Bedah Kata-kata Agus-Sylvi dan Ahok Djarot Soal Kekerasan Verbal

http://www.koranqq.com/app/Default0.aspx?lang=id

Cawagub Sylviana Murni menyindir intonasi bicara Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap tinggi. Sylvi kemudian bertanya cara Basuki alias Ahok menurunkan tingkat kekerasan terhadap perempuan padahal gaya intonasi bicaranya tinggi
"Bagaimana bisa seorang gubernur menurunkan tingkat kekerasan terhadap perempuan padahal gubernur itu sendiri pelaku kekerasan verbal," tanya Sylvi di Hotel Bidakara, Jl Jenderal Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2017).

Sylvi hanya memanfaatkan waktu 50 detik dari 1 menit untuk mengajukan pertanyaan kepada pasangan nomor urut 2. Ia menyebut 67 kata dalam waktu 50 detik dan terlihat ada penekanan pada 'kekerasan verbal' dan 'terhadap perempuan' karena frasa tersebut diucapkan sebanyak 2 kali.
Frasa yang diucapkan terpisah yaitu 'perempuan' sebanyak 4 kali, 'kekerasan' dan 'gubernur' sebanyak 3 kali. Sindiran terhadap intonasi Ahok tersebut juga ditegaskan dalam kata 'disayangkan', 'memaki' dan 'membentak' yang muncul sebanyak 1 kali.



Sebelum berdiri menjawab pertanyaan tersebut Ahok sempat merapikan kemejanya kemudian tersenyum. Ia menanggapi pertanyaan Sylviana dengan santai. Menurutnya, perkataan dengan intonasi tinggi terlalu dibesar-besarkan. Ahok menganggap materi pertanyaan debat malah tidak fokus pada program kerja.
"Saya lakukan kekerasan verbal itu satu kasus terus dibesar-besarkan, itu adalah orang yang jelas mengambil KJP kontan, tapi buktinya ibu-ibu demen tuh foto sama Ahok sampai ngantri. Jadi bagaimana bisa orang yang melakukan kekerasan terhadap perempuan didatengi, istri saya sudah kabur duluan kali kalau saya keras pada istri saya. Tentu saya ingin sekali dalam pilkada ini janganlah fitnah-fitnah, contoh-contoh yang membangun opini yang jelek. tapi kita berlomba program demi program," ujar Ahok yang disambut senyum Djarot.

Dalam waktu 1,5 menit ada 208 kata yang disebut oleh Ahok. Frasa 'kekerasan terhadap perempuan', 'istri saya' dan 'kami mau' diucapkan sebanyak 2 kali.
Debat menjadi semakin panas karena pernyataan Ahok yang menyebut Agus dan Sylvi tak memiliki program baru untuk Jakarta sehingga melontarkan fitnah. Melihat Sylvi diserang, Agus maju menanggapi Ahok.
"Bagaimana punya integritas mengatakan kita akan melindungi wanita, perempuan, anak-anak, sulit untuk mempercayai ketika itu yang dipertontonkan kepada publik. Itulah sebetulnya bapak mengatakan banyak program bagus-bagus sebetulnya dari program bapak pun tidak ada yang baru. Saya mengatakan CCTV adalah tambahan tambahan baru di tempat yang belum terpasang. Kita tahu tidak ada satupun program yang baru sama sekali. Tetapi kita percaya ada goodwill niat baik untuk meninggikan perempuan ketika bapak sendiri memaki-maki wanita di depan publik," beber Agus.

Sebelum menanggapi Ahok, Agus mengambil sikap sempurna, ia merapikan bajunya dan tak banyak bergerak saat di atas panggung. Agus menyebut 147 kata dalam waktu 1,5 menit.
Tampak ada penekanan yang menyinggung soal intonasi bicara Ahok, hal itu terlihat dari frasa 'di hadapan publik', 'di mana-mana' dan 'kekerasan verbal' yang disebut sebanyak 2 kali.

Sementara itu frasa yang diucapkan terpisah yakni 'bapak' sebanyak 6 kali, 'kita' dan 'publik' sebanyak 5 kali. Frasa bapak yang diucapkan Agus merujuk pada Ahok dan 'kita' serta 'publik' merujuk pada masyarakat DKI Jakarta,
Cawagub nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat menanggapi pernyataan tersebut. Djarot menekankan sikap Ahok terhadap wanita tersebut tidak bisa digeneralisir dengan perlakuannya terhadap kaum perempuan. Intonasi tinggi Ahok merupakan bentuk cara mendidik.
"Ketika ada ketidakjujuran untuk mendidik perlu sekali waktu kata-kata yang tegas dan jelas sehingga bener-bener kita akan mempunyai moral yang jujur, moral yang bertanggung jawab, moral yang akan saya sampaikan sekarang tetapi bukankah Pak Ahok sudah menjadi Basuki sehingga proses belajar ini menjadi bagian terpenting kita untuk benar benar melakukan tindakan tindakan korektif. Kami betul-betul sangat anti terhadap korupsi, kami sangat anti terhadap penyelewengan," paparnya.

Dalam waktu 1,5 menit Djarot mengucapkan 129 kata. Djarot terkesan membela Ahok melalui pernyataannya tersebut. Hal itu ditunjukkan melalui frasa 'sangat anti terhadap' dan 'bertanggung jawab' yang disebut 2 kali serta kata 'betul-betul' sebanyak 3 kali.
Kata 'betul-betul' sebanyak 3 kali merujuk pada penekanan terhadap pembelaan terhadap Ahok. Menurut Djarot, kasus kekerasan verbal yang dimaksud sebagai bentuk sikap tegas melawan korupsi.
"Bukankah Pak Ahok sudah menjadi Basuki sehingga proses belajar ini menjadi bagian terpenting kita untuk benar benar melakukan tindakan tindakan korektif. Kami betul betul sangat anti terhadap korupsi, kami sangat anti terhadap penyelewengan," ujar dia.


No comments:

Post a Comment