www.koranqq.com


Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berencana melaporkan Ketua Angkatan Muda Muhammadiyah Pedri Kasman yang diangggap membuat laporan tak objektif terkait keterangannya yang diberikan sebagai saksi di persidangan kasus penistaan agama.

Ketua Tim kuasa hukum Sirra Prayuna mengatakan dalam keterangannya Pedri dianggap bersifat sentimen atau ketidaksukaan secara personal terhadap Ahok, dan bukan berdasar pada fakta hukum"Dia tidak Peduli isi surat Al Maidah 51 Apa. Baik tafsir, maupun terjemahannya, yang penting Ahok dilaporkan karena saksi tersinggung Ahok Bukan orang islam, tapi menyebut-nyebut  Alquran," ujar Pedri dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Selasa (10/1/2017). 

Atas dasar itu, Sirra berpendapat saksi tidak objektif dalam menilai kata-kata Ahok, apalagi saksi tidak memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan hukum, namun berani berkesimpulan adanya dugaan tindak pidana.

Sirra juga mengungkapkan, di dalam fakta persidangan terungkap bahwa saksi melakukan laporan sebelum adanya pendapat dan sikap keagamaan dari MUI yang keluar pada 11 Oktober 2016. Dengan demikian dapat dikatakan saat melakukan pelaporan, saksi hanya menyimpulkan dan berdasarkan asumsi pribadi bahwa Ahok telah menistakan agama.

"Di sini jelas atas sikap ketidaksukaan saksi terhadap Ahok sedari awal, padahal seharusnya sebelum melakukan laporan haruslah melakukan tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu kepada Basuki Tjahaja Purnama," tutur Sirra.

Di dalam fakta persidangan, terungkap pula  bahwa Pedri mengatakan tidak perlu berbicara dan konfirmasi dengan warga masyarakat Pulau Pramuka Kepulauan Seribu dan juga terhadap Ahok.

"Karena saksi merasa cukup tersinggung dengan isi pidato Ahok, jadi saksi merasa itu sudah cukup menjadi dasar untuk saksi melaporkan ke kepolisian," Sirra menandaskan. 


  www.koranqq.com

No comments:

Post a Comment