Searching...
Sunday, January 29, 2017

Patrialis Akbar Telah 3 Kali Terima Suap

1:26:00 PM

  www.koranqq.com


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar sebagai tersangka suap. Patrialis bersama rekannya Kamaludin diduga menerima suap sebesar USD 20.000 dan SGD 200.000 dari importir daging, Basuki Hariman dan sekretarisnya, NG Fenny. Suap ini terkait uji materi Undang-Undang nomor 41 tahun 2015 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK.

Diduga, Patrialis tidak hanya satu kali menerima suap dari Basuki. Sebelum ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (25/1), Patrialis diduga telah dua kali menerima suap yang masing-masing sebesar USD 20.000.

"Diduga USD 20.000 dan SGD 200 ribu ini penerimaan ketiga. Sudah ada penerimaan pertama dan kedua sebelumnya," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Kamis (26/1) malam.

Penyuapan terhadap Patrialis dilakukan Basuki dan Ng Fenny dengan mendekati Kamaludin yang merupakan rekan Patrialis Akbar. Basuki dan Ng Fenny berharap Patrialis dapat membantu mereka untuk memperlancar bisnis daging impor melalui uji materi UU nomor 41 tahun 2014.

"Setelah pembicaraan PAK sanggup membantu terkait permohonan uji materi itu," ungkap Basaria.

Basaria menuturkan, dalam OTT pada Rabu (25/1), tim Satgas KPK mengamankan 11 orang di tiga lokasi berbeda di Jakarta.

Mulanya, tim Satgas KPK mengamankan rekan Kamaludin di lapangan golf di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Selanjutnya, tim Satgas menangkap Basuki di salah satu kantornya di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Di lokasi ini, tim Satgas juga mengamankan sekretaris Basuki bernama Ng Fenny dan tujuh pegawainya. Tak berhenti sampai di situ, sekitar pukul 21.30 WIB, tim Satgas mengamankan Patrialis Akbar di Grand Indonesia, Jakarta. Saat itu, mantan anggota DPR dan Menkumham ini sedang bersama sejumlah orang lainnya.

"Dia (Patrialis Akbar) saat itu bersama dengan seorang wanita dan beberapa rekan lainnya," tutur Basaria.

Selain 11 orang ini, tim Satgas KPK juga turut mengamankan dokumen pembukuan perusahaan, voucher pembelian mata uang asing dan draf putusan uji materi. Selanjutnya, para pihak dan barang bukti yang diamankan dibawa ke Gedung KPK untuk diperiksa secara intensif.

Dari pemeriksaan ini, KPK menetapkan Patrialis dan Kamaludin sebagai tersangka penerima suap. Keduanya disangka melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan Basuki dan NG Fenny yang menjadi tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 6 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

"Sementara tujuh orang lainnya masih berstatus sebagai saksi," kata Basaria.

 www.koranqq.com

0 komentar:

Post a Comment