara.


Setelah melipat kertas suara, Army mendudukinya sebentar. Tujuannya, agar kertas suara rapi dan mudah diikat. Dalam satu ikatan, terdapat 25 lembar kertas suara.
“Saya bisa lipat sampai 3.000 kertas suara,” katanya sambil tersenyum.
Meski bicara, tangannya tetap melipat kertas. Bahkan, dia sudah hafal dan tak perlu melihat lagi ke arah kertas. Dua anggota Brimob lengkap dengan senjata api laras panjang menjaga proses pelipatan itu. Sesekali, petugas dari Panitia Pengawas Pemilihan Aceh Utara datang melihat.


Komisioner KIP Aceh Utara, Ayi Jufridar, menyebutkan, mereka dibayar sebesar Rp 200 per hari. Artinya, Army bisa menerima uang sebesar Rp 600.000. Biaya yang terbilang besar untuk dikerjakan sehari.
“Saya mulai jam 08.00 pagi hingga pukul 18.00 WIB sore. Istirahat hanya untuk makan siang dan shalat,” kata warga Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe itu.
“Sebagian petugas lipat suara juga dari mahasiswa. Honornya lumayan buat tambahan uang kuliah,” tambah Ayi.


Sementara itu, Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi, menyebutkan, saat ini proses distribusi kertas dan kota suara serta peralatan pungut hitung suara telah rampung untuk Pilkada serentak 15 Februari 2017 mendatang.
“Untuk calon gubernur kita cetak 3.431.582 lembar sesuai daftar pemilih tetap Provinsi Aceh. Jumlah ini ditambah 2,5 persen sesuai ketentuan undang-undang,” katanya.


Untuk Aceh, terdapat 23 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada serentak ditambah untuk gubernur. Dia menargetkan, 10 Februari atau lima hari sebelum pencoblosan persoalan kertas suara, bilik suara dan lain sebagainya telah rampung di seluruh Aceh.
Ridwan mengatakan, kesuksesan Pilkada Aceh kini berada di tangan terampil pelipat kertas suara. Mereka terus berpacu mengejar waktu agar kertas itu bisa didistribusikan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tepat waktu sehingga rakyat Aceh bisa mecoblos pemimpinnya pada 15 Februari mendatang.
“Kami imbau masyarakat datang ke TPS memberikan hak pilihnya,” pungkas Ridwan.


0 komentar:

Post a Comment