Kisah Ahok dan Anti-Ahok


Berita Akurat - "Sudahlah maju lewat parpol saja." Kata-kata itu meluncur dari mulut pria yang akrab disapa Ahok, saat menutup sambutannya di depan sang relawan TemanAhok, di Kompleks Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu 27 Juli 2016. Kisah Ahok dan anti-Ahok pun bermula di sini.

Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu memasuki wilayah 'perang' baru menjelang pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta 2017.

Kini, dia harus berhadapan dengan sejumlah partai yang anti-Ahok. Koalisi besar non-Ahok itu terdiri dari  PDIP, Gerindra, PKS, PKB, PAN, dan Demokrat. Mampukah Ahok memenangkan perlawanan tersebut?

Mantan Bupati Belitung Timur itu sendiri telah memiliki 'tameng'. 'Tameng' itu didapatnya dari tiga partai, Nasdem, Hanura dan Golkar.

Apalagi, dia masih mendapat kepercayaan dari masyarakat. Ini terbukti dari hasil survei terkait tingkat kepercayaan dan elektabilitas Ahok jelang Pilkada DKI di tengah cobaan yang datang bertubi-tubi. Setidaknya, hal itu yang dikatakan oleh Ketua DPP Nasdem Irma Suryani. Dia menilai warga Jakarta masih menginginkan Ahok.

Oleh karena itu, Ahok masih punya peluang untuk mendapat dukungan dari partai lainnya. Khususnya dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

"Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Ahok 69 persen. Saya kira, PDIP akan sepakat mendukung calon yang kinerjanya baik," ucap Irma,  Jumat 5 Agustus 2016.

Namun, selain mengandalkan kinerja yang masih memuaskan masyarakat, politikus yang duduk di Komisi IX DPR RI itu meminta Ahok untuk berjuang meminta dukungan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut. Sebab, PDIP pemegang kursi terbanyak di DPRD DKI.

"Kalau soal apakah PDIP akan ke Ahok atau tidak, saya kira selain alasan di atas, tentu Ahok juga harus berjuang meminta dukungan PDIP," ucap Irma.

Menurut dia, dalam meminta dukungan itu, Ahok membutuhkan pendekatan yang lebih intensif. "Dukungan enggak datang sendiri dalam politik," tutur Irma.

Saat ditanya apakah Ahok juga harus mengikuti mekanisme PDIP, di mana salah satunya harus mendaftarkan diri? Irma mengatakan, "Ya, harus daftar. Apa sih yang enggak mungkin di politik?" ujar Irma.


Tolak Mengemis

Walau Nasdem memintanya untuk merayu sang banteng moncong putih, Ahok tetap menolak untuk mendaftar ke seleksi calon Gubernur DKI yang diadakan PDIP.
Ahok menegaskan tidak akan 'mengemis' dukungan ke partai manapun demi memperebutkan kursi DKI 1.

"Kita enggak perlu datang ke partai. Saya ingin hapus stigma perlu lobi semua partai supaya partai calonin kamu, itu saya ingin hapus," kata Ahok.

Namun, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan sudah seharusnya Ahok merayu PDIP sebelum maju dalam Pilkada DKI 2017.

"Sebenarnya itu Ahok lah yang harus jalan. Kan yang mau jadi gubernur dia," ujar Paloh di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa 2 Agustus 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar